Pancasila jadi alat ampuh atasi Radikalisme
Elshinta
Selasa, 28 Mei 2019 - 19:07 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Pancasila jadi alat ampuh atasi Radikalisme
Diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9. Foto: Dodi Handoko/Elshinta.

Elshinta.com - Kasubdit Kontra Propaganda, Direktorat Pencegahan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel Sujatmiko mengatakan Pancasila menjadi alat yang ampuh untuk mengatasi radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, bila dilaksanakan dengan benar, akan mendorong masyarakat saling menghargai sesama,” katanya saat acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jl Medan Merdeka Barat 9, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Dikatakannya, paham radikalisme dan terorisme di Indonesia mengalami pasang surut, mengikuti suasana. Ada saat-saat kritis. Salah satunya saat tensi politik yang meningkat.

“Mereka, para penganut paham radikalisme pada dasarnya tidak menghargai ajaran leluhur. Ini jelas bertentangan dengan Pancasila,” ungkapnya seperti dilaporkan Reporter Dodi Handoko.

Dijelaskannya, untuk mengatasi radikalisme dan terorisme, BNPT menerapkan pendekatan secara lunak, dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi.

“BNPT bersinergi dengan kementerian dan lembaga untuk bersama mengatasi radikalisme dan terorisme. BNPT tidak bisa sendirian, jadi kita harus bersama-sama untuk memerangi paham terorisme,” paparnya.

Diskusi media dengan Tema “Kita Indonesia, Kita Pancasila”, juga menghadirkan narasumber Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Hariyono.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat: Ada kejanggalan isu referendum Papua, tangkap hukum berat aktor kerusuhan
Minggu, 25 Agustus 2019 - 18:56 WIB
Elshinta.com - Analis Politik Senior, Rahman Sabon Nama, mempertanyakan pernyataan pakar hukum tatan...
Balik kanan, Menko Polhukam-Panglima-Kapolri harap Papua Barat pulih
Jumat, 23 Agustus 2019 - 07:24 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ber...
Polri bersyukur tidak ada korban jiwa akibat rusuh di Papua
Rabu, 21 Agustus 2019 - 14:00 WIB
Elshinta.com - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri bersyukur rusuh...
Menko Polhukam: Kondisi Papua aman terkendali
Rabu, 21 Agustus 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan (Menko Polhukam...
Gubernur jamin keamanan mahasiswa Papua di Jateng
Selasa, 20 Agustus 2019 - 14:37 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjamin keamanan para mahasiswa Papua yang sed...
Kapolri: Papua adalah saudara kita sendiri
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:16 WIB
Elshinta.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa situasi di Manokwari, Papua Barat,...
Polda Sulsel kirim 300 personel Brimob bantu keamanan di Papua Barat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 08:04 WIB
Elshinta.com - Sebanyak dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Polda Sulsel, pada Senin (19/8) mala...
Wiranto sebut pernyataan negatif soal pelecehan bendera picu aksi di Papua
Senin, 19 Agustus 2019 - 19:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto men...
Wapres minta seluruh pihak tekan eskalasi ricuh Papua
Senin, 19 Agustus 2019 - 17:33 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla meminta aparat Polri, TNI dan jajaran pemerint...
Polri: Unjuk rasa di Manokwari karena tidak terima isi video di medsos
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:54 WIB
Elshinta.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, massa yang mela...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)