Lagi tren nih! bisnis jastip bisa hasilkan omzet miliaran, apa saja kiatnya?
Elshinta
Kamis, 04 Juli 2019 - 10:00 WIB | Penulis : Cucun Hendriana | Editor : Dewi Rusiana
Lagi tren nih! bisnis jastip bisa hasilkan omzet miliaran, apa saja kiatnya?
Jastip, bisnis yang sedang ngetren. Foto: Dev IKEA/Reza Hardiyani

Elshinta.com - Jastip alias jasa titip. Di era digital seperti sekarang, bisnis jastip sedang naik daun. Dengan modal yang minim bahkan tanpa modal, bisnis ini menjanjikan keuntungan yang luar biasa. Diketahui, jastip merupakan peluang usaha untuk membelikan barang pesanan yang diminta oleh pengguna jasa. Umumnya para pelaku jastip memanfaatkan teknologi atau media sosial untuk menawarkan jasa pembelian barang. 

Bisnis ini bisa tanpa modal. Ya, sebab modal utamanya hanya mengandalkan kamera smartphone dan beragam aplikasi media sosial. Hasil foto itulah yang kemudian di-share di media sosial masing-masing pelaku usaha jastip. Dari sinilah diharapkan konsumen akan membeli beragam produknya.

Bisnis ini sedang digandrungi lantaran bisa dilakukan dari rumah. Tidak diharuskan mengeluarkan anggaran untuk sewa lapak atau tempat. Selain untuk mengisi waktu luang dan hobi belanja, para pelaku usaha yang membuka jastip juga bertujuan menambah pemasukan.

Soal omzet, jangan ditanya, pelaku usaha di bidang ini bisa memiliki omzet hingga miliaran rupiah. Lalu apa sih kiat-kiat suksesnya? Berikut lima hal yang harus diperhatikan!

Tentukan target pasar

Sebelum memulai bisnis jastip, Anda harus tau dulu siapa target pasar Anda. Misalnya khusus untuk skincare, barang anak-anak atau barang branded. Dengan begitu, akan memudahkan Anda untuk promosi dan merangkul pelanggan.

Promosikan di media sosial

Promosi merupakan salah satu hal terpenting agar bisnis berjalan lancar. Buat akun khusus Jastip kemudian promosi dengan menggunakan hashtag. Simpel, bukan?

Pahami pola dan sistem jastip

Untuk bisnis jasa titip beli ini, Anda juga harus tahu bagaimana sistem kerjanya. Apakah pembeli memberikan uang muka terlebih dahulu dan sisanya dibayar saat barang sudah datang atau Anda menalangi dulu. Dalam bisnis ini, transparansi adalah faktor terpenting agar pelanggan tidak kecewa. Salah satunya dengan memberitahu harga asli barangnya dan berapa tarif jasanya. Pastikan juga harga yang Anda tawarkan sudah menutup biaya perjalanan plus bagasi jika barang yang Anda bawa sangatlah banyak.

Berikan pelayanan maksimal

Supaya pembeli menjadi pelanggan setia, Anda harus memastikan kalau barang yang Anda beli itu berkualitas dan worth it dengan tarif jasa yang Anda tawarkan. Berikan juga pelayanan yang ramah dan komunikasi yang efektif dengan konsumen Anda.

Tampilkan testimoni pelanggan

Karena ini merupakan usaha yang baru dirintis, usahakan untuk menampilkan kumpulan testimoni dari para pembeli sebelumnya. Tak hanya membuktikan bahwa usaha kita terpercaya, hal ini juga bertujuan untuk menggaet para calon pembeli lainnya untuk menjadi pelanggan tetap.

 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Melihat peluang bisnis pengiriman di masa pandemi, simak tipsnya
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:49 WIB
Bisnis pengiriman di era makin semaraknya bisnis online ikut meroket. Semua e-commerce dipastikan me...
Di tengah pandemi, UMKM didorong maksimalkan Bantuan Insentif Pemerintah
Senin, 15 Juni 2020 - 08:49 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku Usa...
Terdampak pandemi, mahasiswa berjiwa wirausaha diberikan beasiswa
Senin, 18 Mei 2020 - 15:25 WIB
Para pelajar dan mahasiswa yang berjiwa wirausaha diharapkan tetap bisa eksis dengan inovasi berbas...
Jaga daya beli masyarakat, ini stimulus untuk UMKM di tengah pandemi COVID-19
Jumat, 27 Maret 2020 - 10:29 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat un...
Jalankan program santripreneur, Kemenperin: Kami bina 52 ponpes di 7 provinsi
Jumat, 20 Maret 2020 - 11:20 WIB
Santri di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) berpotensi besar menjadi wirausaha industri baru, khu...
Dongkrak industri fesyen muslim, Kemenperin: Konsumsi di dunia capai USD270 miliar
Rabu, 11 Maret 2020 - 14:22 WIB
Kementerian Perindustrian bertekad mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia...
Industri kreatif sumbang lebih Rp1.100 T, subsektor apa yang paling berkontribusi?
Selasa, 10 Maret 2020 - 09:48 WIB
Ekonomi kreatif memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Capaian ini terlihat pad...
Ada 6 SNI tentang kopi, apa saja? Ini penjelasan Kepala BSN
Senin, 09 Maret 2020 - 11:58 WIB
Untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan 6 Stan...
Di tengah wabah corona, UKM tetap dinamis dan jadi penyangga ekonomi
Jumat, 06 Maret 2020 - 11:36 WIB
Wabah virus corona telah memukul perekonomian global. Dalam situasi perekonomian yang tidak menentu...
Ciptakan koperasi sehat, Menteri Teten: Izin dan syarat pendirian koperasi akan dipermudah
Rabu, 26 Februari 2020 - 10:48 WIB
Upaya Kementerian Koperasi dan UKM menciptakan koperasi yang sehat, pihaknya akan mempermudah perizi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV