Ketua DPR soroti indikasi kecurangan Pemilu antar caleg
Elshinta
Senin, 22 April 2019 - 14:15 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ketua DPR soroti indikasi kecurangan Pemilu antar caleg
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mengatakan agar Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) agar bekerja secara profesional, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan.

"Salah satu hal krusial yang harus dilakukan KPU adalah menjalankan amanat Pasal 391 Undang-undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Yakni Panitia Pemungutan Suara (PPS) wajib mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah kerjanya dengan cara menempelkan salinan tersebut di tempat umum," papar Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/4).

Dikatakannya, pasal 508 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum juga memberikan sanksi tegas. Setiap anggota PPS yang tidak mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 391, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

"Ketentuan tersebut dimaksudkan agar rakyat dapat terpenuhi haknya dalam memperoleh informasi seputar Pemilu. Di sisi lain juga dapat menjaga akuntabilitas dan transparansi kinerja setiap personel KPU di lapangan dari berbagai tingkatan. Tidak hanya itu, potensi terjadinya kecurangan seperti penggelembungan maupun penghilangan suara juga dapat diminimalisir," jelasnya. 

Bamsoet menyebutkan, salah satu modus kecurangan yang kerap terjadi antar caleg internal partai itu sendiri adalah, pencurian melalui persekongkolan pengurangan pencatatan di C1 sebelum dikirim ke kecamatan atau PPK.

Modus pertama, misalnya, perolehan suara di TPS yang tercatat di C1 adalah 53 suara, tiba-tiba berubah menjadi tiga suara. Sedangkan 50 suara lagi tiba-tiba masuk ke caleg di atasnya sesama satu partai yang semula hanya tujuh suara tiba-tiba melonjak menjadi 57 suara. Begitu seterusnya di tiap-tiap TPS.

"Ini biasa disebut kecurangan melalui pencurian suara sesama caleg satu partai. Praktik ini bisa biasanya dilakukan dengan melakukan persekongkolan dengan petugas PPS di TPS-TPS yang sudah dikondisikan," ungkap Bamsoet.

Modus kedua, lanjutnya, melakukan penggelembungan suara atas nama caleg agar memperoleh suara tertinggi di partainya dengan menggeser suara partai ke perolehan atas nama caleg. Praktik kecurangan ini kerap luput dari pengamatan caleg satu partai lainnya yang sebenarnya sangat dirugikan. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sidang Pileg, Hakim MK minta pemohon pahami permohonannya
Selasa, 09 Juli 2019 - 18:12 WIB
Elshinta.com - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra meminta seluruh kuasa hukum pemoh...
KPU Jepara tetapkan 50 anggota DPRD
Kamis, 04 Juli 2019 - 11:09 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menetapkan 50 calon anggota De...
JK nilai posisi Ketua MPR seharusnya diisi kader Golkar
Selasa, 21 Mei 2019 - 20:16 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan posisi Ketua Majelis Permus...
Hasil final Pileg rekapitulasi nasional
Selasa, 21 Mei 2019 - 07:18 WIB
Elshinta.com - Hasil final rekapitulasi nasional Pemilu anggota legislatif telah ditetapka...
DPR: Penolakan hasil Pilpres berdampak pada Pileg
Rabu, 15 Mei 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan penolakan hasil Pemilu Presiden ...
3 dari 5 besar calon DPD tingkat Kota Medan wajah baru
Minggu, 12 Mei 2019 - 20:15 WIB
Elshinta.com - Tiga dari lima besar calon anggota DPD RI 2019 tingkat Kota Medan menganton...
Pasutri asal Kota Kediri berpeluang jadi anggota legislatif
Kamis, 09 Mei 2019 - 18:37 WIB
Elshinta.com - Pasangan suami istri (Pasutri) di Kediri Jawa Timur, Nurhadi Sekti Mukti da...
Sejumlah artis berpeluang duduk di Senayan. Siapa saja? Cek disini
Jumat, 03 Mei 2019 - 07:10 WIB
Elshinta.com - Partai-partai politik peserta Pemilihan Umum Legislatif 2019 sudah menghimp...
Dikabarkan lolos ke Senayan, Mulan Jameela: Saya enggak tahu
Sabtu, 27 April 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Mulan Jameela mengaku belum tahu kabar yang menyebutkan bahwa dia akan mele...
Bawaslu ingatkan parpol laporkan LPPDK
Jumat, 26 April 2019 - 18:32 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Blitar mengingatkan kepada seluruh partai p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 193
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 137
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once