Kiri Kanan
MemoRI 03 Juli
Percobaan kudeta Kabinet Sjahrir II
Elshinta
Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
Percobaan kudeta Kabinet Sjahrir II
Sutan Sjahrir. Sumber foto: https://bit.ly/2J8fZKh

Elshinta.com - 3 Juli 1946 dalam sejarah Indonesia, sempat terjadi suatu percobaan perebutan kekuasaan atau kudeta yang dilakukan oleh pihak oposisi, (kelompok Persatuan Perjuangan) terhadap pemerintahan Kabinet Sjahrir II di Indonesia.

Pemicu peristiwa ini adalah ketidakpuasan pihak oposisi terhadap politik diplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia terhadap Belanda. Kelompok ini menginginkan pengakuan kedaulatan penuh, sedangkan kabinet yang berkuasa hanya menuntut pengakuan kedaulatan atas Jawa dan Madura.

Sebelumnya, pada 23 Maret 1946, tokoh-tokoh kelompok Persatuan Perjuangan antara lain Tan Malaka, Achmad Soebardjo, dan Sukarni, ditangkap dengan tuduhan bahwa kelompok ini berencana untuk menculik anggota-anggota kabinet.

Pada tanggal 27 Maret 1946, tuduhan tersebut menjadi kenyataan. Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan beberapa anggota kabinet diculik oleh orang-orang yang tidak dikenal.

Tanggal 3 Juli 1946, Mayor Jendral R.P. Sudarsono, pelaku utama penculikan yang sejalan dengan kelompok Persatuan Perjuangan, menghadap Soekarno bersama beberapa rekannya dan menyodorkan empat maklumat untuk ditandatangani presiden, yang menuntut agar:

1. Presiden memberhentikan Kabinet Sjahrir II

2. Presiden menyerahkan pimpinan politik, sosial, dan ekonomi kepada Dewan Pimpinan Politik

3. Presiden mengangkat 10 anggota Dewan Pimpinan Politik yang diketuai Tan Malaka dan beranggotakan Muhammad Yamin, Ahmad Subarjo, dr. Boentaran Martoatmodjo, Mr. R. S. Budhyarto Martoatmodjo, Sukarni, Chaerul Saleh, Sudiro, Gatot, dan Iwa Kusuma Sumantri.

4. Presiden mengangkat 13 menteri negara yang nama-namanya dicantumkan dalam maklumat.

Soekarno tidak menerima maklumat tersebut dan memerintahkan penangkapan para pengantar maklumat. Empat belas orang yang diduga terlibat dalam upaya kudeta diajukan ke Mahkamah Tentara Agung. Tujuh orang dibebaskan, lima orang dihukum 2 sampai 3 tahun, sedangkan R.P. Sudarsono dan Muhammad Yamin dijatuhi hukuman selama empat tahun penjara.

Dua tahun kemudian, pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia ke-3 tanggal 17 Agustus 1948, seluruh tahanan peristiwa 3 Juli 1946 dibebaskan melalui pemberian grasi presiden.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Budi Arie Setiadi kembali pimpin ormas Projo
Senin, 09 Desember 2019 - 13:57 WIB
Budi Arie Setiadi kembali terpilih menjadi Ketua Umum Pro Jokowi (Projo). Pemilihan tersebut dilakuk...
Irjen Pol Fakhrizal bantah tudingan deklarasi Pilkada Sumbar
Minggu, 08 Desember 2019 - 15:05 WIB
Irjen Pol Fakhrizal yang dicopot dari jabatan Kapolda Sumatera Barat telah membantah tudingan bahwa ...
Kongres V PAN diselenggarakan selambatnya Maret 2020
Minggu, 08 Desember 2019 - 11:38 WIB
Ketua Steering Committee Rakernas PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan Kongres V Partai Amanat Nasi...
Jelang kongres PAN, Zulkfili ingatkan kader tak saling hujat
Sabtu, 07 Desember 2019 - 14:56 WIB
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkfili Hasan mengingatkan kepada seluruh kader partai agar...
Sukseskan program Presiden, Prabowo tunjuk lima jubir khusus
Jumat, 06 Desember 2019 - 14:06 WIB
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menunjuk lima orang sebagai juru bicara khusus part...
Bawaslu Medan verifikasi berkas administrasi 308 pendaftar calon Panwascam
Jumat, 06 Desember 2019 - 07:46 WIB
Bawaslu Medan, Sumatera Utara, segera melakukan verifikasi berkas pendaftaran 308 calon Panwascam pa...
Pilkades Serentak 2019 Lumajang, satu kecamatan potensi rawan
Jumat, 06 Desember 2019 - 06:26 WIB
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 158 desa yang ada di Kabupaten Lu...
Airlangga tawarkan posisi kehormatan untuk JK dan Luhut
Kamis, 05 Desember 2019 - 07:55 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto akan memberikan posisi kehormatan di internal partai...
Sah, Airlangga Hartarto Ketua Umum Golkar 2019-2024
Kamis, 05 Desember 2019 - 07:15 WIB
Airlangga Hartarto ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2019-2024 secara aklamasi...
Aburizal Bakrie sebut Airlangga siap jadi capres
Rabu, 04 Desember 2019 - 19:47 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan dalam Munas X Golkar, di Jakarta, Ra...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)