Pemilu 2019
Menko Polhukam: Jangan ada pawai kemenangan sebelum pengumuman resmi
Selasa, 16 April 2019 - 07:35 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Dewi Rusiana
Menko Polhukam Wiranto memimpin Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pileg dan Pilpres 2019, Senin (15/4). Sumber foto: https://bit.ly/2ImdQvi

Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengakui setelah pencoblosan akan ada quick count atau penghitungan cepat yang dilansir melalui media sosial atau media-media lain. Namun, Menko meminta agar tidak serta merta pasangan calon atau anggota DPR dan DPRD mengadakan pawai kemenangan lewat mobilisasi massa.

“Ini (mobilisasi massa) sesuatu yang dianjurkan tidak dilakukan, jangan dilakukan karena akibatnya akan membuat sesuatu menjadi ricuh," tegas Menko Polhukam Wiranto usai memimpin video conference Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pileg dan Pilpres 2019, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/4).

Terkait hal itu, lanjut Menko Polhukam, aparat kepolisian telah tegas mengatakan bahwa mobilisasi massa dalam rangka pawai kemenangan sebelum pengumuman resmi diumumkan maka tidak akan diizinkan karena nyata-nyata itu melanggar Undang-Undang menyatakan pendapat di muka umum, UU Nomor 9 tahun 1998, di mana di dalam Pasal 6 disebutkan kegiatan unjuk rasa, kegiatan mobilisasi massa di muka umum itu paling tidak ada empat syarat; tidak mengganggu ketertiban umum, tidak mengganggu kebebasan orang lain, dalam batas-batas etika moral, dan tidak mengganggu kesatuan dan persatuan bangsa. 

"Sehingga mobilisasi massa dalam bentuk apapun, dalam rangka syukuran kemenangan dan sebagainya itu akan tidak diizinkan oleh aparat kepolisian di pusat atau daerah. Kalau syukuran kemenangan di rumah masing-masing boleh, tapi kalau di umum seperti empat hal yang saya katakan, akan dilarang oleh aparat kepolisian,” tandas Menko Polhukam Wiranto. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 23 April 2019 - 15:32 WIB
Elshinta.com - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Agung Budi Maryoto bersama Pangdam III/ ...
Selasa, 23 April 2019 - 15:18 WIB
Elshinta.com - Sampai dengan Selasa (23/4) hari ini, KPU Kabupaten Tangerang sudah melakuk...
Selasa, 23 April 2019 - 14:34 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memproses 7.132 temuan dan laporan selama g...
Selasa, 23 April 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, ribuan anggota Brim...
Selasa, 23 April 2019 - 13:52 WIB
Elshinta.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI Purn Agus Widjojo men...
Selasa, 23 April 2019 - 12:48 WIB
Elshinta.com - Warga berbondong-bondong mendatangi TPS 01 di Kecamatan Mojosari, Mojokerto, Jaw...
Selasa, 23 April 2019 - 12:11 WIB
Elshinta.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengatakan, aga...
Selasa, 23 April 2019 - 12:03 WIB
Elshinta.com - Munculnya dugaan kecurangan pasca pencoblosan di Pemilu 2019, tidak hanya m...
Selasa, 23 April 2019 - 11:53 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla pada Senin (22/4) malam, menemui sejumlah tokoh...
Selasa, 23 April 2019 - 11:15 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut jika Panwaslu dan Panitia Pemilihan Lu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)