KPK kembali ingatkan penyelenggara negara lapor gratifikasi
Elshinta
Senin, 10 Juni 2019 - 11:28 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Dewi Rusiana
KPK kembali ingatkan penyelenggara negara lapor gratifikasi
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Sumber foto: https://s.id/56kqD

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan para pegawai negeri dan penyelenggara negara yang menerima gratifikasi selama cuti Lebaran segera melaporkan ke KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (10/6) mengatakan lembaganya tetap mengingatkan agar seluruh pegawai negeri dan penyelenggara negara untuk tidak melakukan korupsi dalam bentuk apapun.

"Jika ada yang menerima gratifikasi selama cuti Lebaran ini, maka kami ingatkan agar segera melaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja sejak penerimaan terjadi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, seperti dikutip Antara.

Lebih lanjut, Febri mengatakan penerimaan gratifikasi saat ini dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi "Gratifikasi Online" (GOL).

"Pelaporan gratifikasi telah dapat dilakukan lebih mudah, bisa dari handphone atau peralatan komputer masing-masing menggunakan aplikasi "Gratifikasi Online", kata dia.

Adapun pelapor gratifikasi dapat mengakses melalui tautan https://gol.kpk.go.id atau dengan mengunduh aplikasi "GOL" di perangkat ponsel berbasis android melalui Google Play store atau melalui App store untuk ponsel dengan sistem operasi iOS.

Sejak diluncurkan pada Desember 2017, data statistik KPK menunjukkan peningkatan penggunaan aplikasi tersebut setiap tahunnya dibandingkan medium pelaporan lainnya.

"Pada 2017 tercatat kurang dari 50 laporan diterima melalui GOL. Pada 2018 dari total 2.353 laporan yang diterima sekitar 21 persen, yaitu 508 laporan berasal dari medium pelaporan GOL. Sedangkan di 2019 hingga 29 Mei tercatat 710 laporan dari total 975 laporan gratifikasi yang diterima berasal dari aplikasi GOL atau sekitar 72 persen," ungkap Febri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ditjen PAS jelaskan kronologi penyalahgunaan izin berobat Setnov
Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB
Elshinta.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menjel...
MK diminta independen sebagai penjaga konstitusi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 21:38 WIB
Elshinta.com - Mahkamah Konstitusi (MK)  didesak mampu menjalankan kewajibannya sebag...
Polisi: Pemeriksaan Kivlan terkait dana dari Habil Marati
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyatakan pemeriksaan Kivlan Zen (KZ) sebagai saksi atas ...
Penangguhan penahanan 100 tersangka kericuhan Mei sesuai prosedur
Sabtu, 15 Juni 2019 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya menyatakan penangguhan penahanan untuk 100 dari 447 tersangka k...
Soal gugatan Pilpres, Mahfud jelaskan beda diterima dan dikabulkan
Sabtu, 15 Juni 2019 - 16:37 WIB
Elshinta.com - Guna meluruskan penyebutan istilah dalam kasus gugatan Pilpres 2019 yang di...
MK sebut tidak ada ancaman untuk hakim konstitusi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 14:50 WIB
Elshinta.com - Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri Mahkamah Konstitusi (MK) Fa...
Saksi sebut Romahurmuziy tidak mengetahui Muwafaq serahkan uang
Sabtu, 15 Juni 2019 - 11:07 WIB
Elshinta.com - Sidang kasus dugaaan suap jabatan di Kementerian Agama kembali digelar di Pengad...
Polisi tangkap penyebar hoaks kasus Kivlan Zen
Sabtu, 15 Juni 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Polisi menangkap YM (32) yang merupakan pelaku penyebaran hoaks seolah-olah...
Kivlan Zein enggan berkomentar terkait pemeriksaannya
Sabtu, 15 Juni 2019 - 08:16 WIB
Elshinta.com - Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen, Jumat (14...
Kemenkumham pindahkan Setnov ke lapas Gunung Sindur Bogor
Sabtu, 15 Juni 2019 - 07:14 WIB
Elshinta.com - Setelah ramai ketahuan narapidana kasus korupsi KTP-el bebas pelesiran di P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 182
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once