Belum sadarkan diri, Kasatreskrim Polres Wonogiri tetap dibawa ke Singapura
Rabu, 15 Mei 2019 - 20:27 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Belum sadarkan diri, Kasatreskrim Polres Wonogiri tetap dibawa ke Singapura. Foto: Deni Suryanti/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani segera dipindah ke Singapore General Hospital (SGH) dari RS Dr Oen Solobaru, Kabupaten Sukoharjo menyusul kondisinya mulai stabil meski belum sadarkan diri dari koma setelah menjadi korban pengeroyokan perguruan bela diri ketika bertugas menghalau massa beberapa waktu lalu.

Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Ahmad Luthfi usai membesuk AKP Aditia kepada Kontributor Elshinta Deni Suryanti, Rabu (15/5), mengatakan kondisi korban yang sudah dirawat selama sepekan belum sadar dari koma, tetapi menunjukkan kondisi yang positif.

Dia menuturkan, berdasarkan keterangan dokter yang merawat, pasien mulai recovery atau pada kondisi pemulihan, syaraf mata bagian kanan mulai bergerak-gerak, dan kondisi kesehatan bisa dikatakan mulai stabil sehingga memungkinkan dibawa ke Singapura. "Waktunya mungkin dalam satu dua hari kedepan," ujarnya.

Menurut Wakapolda, kondisi pasien yang menunjukkan perkembangan tidak lepas dari kerja tim dokter RS Dr Oen Solobaru yang maksimal. Sedangkan keputusan memindahkan ke Singapura untuk lebih memaksimalkan pengobatan dan pemulihan pasien berdasarkan koordinasi yang intensif dengan pihak rumah sakit, keluarga dan kepolisian. "Kita ingin yang lebih maksimal," ungkapnya.

Sebelumnya, pihak keluarga sejak awal berencana membawa Aditia Mulya ke Singapura untuk alternatif pengobatan. Kakak kandung pasien, Yudha Mulya Angga Sasmita menyebutkan kondisi sang adik masih belum memungkinkan sehingga sempat membatalkan rencana dan menyerahkan sepenuhnya pada tim dokter RS Dr Oen Solobaru. Namun, melihat perkembangan kondisi kesehatan Aditia Mulya, akhirnya keluarga berkeputusan membawa korban berobat ke Singapura.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 24 Mei 2019 - 19:06 WIB
Elshinta.com -Kehadiran patung Sultan Ageng Tirtayasa di Serang menunjukkan bahwa Banten memili...
Jumat, 24 Mei 2019 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Pertemuan dua pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) yang dihadiri ketua...
Jumat, 24 Mei 2019 - 11:42 WIB
Elshinta.com - Atlet jetski nasional kakak beradik peraih medali Asian Games Aero Aswar dan Aqs...
Selasa, 21 Mei 2019 - 13:34 WIB
Elshinta.com - Pemerintah mengabulkan harapan Ida Faridha (54), warga Kawarang, Jawa Barat...
Senin, 20 Mei 2019 - 21:53 WIB
Elshinta.com - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mengimbau masyarakat khususnya umat...
Senin, 20 Mei 2019 - 07:42 WIB
Elshinta.com - Umat Buddha di Vihara Buddha Sakyamuni, Kota Denpasar, Bali, melepas sekita...
Minggu, 19 Mei 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) ...
Minggu, 19 Mei 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) ...
Minggu, 19 Mei 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Prosesi pembakaran patung Buddha mewarnai peringatan Hari Suci Waisak 2563 ...
Minggu, 19 Mei 2019 - 07:28 WIB
Elshinta.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, keberagaman yang menjadi c...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung