Komentar Sandiaga soal penangkapan anggota BPN
Elshinta
Minggu, 26 Mei 2019 - 19:52 WIB |
Komentar Sandiaga soal penangkapan anggota BPN
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. Sumber foto: https://s.id/57t2G

Elshinta.com - Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno angkat bicara mengenai penangkapan beberapa anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang baru-baru ini terjadi.

"Punggawa-punggawa BPN yang saat ini bermasalah hukum, kami ingin hukum ini tegak seadil-adilnya," kata Sandiaga di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (26/5).

Menurut Sandiaga, beberapa anggota BPN yang bermasalah hukum tersebut sekadar aktif menyuarakan suatu perubahan.

Penegakan hukum, lanjut dia, akan diserahkan kepada Tim Hukum BPN. Dalam hal ini, dia enggan berkomentar banyak. "Yang jelas, kami ingin hukum itu digunakan seadil-adilnya dan tidak hanya menyerang kepada oposisi, tetapi juga bisa tidak pandang bulu," kata Sandi, seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya, ditangkap oleh polisi pada hari Minggu sekitar pukul 03.00 WIB.

Mostofa ditangkap polisi lantaran diduga menyebarkan kabar bohong tentang Harun, seorang remaja yang tewas dalam kerusuhan 21 s.d. 22 Mei di Jakarta.

Dia disangka melanggar Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, Pasal 14 ayat (1) dan (2) atau Pasal (15) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Antisipasi kerawanan Pilkades, Polsek Bojonggede pertebal pengamanan
Rabu, 21 Agustus 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Kapolsek Bojonggede, Kabupaten Bogor, Polresta Depok, Jawa Barat melakukan penebalan...
Pemungutan suara ulang di Sulteng berjalan lancar
Selasa, 20 Agustus 2019 - 12:11 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan proses pemungutan suara ulang (PSU), di Tem...
Pengamat: Dukung pemisahan pilpres dan pileg
Senin, 19 Agustus 2019 - 12:31 WIB
Elshinta.com - Pengamat hukum tata negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Johanes Tuba Hela...
Ketua KPUD berikan piagam penghargaan kepada Kapolres Majalengka
Kamis, 15 Agustus 2019 - 21:43 WIB
Elshinta.com - Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono,S.I.K.,M.Si menghadiri acara penyerahan salinan ke...
Parpol diminta coret bekas napi korupsi dalam Pilkada
Rabu, 14 Agustus 2019 - 08:38 WIB
Elshinta.com - Partai politik di Maluku Utara (Malut) diminta tidak memberi peluang kepada mantan ...
Peneliti: Penggunaan IT dalam Pemilu perlu dievaluasi
Jumat, 02 Agustus 2019 - 08:28 WIB
Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi Erik Kurniawan mengatakan penggunaan teknologi informasi dal...
KPU pertimbangkan ajukan kembali judicial review ke MA terkait koruptor
Rabu, 31 Juli 2019 - 16:11 WIB
Elshinta.com - Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, KPU berhati-hati menerapkan aturan mela...
Amankan Pilkades, Polres Batang kerahkan 1.700 personel
Minggu, 21 Juli 2019 - 18:30 WIB
Elshinta.com - Polres Batang, Jawa Tengah akan mengerahkan sedikitnya 1.700 personel untuk...
KPU salurkan santunan bagi ahli waris petugas KPPS Yogyakarta
Minggu, 21 Juli 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyalurkan santunan kepada anggota keluarga...
KPU pertimbangkan rekap suara secara elektronik
Kamis, 04 Juli 2019 - 18:26 WIB
Elshinta.com - Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan, KPU sedang mempertimbangkan penerap...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)