Pencemaran udara di Pantura meningkat saat libur Lebaran
Elshinta
Rabu, 12 Juni 2019 - 06:59 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Pencemaran udara di Pantura meningkat saat libur Lebaran
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2MQA8si

Elshinta.com - Pencemaran udara di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa meningkat dan terpantau sempat memburuk saat libur Lebaran 2019 karena adanya peningkatan konsentrasi partikular debu kurang dari 2,5 mikron (PM2,5).

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, tingginya PM2,5 terjadi hampir di seluruh wilayah Pantura Jawa, ini menandakan peningkatan aktivitas kendaraan saat Lebaran di berbagai wilayah di Jawa, pembakaran biomassa pascapanen, debu akibat memasuki kemarau, terjadi hampir di seluruh wilayah pantura Jawa.

Belum lagi, lanjut dia, PM2,5 dari PLTU batu bara yang banyak dijumpai di Pantura Jawa, mulai dari Babelan, Indramayu, Cirebon, Batang, Gresik, hingga Paiton, yang sumbangannya terhadap pencemaran udara tidak sedikit.

“Dari rata-rata konsentrasi PM2.5 pada 15-28 mikrogram per meter kubik menjadi rata-rata 47 mikrogram per meter kubik,” kata Ahmad di Jakarta, Selasa (11/6), dikutip Antara.

Ia merinci sumber pencemaran di pantura, Jawa Barat, tidak hanya berasal dari kendaraan bermotor yang menyumbang pencemaran 44 persen, tetapi ada juga dari PLTU batu bara (14 persen), pembakaran di proses industri (19 persen), pembakaran biomassa dan sampah (13 persen), debu jalanan (5 persen), proses konstruksi (2 persen), rumah tangga (3 persen).

Lebih lanjut, ia mengatakan kemacetan yang terjadi berjam-jam juga memperberat tingkat pencemaran dari kendaraan bermotor meski sumbernya tidak tunggal. Dia menjelaskan, faktor kemarau memperberat situasi di mana PM2,5 semakin lama tersuspensi di udara sehingga sebelum PM2,5 luruh ke tanah atau badan air justru ditambah lagi oleh pencemaran berikutnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dasar Sungai Brantas alami penurunan akibat penambangan liar
Minggu, 16 Juni 2019 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Dasar Sungai Brantas yang membentang mulai Blitar hingga Tulungagung, Jawa ...
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya tanam 6 ribu bibit turi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah akan ...
BPBD Riau sebut karhutla masih jadi perhatian ekstra
Jumat, 14 Juni 2019 - 18:54 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan langkah antisipasi da...
Pencemaran udara di Pantura meningkat saat libur Lebaran
Rabu, 12 Juni 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Pencemaran udara di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa meningkat dan ter...
Dianggap punah, populasi bulus langka di Sungai Hadipolo masih 13 ekor
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Jumlah bulus (kura-kura) langka yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang a...
Kerap timbulkan banjir, Kementerian PUPR akan bantu revitalisasi Sungai Ampal
Senin, 10 Juni 2019 - 17:37 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Pusat telah berkomitmen mendanai revitalisasi atau pelebaran Sun...
DKP mengaku perburuan hiu marak di Raja Ampat
Sabtu, 08 Juni 2019 - 09:24 WIB
Elshinta.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Bar...
DLH Kota Yogyakarta kampanyekan `Lebaran Tanpa Sampah`
Selasa, 04 Juni 2019 - 21:48 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menggencarkan kampanye gerakan Lebar...
Menteri Susi lepas liar 37.000 benih lobster di Banyuwangi
Minggu, 02 Juni 2019 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin pelepasliaran 37.0...
Ketua DPR minta kementerian KLH pulihkan habitat harimau Sumatera
Rabu, 29 Mei 2019 - 18:06 WIB
Elshinta.com - Akhir-akhir ini muncul masalah tentang Harimau Sumatera (panthera tigris sumatra...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once