Cara membagi perhatian pada anak agar adil
Elshinta
Sabtu, 20 April 2019 - 21:42 WIB |
Cara membagi perhatian pada anak agar adil
Sumber Foto: https://bit.ly/2DofHvs

Elshinta.com - Banyak orang tua yang memiliki putra-putri lebih dari satu merasa kesulitan membagi waktu memperhatikan anak-anak mereka. Lantas, bagaimana caranya agar masing-masing anak merasa mendapat perhatian secara adil?

"Memang challenge-nya kalau anak lebih dari tiga misalnya empat. Paling tidak, minggu ini untuk anak pertama sama ibu. Adiknya sama ayahnya. Nanti minggu depan bisa untuk anak yang lain. Bisa tuker-tukeran," ujar psikolog anak dari Tiga Generasi, Chitra Annisya, M.Psi. di Jakarta, Sabtu (20/4).

Chitra menyoroti kebiasaan umum di masyarakat yang menempatkan sang kakak harus selalu mengalah pada adik-adiknya. Dia tak membenarkan hal itu.

"Seharusnya tidak seperti itu. Ketika menghabiskan waktu pun tidak serta merta ketika kakak sudah lebih besar, ya sudah fokus ke adiknya. Kakak juga butuh waktu berkualitas dengan ayah dan ibunya," kata dia, dikutip Antara.

Jika orang tua memiliki waktu terbatas, setidaknya sediakanlah waktu 15-30 menit di hari-hari tertentu untuk anak-anak secara bergantian. Dengan begitu, kecemburuan antara kakak beradik tak muncul.

Selain itu, orang tua juga perlu bersikap sensitif atau peka kalau kebutuhan masing-masing anak berbeda. "Adil bukan berarti setara. 30 menit untuk anak pertama bukan berarti cukup untuk anak kedua. Bisa jadi anak kedua membutuhkan waktu lebih panjang," kata dia.

Perhatian orang tua yang tak adil pada anak bisa memicu anak berperilaku negatif sebagai wujud protes mereka. "Kalau ada mama papanya jadi sering marah-marah atau lebih ngambek makan. Anak-anak yang paling tidak menyenangkan kadang-kadang anak-anak yang paling butuh perhatian," tutur Chitra.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jakarta Fashion Week 2020 diramaikan Desainer Korea Selatan
Sabtu, 19 Oktober 2019 - 09:40 WIB
Elshinta.com - Desainer dari Korea Selatan kembali hadir meramaikan ajang Jakarta Fashion ...
Viral `crosshijaber`, apakah itu?
Selasa, 15 Oktober 2019 - 13:21 WIB
Elshinta.com - Media sosial di Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan adanya komunitas `cros...
Penggunaan gawai berlebih timbulkan gangguan jiwa pada anak
Jumat, 11 Oktober 2019 - 14:33 WIB
Elshinta.com - Pengaruh penggunaan gadget (gawai) disinyalir dan perpotensi tinggi membuat sese...
Ini manfaat mandi air hangat bagi anak
Jumat, 04 Oktober 2019 - 16:17 WIB
Elshinta.com - Mandi air hangat jadi pilihan bagi orang dewasa ketika berada di tempat yang din...
Tak banyak yang tahu, ternyata ini manfaat ubi racun
Minggu, 29 September 2019 - 09:40 WIB
Elshinta.com - Gubernur Riau Syamsuar mengatakan tanaman ubi racun dapat dijadikan sumber ...
Telalu lama main ponsel saat BAB picu wasir?
Sabtu, 21 September 2019 - 07:55 WIB
Elshinta.com - Walau pertanyaan ini terdengar aneh, namun duduk terlalu lama di toilet (duduk) mem...
Bahaya! Jangan konsumsi makanan ini tanpa dimasak
Jumat, 20 September 2019 - 08:58 WIB
Elshinta.com - Beberapa makanan memang enak dimakan mentah atau tanpa dimasak terlebih dulu. Sayan...
Tidaklah mudah jadi orangtua milenial, apakah moms salah satunya?
Jumat, 20 September 2019 - 08:19 WIB
Elshinta.com - Bagi Anda yang memiliki anak generasi Alpha, alias anak yang lahir tahun 2010-2025, ...
Tekad Indonesia jadi kiblat fesyen muslim dunia
Selasa, 17 September 2019 - 17:06 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perindustrian bertekad untuk mewujudkan Indonesia menjadi salah satu ki...
APVI klarifikasi pemberitaan korban vape di Amerika
Selasa, 17 September 2019 - 15:00 WIB
Elshinta.com - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) sebagai asosiasi terbesar di Indonesia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV