KPK kembangkan penyidikan hasil OTT di Kejati DKI
Elshinta
Rabu, 03 Juli 2019 - 12:28 WIB | Penulis : Dhany Lukito | Editor : Administrator
KPK kembangkan penyidikan hasil OTT di Kejati DKI
KPK. Sumber foto: https://bit.ly/2J6pbi0

Elshinta.com - Penyidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pengembangan penyidikan atas hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait Perkara Dugaan Suap Penanganan Perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Tahun 2019, yang melibatkan Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta beriniskal AGW.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (2/7) kemarin mengungkapkan hingga kini tersangka yang ditetapkan sejak OTT dilakukan pada 29 Juni 2019 lalu masih tiga orang hasil ekspose atau gelar perkara 1x24 jam sejak operasi, salah satu tersangkanya adalah AGW.

"Dua tersangka lain sebagai perantara dan pemberi suap adalah seorang pengacara berinisal AVS dan SPE dari swasta sebagai klien AVS, tim masih mengembangkan apakah ada pihak lain yang terlibat," kata Febri.

Menurut Febri, dari hasil penyidikan sementara tersangka AGW diduga menerima uang Rp 200 juta dari SPE dan AVS melalui perantara, untuk mengurangi rencana tuntutan dalam perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, seperti dilansir dari InfoPublik, Rabu (3/7).

Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan AVS dan AGW untuk 20 hari ke depan. AGW ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK dan AVS ditahan di Rumah Tahanan Gedung C1 KPK.

Tersangka lain dari pihak swasta, SPE, baru menyerahkan diri pada Minggu, 30 Juni 2019. Ia kemudian diperiksa secara intensif dan ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPK tahan Jaksa Kejari Surakarta
Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:24 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK mena...
Polisi proses hukum 34 pelaku kerusuhan di Timika
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:43 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian memproses hukum lebih lanjut 34 orang pelaku kerusuhan dan tindaka...
Menko Polhukam dan BNPB tegaskan akan tindak pelaku pembakar hutan dan lahan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:20 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto me...
Terima sejumlah laporan terhadap UAS, Polda Metro Jaya akan pelajari semuanya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 07:38 WIB
Elshinta.com - Polda Metro Jaya masih akan mempelajari semua laporan terhadap Ustaz Abdul Somad yan...
KPK geledah rumah pengusaha bauksit di Tanjungpinang
Rabu, 21 Agustus 2019 - 18:12 WIB
Elshinta.com - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Hendy HDS, salah seorang p...
KPK akan kirim tim ke pabrikan pesawat terkait suap PT Garuda Indonesia
Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:34 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengatakan KPK akan...
KPK kecewa pada Jaksa Kejari Yogyakarta
Rabu, 21 Agustus 2019 - 12:46 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengatakan, KPK k...
KPK periksa tiga anggota DPR terkait kasus korupsi KTP-el
Rabu, 21 Agustus 2019 - 11:40 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, KPK meme...
KPK periksa mantan Gubernur Jatim Soekarwo
Rabu, 21 Agustus 2019 - 11:22 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, tim peny...
Oknum kepala desa di Cirebon korupsi dana desa hingga ratusan juta
Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:45 WIB
Elshinta.com - Satreskrim Polres Cirebon mengamankan Kepala Desa Sarajaya, AL karena diduga melaku...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)