Komisioner Ombudsman duga inefisiensi penyebab tiket pesawat mahal
Elshinta
Rabu, 15 Mei 2019 - 18:29 WIB |
Komisioner Ombudsman duga inefisiensi penyebab tiket pesawat mahal
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LJZB5R

Elshinta.com - Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alvin Lie menyatakan penyebab tingginya harga tiket pesawat adalah inefisiensi di tubuh maskapai, seperti jumlah pesawat terlalu banyak dan utilitasnya rendah.

"Pada umumnya di bawah 10 jam, itu kan tidak efisien. Yang efisien, dari jumlah pesawat, terbang sedikitnya 12 kali sehari. Nah, kalau memang tidak efisien, ya kurangi jumlah pesawatnya,” kata Alvin melalui keterangan tertulis yang dihimpun Antara di Jakarta, Rabu (15/5).

Komponen pengadaan pesawat, lanjutnya, memang sangat tinggi, karena seluruh biaya sewa pesawat mempergunakan mata uang euro atau dolar Amerika Serikat.

"Maskapai ini kan pesawatnya sewa semua. Nilai tukar rupiah terhadap Dolar sejak 2016 sudah turun. Ketika tarif batas atas (TBA) ditetapkan pada 2016 lalu, asumsinya kurs Dolar adalah Rp12 ribu, sekarang Rp14 ribu," ujar Alvin yang juga pengamat penerbangan.

Jika benar tidak efisien, menurut dia, Pemerintah juga berhak memberikan teguran kepada maskapai yang melakukan pengadaan pesawat baru lagi, kecuali untuk peremajaan. "Misal, pesawat yang sudah berusia delapan tahun diremajakan dengan mendatangkan yang usianya 0 tahun, itu oke saja," tambah Alvin.

Untuk meningkatkan efisiensi, lanjut dia, hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mendorong maskapai untuk membuka jalur penerbangan internasional, tidak seperti sekarang di mana maskapai penerbangan hanya bermain di tingkat domestik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perairan Maluku dibayangi gelombang tinggi empat meter
Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:57 WIB
Elshinta.com - Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon memprakirakan gelombang laut dengan tinggi samp...
Di CFD, Sat Lantas Polres Cirebon beri pelayanan prima kepada masyarakat
Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Sat Lantas Polres Cirebon melakukan pengamanan jalur kegiatan car free day yang dilak...
Indonesia jadikan Arab Saudi pasar perintis melalui penyelenggaraan haji
Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:11 WIB
Elshinta.com - Pelaksanaan ibadah haji trus dikembangkan menjadi pasar printis masuknya produk buata...
Pasca blackout, PLN janjikan kinerja lebih baik
Minggu, 25 Agustus 2019 - 14:39 WIB
Elshinta.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menjanjikan kinerja yang lebih baik pascakej...
Merapi luncurkan guguran lava sejauh 500 meter
Minggu, 25 Agustus 2019 - 14:15 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan...
Maruf Amien kunjungi ke Ponpes Daarus Syifa Compreng Subang
Minggu, 25 Agustus 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden terpilih KH. Ma`ruf Amin melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kabup...
Pesawat N219 buatan PT DI akan sambungkan pulau hingga Papua
Minggu, 25 Agustus 2019 - 12:28 WIB
Elshinta.com - Untuk menghubungkan setiap pulau di Indonesia, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) teng...
Disdukcapil Padang lakukan sosialisasi pentingnya data kependudukan
Minggu, 25 Agustus 2019 - 11:55 WIB
Elshinta.com - Melalui anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan 2019, Kelurahan Belakang Tangsi, Su...
P3GL besama Universitas Cambridge dan ITB pasang OBS di Selat Makassar
Minggu, 25 Agustus 2019 - 10:53 WIB
Elshinta.com - Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) Ke...
7 jemaah haji Lampung meninggal di Tanah Suci
Minggu, 25 Agustus 2019 - 10:28 WIB
Elshinta.com - Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemena...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)