Bantah tudingan rekayasa, rekapitulasi KPU tak berbeda dengan `quick count`
Elshinta
Selasa, 21 Mei 2019 - 13:15 WIB |
Bantah tudingan rekayasa, rekapitulasi KPU tak berbeda dengan `quick count`
Ketua KPU Arief Budiman bersama Ketua Bawaslu Abhan berjabat tangan dengan perwakilan saksi TKN 01 dan BPN 02 seusai mengikuti rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Se

Elshinta.com - Lembaga survei Populi Center menyebutkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menunjukkan bahwa hitung cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga tidak berbeda jauh dan membantah tudingan adanya rekayasa.

"Hasil rekapitulasi suara Pilpres oleh KPU ini tidak mengejutkan bagi kami. Ini menunjukkan quick count oleh sejumlah lembaga survei masih kredibel," kata Direktur Eksekutif Populi Center, Usep Ahyar ketika dikonfirmasi Antara di Jakarta, Selasa (21/5).

Menurut dia, hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei yang kredibel dan memiliki integritas serta melakukan metodologi secara benar, maka hasilnya pun tidak akan berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi KPU.

"Sejak jaman reformasi quick count sudah pernah dilakukan dan hasilnya pun presisi atau tidak berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi KPU. Kalau dilakukan dengan metodologi dan statistik yang benar, maka angkanya akan presisi," ungkap Usep.

Usep mengatakan, terkait adanya tudingan kecurangan-kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres ada mekanisme yang bisa ditempuh oleh salah satu pasangan calon untuk mengatasi hal itu.

"Yang kita lakukan adalah menghitung suara yang ada di TPS dengan cara random. Kalau ada kecurangan ada mekanismenya," tukasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KPU hormati keputusan MA terkait permohonan Prabowo-Sandiaga
Rabu, 17 Juli 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengapresiasi putusan Mahkamah Agung (MA) terka...
Apa pengaruh gugatan kedua Prabowo ke MA pada pelantikan presiden terpilih?
Jumat, 12 Juli 2019 - 10:02 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menilai gugatan kedua yang diajukan Prabowo ...
KPU siap jawab gugatan kasasi kedua capres Prabowo Subianto
Rabu, 10 Juli 2019 - 15:34 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap memberikan jawaban atas gugatan kasasi ked...
KPU persilakan Prabowo ajukan gugatan lagi ke MA, tapi...
Rabu, 10 Juli 2019 - 08:40 WIB
Elshinta.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Aziz mempersilakan pihak P...
Pasca Pilpres 2019, emak-emak 01 dan 02 dukung persatuan Indonesia
Jumat, 05 Juli 2019 - 17:17 WIB
Elshinta.com - Ratusan emak-emak se-Jabodetabek mengikuti acara pengajian bertajuk Memperteguh ...
BPN: Kontestasi Pilpres telah selesai
Minggu, 30 Juni 2019 - 19:33 WIB
Anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Habiburokhma...
Jokowi: Sangat bahagia jika Pak Prabowo datang ke pelantikan
Minggu, 30 Juni 2019 - 18:27 WIB
Calon presiden terpilih, Joko Widodo, mengatakan dirinya bersama calon wakil presiden terpilih Ma`ru...
Jokowi ajak Prabowo-Sandi bersama bangun negeri
Minggu, 30 Juni 2019 - 17:43 WIB
Presiden terpilih, Joko Widodo, mengajak capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sand...
Jokowi dan Ma`ruf berpesan masyarakat terus rukun usai Pemilu
Minggu, 30 Juni 2019 - 17:03 WIB
Calon presiden dan calon wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, menyampaikan pesan ke...
Yusril: Tanpa kehadiran Prabowo-Sandi penetapan tetap sah
Minggu, 30 Juni 2019 - 16:42 WIB
Ketua tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma`ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan, penetapan calon presi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV