Kiri Kanan
MemoRI 05 Juli
5 Juli: Dekret Presiden Soekarno hingga SBY terpilih secara langsung oleh rakyat
Elshinta
Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
5 Juli: Dekret Presiden Soekarno hingga SBY terpilih secara langsung oleh rakyat
Dekret Presiden 5 Juli. Sumber foto: https://bit.ly/2X1IvG1

Elshinta.com - Berbagai peristiwa penting yang terjadi 5 Juli di Indonesia dalam kurun waktu tertentu, Redaksi elshinta.com mencoba merangkumnya dalam Memo RI.

Hari Bank Indonesia

Pada tahun 1953 Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral, dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran.

Setiap tahunnya pada tanggal 5 Juli merupakan salah satu hari penting mengenai peringatan atas lembaga negara independen yang telah banyak membantu umat manusia dalam mendapatkan kenyamanan, keamanan dalam bentuk bantuan finanasial, hal itu yang mendasari Hari Bank Indonesia diperingati setiap 5 Juli. Untuk itulah wajar jika negera Indonesia mengalami berbagai kemudahan dalam membangun negara menjadi lebih baik.

Pemilu Presiden secara langsung pertama kali dilakukan 

Untuk pertama kalinya dalam sejarah pesta demokrasi Indonesia, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara langsung oleh rakyat. Pemilu putaran pertama diselenggarakan pada tanggal 5 Juli 2004, dan diikuti oleh 5 pasangan calon.

Kembalinya UUD `45 dari UUDS 1950 melalui dekret Presiden 5 Juli 1959

Dekret Presiden 5 Juli 1959 adalah dekret yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia yang pertama, yaitu Soekarno pada 5 Juli 1959. Isi dekret ini adalah pembubaran Badan Konstituante hasil Pemilu 1955 dan mengembalikan undang-undang dasar dari UUD Sementara 1950 kembali ke UUD '45.

Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota Konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956, tetapi pada kenyataannya hingga tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan.

Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Ir. Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45.

Sebelumnya, pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak, pemungutan suara ini harus diulang karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota yang harus hadir di rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan suatu putusan.

Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Untuk meredam kemacetan, pada tanggal 3 Juni 1959 Konstituante mengadakan reses (masa perhentian sidang parlemen; masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang kemudian ternyata untuk selama-lamanya.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal A.H. Nasution atas nama Pemerintah/Penguasa Perang Pusat (Peperpu), mengeluarkan peraturan No.Prt/Peperpu/040/1959 yang berisi larangan melakukan kegiatan-kegiatan politik. Pada tanggal 16 Juni 1959, Ketua Umum PNI Suwirjo mengirimkan surat kepada Presiden agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan membubarkan Konstituante.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Puncak HKN ke-55, masyarakat Sumut harus berperan siapkan generasi sehat
Minggu, 17 November 2019 - 21:15 WIB
Elshinta.com - Dalam acara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55 Pemerintah Prov...
BMKG: Peningkatan aktivitas vulkanisme sensitif terhadap gempa tektonik
Minggu, 17 November 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan secara tekt...
Peneliti temukan lukisan prasejarah di Situs Ambesibui, Teluk Wondama
Minggu, 17 November 2019 - 18:42 WIB
Elshinta.com - Peneliti Balai Arkeologi Papua bersama Badan Perencanaan Pembangunan Peneli...
Kodim 0821 Lumajang usulkan spot WiFi gratis di titik rawan kriminal
Minggu, 17 November 2019 - 17:55 WIB
Elshinta.com - Pemasangan internet gratis di wilayah rawan kriminal menjadi perbincanagan ...
Mendarat darurat di Kupang, pilot Batik Air dilarikan ke RS
Minggu, 17 November 2019 - 17:42 WIB
Elshinta.com - Pesawat Batik Air Seri 320 dengan nomor penerbangan ID 6548 rute Jakarta-Ku...
Bali berpotensi diguyur hujan sore hari
Minggu, 17 November 2019 - 16:15 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di ...
Menhub sebut pemangkasan waktu tempuh LRT efektif tingkatkan okupansi
Minggu, 17 November 2019 - 14:25 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemangkasan waktu te...
Gunung Merapi luncurkan awan panas letusan setinggi 1.000 meter
Minggu, 17 November 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada...
KLHK kampanyekan operasi 30 hari di laut
Minggu, 17 November 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Pemerintah menggelar operasi 30 hari di laut dari November hingga Desember ...
Wapres imbau khutbah keagamaan serukan narasi kerukunan
Minggu, 17 November 2019 - 11:27 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengimbau kepada seluruh tokoh agama dan pencera...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)