Kiri Kanan
Dari sisi luas, Presiden sebut tempat ini paling siap jadi calon pengganti Ibu Kota
Elshinta
Rabu, 08 Mei 2019 - 14:47 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Dari sisi luas, Presiden sebut tempat ini paling siap jadi calon pengganti Ibu Kota
Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat meninjau salah satu lokasi alternatif pengganti Ibu Kota RI, di Kab. Gunung Mas, Kalteng, Rabu (8/5) siang. Sumber foto: https://bit.ly/2H8OuPH

Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan meninjau dari udara lokasi calon ibu kota baru di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (8/5) siang.

Menurut Presiden, kalau dari sisi keluasan, lokasi yang terletak di Kabupaten Gunung Mas itu paling siap. 

“Mau minta 300.000 hektare siap di sini, kurang masih tambah lagi juga siap,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan di lokasi peninjauan, seperti diinformasikan melalui laman resmi Setkab. 

Namun soal kelayakan, Presiden Jokowi menjelaskan, saat ini masih dalam kalkulasi, masih dalam kajian, masih dalam hitung-hitungan semuanya. Karena aspeknya kan banyak sekali.

“Sekali lagi ini menyangkut aspek yang tidak satu dua. Urusan banjir mungkin di sini tidak, ya kan. Urusan gempa di sini tidak. Tapi apa, kesiapan infrastruktur harus dimulai dari 0 lagi, ya kan. Itu juga salah satu pertimbangan-pertimbangan masalah sosial politiknya, masalah sosiologi masyarakatnya, semuanya, semuanya dilihat semuanya,” terang Presiden.

Presiden enggan menjawab secara langsung perbandingan lokasi di Bukit Soeharto, Balikpapan, dengan di Kabupaten Gunung Mas itu. Ia menjelaskan, nantinya tim besarnya pasti diam-diam akan pergi ke lokasi yang ditinjaunya lagi, berhitung, kemudian baru setelah matang terencana secara detail disampaikan kepada dirinya. Dari situlah, Pemerintah akan memutuskan.

“Saya ini ke lapangan hanya satu, mencari feelingnya, biar dapet feelingnya gitu. Biar dapet feelingnya, kalau nggak dapet feelingnya nanti kalkulasinya, hitung-hitungannya memutuskan itu lebih mudah,” ungkap Presiden Jokowi seraya menambahkan, ini sebuah sebuah visi besar jangka panjang. Bisa 50 tahun bisa 100 tahun yang akan datang dalam rangka mempersiapkan negara ini untuk masuk sebagai sebuah negara maju.

Saat didesak kembali oleh wartawan mengenai perbandingan lokasi di Bukit Soeharto dengan di Gunung Mas, Presiden Jokowi menegaskan, "Semuanya ada plus minusnya, ada plus minus. Nggak mungkin semuanya plus semuanya, nggak mungkin. Minus semuanya juga nggak mungkin".

Salah satu minusnya di Balikpapan, Presiden setuju jika dikatakan airnya asin dan di sana juga masih banjir.

Sementara di Kalimantan Tengah, Presiden Jokowi mengakui jika Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno yang dulu memilihnya sebagai lokasi baru untuk memindahkan Ibu Kota RI pasti ada alasan-alasan khusus, ada alasan-alasan besarnya pasti ada. 

“Nggak mungkin sebuah keputusan itu disampaikan tanpa sebuah argumentasi data, fakta-fakta lapangan yang matang,” pungkasnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil, dan Gubernur Kalteng Soeganto Sabran. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hadapi Nataru, jalan tol Tangerang-Merak tak ada perbaikan
Senin, 09 Desember 2019 - 15:12 WIB
Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2020, dipastikan jalan tol Tangerang-Merak sudah tidak a...
Kapolda Jabar resmikan status Polres Bandung jadi setingkat Polresta
Senin, 09 Desember 2019 - 15:02 WIB
Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi, meresmikan peningkatan tipologi status Polres Bandung yan...
Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad turut serta lestarikan adat Suku Kamoro
Senin, 09 Desember 2019 - 14:43 WIB
Personel Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad bersama ...
Targetkan 1 juta barel, Forum Eksplorasi dan Produksi-Paradigma Baru kumpul di Bandung
Senin, 09 Desember 2019 - 14:34 WIB
Forum Eksplorasi dan Produksi mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri hulu minyak dan ga...
Hari Anti Korupsi, Wakajatisu ajak masyarakat cegah korupsi
Senin, 09 Desember 2019 - 13:48 WIB
Wakajati Sumatera Utara, Sumardi bersama Asisten, Kordinator, Kabag TU dan Kasi serta pegawai Kejati...
Agus Rahardjo nyatakan perizinan masih perlu penguatan koordinasi-supervisi
Senin, 09 Desember 2019 - 13:26 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan bahwa masalah perizinan di Indones...
Miliki BRT, Palembang jadi proyek percontohan pembenahan angkutan massal
Senin, 09 Desember 2019 - 12:50 WIB
Kota Palembang, Sumatera Selatan, terpilih menjadi lokasi proyek percontohan pembenahan angkutan mas...
KPK: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia tunjukkan tren positif
Senin, 09 Desember 2019 - 12:39 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengungkapkan nilai Indeks Persepsi Korupsi ...
BPBD imbau warga Banjarnegara waspadai angin kencang
Senin, 09 Desember 2019 - 10:45 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengimbau warga untuk mewaspadai kejadian an...
Buaya muara muncul, petugas imbau warga tak dekati Sungai Lematang
Senin, 09 Desember 2019 - 08:41 WIB
Petugas mengimbau warga di sekitar Sungai Lematang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan tidak ber...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)