Menko Polhukam tegaskan `meski waktu sudah habis, pemilih diberi waktu selesaikan hak pilih`
Selasa, 16 April 2019 - 08:14 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Menko Polhukam Wiranto memimpin Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pileg dan Pilpres 2019, Senin (15/4). Sumber foto: https://bit.ly/2ImdQvi

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto memberikan penjelasan terkait pengalaman Pemilu di luar negeri, bahwa antara waktu pilih dengan jumlah pemilih tidak pas. Dimana beberapa waktu lalu sempat viral, pada pemilihan di luar negeri yang telah dilaksanakan, pada saat sedang memilih namun karena waktunya sudah habis maka pemilih yang masih dalam antrean dihentikan.

Menko Polhukam Wiranto menegaskan, dalam Undang-Undang dijelaskan dan secara detil, bahwa walaupun waktu sudah habis tapi kalau ada masyarakat yang sudah hadir dan sudah mendaftarkan diri, telah mencatatkan diri, atau sudah hadir tapi belum mencatatkan diri, itu diberi waktu untuk menyelesaikan hak pilihnya.

“Jadi tidak dibatasi dengan waktu pukul 13.00 waktu setempat. Ini penting sekali, jangan sampai terjadi di daerah nanti pukul 13.00 setop, padahal antrean masih panjang, sudah ada yang mendaftar, sudah ada yang mau mendaftar dan sudah antre untuk mencatatkan diri, itu diberi kesempatan mereka untuk tetap mendapatkan waktu kesempatan untuk hak pilih mereka. Karena ada perpanjangan waktu yang diberikan dalam Undang-Undang,” tegas Menko Polhukam Wiranto usai memimpin video conference Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pileg dan Pilpres 2019, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/4).

Sementara itu, mengenai kekurangan perangkat Pemilu akibat hal-hal yang tidak terduga, seperti banjir, kotak suaranya jebol dan sebagainya, dan kekurangan-kekurangan akibat TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang bertambah, Menko Polhukam mengatakan jika semua hal itu sudah diatasi.

Ia menyebutkan, bahwa pada pengiriman terakhir, Senin, telah terkirim ke tempat-tempat yang diperkirakan atau dilaporkan masih ada kekurangan-kekurangan atau perangkat-perangkat yang dibutuhkan dalam Pemilu.

“Tentang itu saya kira sudah tidak ada lagi isu yang terus beredar, kalau pun ada dari daerah akan segera diatasi,” pungkas Wiranto. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 23 April 2019 - 15:18 WIB
Elshinta.com - Sampai dengan Selasa (23/4) hari ini, KPU Kabupaten Tangerang sudah melakuk...
Selasa, 23 April 2019 - 14:34 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memproses 7.132 temuan dan laporan selama g...
Selasa, 23 April 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, ribuan anggota Brim...
Selasa, 23 April 2019 - 13:52 WIB
Elshinta.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI Purn Agus Widjojo men...
Selasa, 23 April 2019 - 12:48 WIB
Elshinta.com - Warga berbondong-bondong mendatangi TPS 01 di Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Jaw...
Selasa, 23 April 2019 - 12:11 WIB
Elshinta.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengatakan, aga...
Selasa, 23 April 2019 - 12:03 WIB
Elshinta.com - Munculnya dugaan kecurangan pasca pencoblosan di Pemilu 2019, tidak hanya m...
Selasa, 23 April 2019 - 11:53 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla pada Senin (22/4) malam, menemui sejumlah tokoh...
Selasa, 23 April 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut jika Panwaslu dan Panitia Pemilihan Lu...
Selasa, 23 April 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku menyatakan keprihatinan dengan Ketua Kel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)