MemoRI 11 Juni
`Mencekamnya` Gerhana Matahari Total 1983
Elshinta
Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
`Mencekamnya` Gerhana Matahari Total 1983
Gerhana Matahari Total yang terlihat di wilayah Chongqing Municipality, bagian Barat Daya Cina. (AP/Xinhua, Zhou Hengyi). Sumber foto: https://bit.ly/2Ef746S

Elshinta.com - Indonesia pernah disapa oleh Gerhana Matahari Total (GMT) atau Total Solar Eclipse, tepatnya pada 11 Juni 1983. Kala itu, jalur totalitas GMT berlangsung hanya di Pulau Jawa, lokasi dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia.

Berbeda dengan GMT yang juga terjadi pada tahun 2016, dimana orang-orang bisa dengan bebas menyaksikan fenomena alam yang indah ini, pada tahun 1983 justru tercatat sebagai peristiwa yang paling menghebohkan. Kehebohan terjadi karena pada masa itu banyak beredar kabar bohong. 

Mengutip dari beberapa sumber, pada tahun 1983 itu, di zaman pemerintahan Orde Baru, rakyat tidak boleh melihat GMT secara langsung. Masyarakat saat itu oleh Menteri Penerangan (Menpen) Harmoko, diminta untuk tidak keluar rumah atau menyaksikan peristiwa GMT secara langsung tanpa alat dan melihat dari luar rumah. 

Pemerintah melalui aparat TNI dan Polri juga melarang warga menyaksikan langsung secara beramai-ramai. Bahkan di wilayah Jawa Timur, aparat keamanan menyita puluhan alat teropong yang akan digunakan warga untuk melihat gerhana.

Warga diperintahkan masuk ke dalam rumah. Bahkan, saat itu adalah hari kerja namun di sejumlah tempat terpaksa harus menghentikan aktivitas mereka hingga siang hari. Warga masyarakat saat itu mematuhi aturan yang keluarkan Presiden Soeharto melalui Menpen Harmoko.

Kala itu, informasi yang beredar soal gerhana bisa dibilang `menyeramkan`, yakni bila menyaksikan langsung dengan mata telanjang akan terkena dampak radiasi infra merah atau percikan atau lontaran partikel-partikel gas dari matahari. Rakyat waktu itu ditakut-takuti jika melihat langsung bisa mengakibatkan gangguan mata hingga mengalami kebutaan. Sehingga, saat Gerhana Matahari Total terjadi, bahkan ada yang bertindak ekstrem sampai-sampai seluruh jendela rumah ditutup. 

Rumah-rumah warga, terutama bagian lubang angin, hewan ternak peliharaan seperti sapi, kerbau, dan kambing serta burung peliharaan perkutut diminta untuk disembunyikan. Lubang angin rumah harus disumbat. Sapi atau hewan terbnak lainnya matanya harus ditutup kain saat di kandang. Sedangkan burung perkutut harus disembunyikan di bawah kolong tempat tidur.

Bahkan, Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito Yogyakarta juga menyiapkan Tim Satgasus (Satuan Tugas Khusus) untuk menangani korban akibat melihat langsung GMT.

Hanya di televisi

Puncak totalitas gerhana berlangsung cukup lama, hampir 7 menit. Kala itu fenomena terjadi pada tengah hari bolong, yaitu sekitar pukul 12 siang. Bagaimana tidak heboh, seharusnya terik, tapi secara alami berubah menjadi seperti malam, kata orang-orang. Peristiwa ini bisa dikatakan menjadi awal mula anggapan Gerhana Matahari sifatnya "membahayakan" muncul.

Saat GMT berlangsung, warga hanya boleh melihat dari siaran televisi, yang saat itu masih televisi hitam putih. Padahal, Gerhana Matahari Total 1983 itu menjadi perhatian dunia internasional terutama para ahli dari luar negeri yang banyak berdatangan ke Indonesia. 

Fenomena heboh Gerhana Matahari Total 1983 disiarkan langsung di TVRI -- stasiun televisi satu-satunya di Indonesia kala itu. Tayangan ala jadul tersebut pun menjadi saksi terkait "kecelakaan" alam langka.

"... Gerhana Matahari 11 Juni tahun 1983, akan disiarkan secara langsung oleh Televisi Republik Indonesia. Untuk itu Televisi Republik Indonesia akan memulai siarannya pada pukul 09.00 dan akan berlangsung hingga pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat (WIB)...," ucap si pembaca berita berkebaya oranye dan bersanggul dengan gaya khas, dalam video yang dikutip dari sebuah situs berbagi video. 

Lalu disambung dengan tayangan langsung terjadinya gerhana matahari total yang diberi tajuk "Live broadcast from Jakarta Indonesia. Coverage On Total Solar Eclipse 1983".

Stasiun TVRI waktu itu menyiarkan siaran langsung bekerja sama dengan televisi NHK Jepang. Siaran langsung dilakukan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, yang baru saja diresmikan purna pugarnya oleh Unesco pada awal tahun 1983 oleh Presiden Soeharto. TVRI menyiarkan langsung GMT mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
15 Agustus 2005: RI dan GAM berdamai lewat perjanjian di Helsinki
Kamis, 15 Agustus 2019 - 08:02 WIB
Elshinta.com - Sejarah hari ini mengingatkan peristiwa penting yang terjadi pada 14 tahun silam. Pe...
9 Agustus 1945: Bom atom di Nagasaki iringi proklamasi kemerdekaan RI
Jumat, 09 Agustus 2019 - 06:45 WIB
Elshinta.com - Pada 9 Agustus 1945, Amerika Serikat (AS) menyerang Kota Nagasaki, Jepang, ...
8 Agustus 1967: Berdirinya ASEAN
Kamis, 08 Agustus 2019 - 09:09 WIB
Elshinta.com - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara) yang lebih populer dengan...
Bom meledak di Menteng, Dubes Filipina tewas dan belasan orang terluka
Kamis, 01 Agustus 2019 - 11:16 WIB
Sejarah hari ini, 19 tahun lalu tepatnya 1 Agustus 2000 sebuah bom meledak di depan rumah Duta Besar...
Bersihkan benalu, lansia ditemukan meninggal di atas pohon
Selasa, 30 Juli 2019 - 21:11 WIB
Elshinta.com - Warga Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Setono Pande Kecamatan Kota, Kediri, Jawa Ti...
Pembentukan kabinet keempat setelah RIS dibubarkan
Selasa, 30 Juli 2019 - 06:37 WIB
Elshinta.com - Setelah dibubarkannya Republik Indonesia Serikat (RIS) beberapa kabinet tel...
Saat orde baru dimulai
Minggu, 28 Juli 2019 - 10:46 WIB
Elshinta.com - Pada awal berdirinya, Masa Orde baru menjadi titik kebangkitan bangsa Indon...
`Sabtu kelabu` kala itu...
Sabtu, 27 Juli 2019 - 10:35 WIB
Elshinta.com - Serangan berdarah terjadi di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI), J...
Setelah 120 tahun, KNIL dibubarkan
Jumat, 26 Juli 2019 - 15:11 WIB
Elshinta.com - KNIL adalah singkatan dari bahasa Belanda; het Koninklijke Nederlands(ch)-I...
Cari spot foto, mahasiswi STIKI hilang terseret ombak di Pantai Watu Lepek
Selasa, 23 Juli 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Suasana duka menyelimuti kediaman almarhumah Sephia Virgin Pradila mahasisw...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once