Kiri Kanan
Modifikasi cuaca atasi pencemaran udara bakal dilakukan di Jakarta, catat waktunya
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 10:55 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Modifikasi cuaca atasi pencemaran udara bakal dilakukan di Jakarta, catat waktunya
BPPT tengah membahas hal-hal terkait pelaksanaan modifikasi cuaca atasi pencemaran udara di Jakarta/Foto: Dok. BPPT

Elshinta.com - Indonesia pertama kali terapkan teknologi modifikasi cuaca untuk mengatasi pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian. Kegiatan TMC direncanakan dilaksanakan di wilayah DKI Jakarta pada pertengahan Juli. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) siapkan tiga skenario kegiatan TMC khusus mengatasi pencemaran udara. 

“TMC untuk mengatasi  pencemaran udara yang disebabkan kegiatan perekonomian baru pertama kali dilaksanakan. Gubernur DKI Jakarta sudah beri lampu hijau dan meminta agar TMC dilaksanakan paling cepat setelah tanggal 10 Juli dan paling lambat sebelum periode anak sekolah masuk pasca libur,” kata Kepala BPPT Hammam Riza di Jakarta, Kamis (4/7).

Operasi modifikasi cuaca  di Ibukota akan didukung TNI-AU dari skadron 4 Lanud Abdurachman Saleh Malang dengan menyiapkan armada CASA. “Pihak TNI sudah sampaikan siap mendukung penuh. Kami akan terus berkoordinasi dengan perbagai pihak untuk kelancaran pelaksanannya nanti,” lanjut Hammam Riza.

Tri Handoko Seto, Kepala BBTMC mengatakan, teknologi modifikasi cuaca antisipasi pencemaran udara di perkotaan ini berbeda dengan operasi modifikasi cuaca untuk penanggulangan karhutla. Beberapa negara seperti Thailand, China, Korea Selatan, dan India sudah terapkan TMC untuk mengatasi pencemaran udara di perkotaan.  

“Pada 2015 Thailand telah berhasil melakukan uji coba untuk mengendalikan pencemaran udara di Kota Bangkok dengan menggunakan metode cloud seeding dan menghilangkan lapisan inversi,” paparnya.

Demikian pula India, lanjut Tri Handoko Seto, berupaya mengatasi polusi yang cukup parah di kota New Delhi dengan menerapkan hujan buatan dengan metode menyebarkan bahan kimia dari pesawat. Sementara China jauh lebih majudibanding Korea Selatan dalam teknologi modifikasi cuaca dengan menciptakan hujan di atas perairan antar negara yang akan membantu mengurangi polusi udara. 

“Negara-negara tersebut berjuang mengatasi polusi udara dengan cara mengendalikan cuaca itu sendiri,” ujarnya.

Di Indonesia, kata Seto, pihaknya (BBTMC) akan menawarkan tiga skenario teknologi modifikasi cuaca untuk antisipasi pencemaran udara.  Pertama, penyemaian awan dengan garam NaCL akan dilakukan disaat ada awan potensial agar hujan terjadi di wilayah Jakarta sehingga polutan yang ada di atmosfer Jakarta dan upwind bisa tersapu dan jatuh bersama dengan air hujan.

Metode kedua, jika tidak ada awan potensial, kata Seto, dilakukan penghilangan lapisan inversi, yaitu dengan melakukan semai pada lapisan-lapisan inversi dengan menggunakan dry ice dengan tujuan lapisan tersebut menjadi tidak stabil. “Lapisan inversi ini menjadi salah satu penghalang  bagi polutan untuk terbang secara vertical, sehingga polutan terakumulasi di permukaan hingga dibawah lapisan inversi,” ujar Seto.

Sedangkan ketiga, lanjut Seto, dengan metode water spraying dari darat menggunakan alat Ground Mist Generator yg akan ditempatkan di 10 lokasi di daerah upwind. “Disaat sulit ditemukan awan kita akan lakukan penyemprotan air dengan pesawat dari darat ke atmosfer. Air yang disemprotkan bertujuan untuk mengikat polutan yang ada,” demikian Seto.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Berdayakan masyarakat, LIPI sasar daerah terpencil manfaatkan teknologi
Rabu, 11 Desember 2019 - 14:16 WIB
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan pemanfaatan teknologi-teknologi yang telah dike...
Hannover Messe 2020, ajang unjuk gigi manufaktur Indonesia di kancah dunia
Rabu, 11 Desember 2019 - 10:56 WIB
Pemerintah Indonesia semakin mematangkan persiapan sebagai negara mitra resmi (official partner coun...
Facebook ungkap komitmen bantu kembangkan bisnis UMKM
Selasa, 10 Desember 2019 - 09:31 WIB
Benjamin Joe selaku Wakil Presiden Facebook Asia Tenggara kembali menekankan komitmen untuk membantu...
Penerapan B20 mampu turunkan emisi setara 20.000 bus
Selasa, 10 Desember 2019 - 07:50 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) mencatat penerapan campuran solar dan bahan bakar nab...
Amazon segera jalin kerja sama dengan Pentagon
Senin, 09 Desember 2019 - 09:59 WIB
Pendiri Amazon Inc, Jeff Bezos menyatakan akan mendukung Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang ...
Indonesia miliki 49 kawasan sains dan teknologi
Sabtu, 07 Desember 2019 - 11:28 WIB
Indonesia memiliki 49 kawasan sains dan teknologi (KST) termasuk 19 KST yang dibina Kementerian Rise...
Bursa kripto global rangkul Tokoin untuk akselerasi pertumbuhan UMKM melalui implementasi blockchain
Sabtu, 07 Desember 2019 - 09:39 WIB
Setelah sukses melakukan proses penjualan token melalui program spotlight milik platform bursa kript...
Stafsus Presiden nilai digitalisasi solusi aksesibilitas Indonesia timur
Kamis, 05 Desember 2019 - 21:22 WIB
Staf Khusus Presiden milenial, Billy Mambrasar mengatakan penerapan sistem digitalisasi merupakan sa...
Anak muda diminta aktif dalam demokrasi digital dan konvensional
Kamis, 05 Desember 2019 - 08:37 WIB
Generasi muda harus aktif dalam demokrasi era baru yang menggunakan teknologi digital serta tidak lu...
Indonesia menjadi negara mitra Hannover Messe 2020
Rabu, 04 Desember 2019 - 17:02 WIB
Pengusaha Indonesia diundang menghadiri kemajuan teknologi dari sejumlah negara dunia dalam pameran ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)