Amnesty International nilai polisi luput jelaskan korban jiwa Aksi 22 Mei
Elshinta
Rabu, 12 Juni 2019 - 07:32 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Amnesty International nilai polisi luput jelaskan korban jiwa Aksi 22 Mei
Sejumlah personel kepolisian mengamankan Aksi 22 Mei yang ricuh di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5). Sumber foto: https://bit.ly/2R5rZ1x

Elshinta.com - Amnesty International Indonesia menilai pihak kepolisian luput menjelaskan kepada publik terkait korban jiwa serta pelaku penembakan yang mengakibatkan tewasnya sejumlah warga saat kericuhan Aksi 22 Mei.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menilai hal yang disampaikan polisi dalam konferensi pers tidak menyeluruh dan gagal mengungkap fakta penting mengenai korban tewas dalam peristiwa tersebut.

"Ini menyakitkan bagi keluarga korban yang hari ini berharap polisi mengumumkan ke publik siapa yang melakukan penembakan kepada korban," kata Usman dalam keterangan tertulis seperti yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (11/6).

Menurut Usman, alih-alih menunjukkan perkembangan penyidikan tentang penyebab korban tewas dan pelaku yang harus bertanggung jawab, narasi yang disampaikan polisi hanya soal rencana pembunuhan dalam Aksi 22 Mei.

"Seharusnya polisi mengungkapkan bukti-bukti yang memadai tentang penyebab kematian mereka terlebih dulu, lalu mengumumkan siapa-siapa yang patut diduga sebagai pelaku penembakan terhadap mereka," ucap Usman.

Hal lain yang luput dari penjelasan kepolisian, menurut dia, adalah akuntabilitas penggunaan kekuatan berlebihan oleh sejumlah aparat kepolisian dalam aksi tersebut, salah satunya adalah dugaan penyiksaan yang terjadi di Kampung Bali,Tanah Abang, Jakarta Pusat meski diakuinya pihak polisi saat itu berada dalam kondisi yang tak mudah.

"Anggota Brimob yang melakukan pemukulan dan penganiayaan di Kampung Bali harus diproses hukum secara adil. Komandan Brimob juga perlu dimintai pertanggungjawaban terkait tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya," tegas dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ditjen PAS jelaskan kronologi penyalahgunaan izin berobat Setnov
Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menjel...
MK diminta independen sebagai penjaga konstitusi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK)  didesak mampu menjalankan kewajibannya sebag...
Polisi: Pemeriksaan Kivlan terkait dana dari Habil Marati
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyatakan pemeriksaan Kivlan Zen (KZ) sebagai saksi atas ...
Penangguhan penahanan 100 tersangka kericuhan Mei sesuai prosedur
Sabtu, 15 Juni 2019 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyatakan penangguhan penahanan untuk 100 dari 447 tersangka k...
Soal gugatan Pilpres, Mahfud jelaskan beda diterima dan dikabulkan
Sabtu, 15 Juni 2019 - 16:37 WIB
Elshinta.com - Guna meluruskan penyebutan istilah dalam kasus gugatan Pilpres 2019 yang di...
MK sebut tidak ada ancaman untuk hakim konstitusi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 14:50 WIB
Elshinta.com - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi (MK) Fa...
Saksi sebut Romahurmuziy tidak mengetahui Muwafaq serahkan uang
Sabtu, 15 Juni 2019 - 11:07 WIB
Elshinta.com - Sidang kasus dugaaan suap jabatan di Kementerian Agama kembali digelar di Pengad...
Polisi tangkap penyebar hoaks kasus Kivlan Zen
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Polisi menangkap YM (32) yang merupakan pelaku penyebaran hoaks seolah-olah...
Kivlan Zein enggan berkomentar terkait pemeriksaannya
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:16 WIB
Elshinta.com - Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen, Jumat (14...
Kemenkumham pindahkan Setnov ke lapas Gunung Sindur Bogor
Sabtu, 15 Juni 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Setelah ramai ketahuan narapidana kasus korupsi KTP-el bebas pelesiran di P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once