Jelang masa tenang, Jokowi-Ma`ruf 55,3%, Prabowo-Sandi 35,2%
Elshinta
Sabtu, 13 April 2019 - 19:19 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Jelang masa tenang, Jokowi-Ma`ruf 55,3%, Prabowo-Sandi 35,2%
Pasangan capres cawapres. Foto: Redaksi/Elshinta.

Elshinta.com - Pemilu 2019 yang untuk pertama kalinya berjalan serentak mendekati finalnya. Berdasarkan hasil survei Y-Publica, elektabilitas kedua paslon dalam Pilpres bergerak meningkat. Jokowi-Ma’ruf yang dalam tiga bulan terakhir menurun kini naik, mencapai titik tertinggi sebesar 55,3 persen. Hal ini membuat Prabowo-Sandi tertinggal dengan elektabilitas 35,2 persen.

Meskipun Prabowo-Sandi terus menikmati kenaikan elektabilitas sejak lima bulan terakhir, tetapi selisihnya masih cukup jauh, mencapai 20,1 persen. “Ini berarti bahwa jika tidak ada perubahan berarti, katakan blunder di kubu petahana, bisa dipastikan Jokowi-Ma’ruf akan memenangkan Pilpres 2019,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono di Jakarta, Sabtu (13/4).

Menurut Rudi, sisa `undecided voter` yang tinggal satu digit sebesar 9,6 persen akan terbagi ke kedua paslon. Jika diekstrapolasikan, Jokowi-Ma’ruf berpeluang mendapat elektabilitas hingga 61,1 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi bisa memperoleh hingga 38,9 persen. “Sangat berat bagi Prabowo-Sandi dapat mengejar elektabilitas Jokowi-Ma’ruf,” tegas Rudi dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (13/4).

Kenaikan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berkorelasi dengan meningkatnya kepuasan terhadap kinerja pemerintah. Sebelumnya kepuasan publik cenderung menurun sejak bulan Oktober 2018, tetapi kini mulai pulih. Kepuasan mencapai 71,2 persen, masih di bawah nilai tertinggi pada Agustus 2018 sebesar 72,9 persen.

Sosok capres masih menjadi faktor utama yang mendongkrak elektabilitas dua partai politik (utama) pengusung paslon. Sempat menurun elektabilitasnya sejak bulan Januari, elektabilitas PDIP kembali naik menjadi 27,2 persen dan diprediksi memenangkan Pileg 2019. Gerindra menyusul sebagai runner up dengan elektabilitas 14,7 persen.

Selain PDIP dan Gerindra, PKB juga terus-menerus mengalami peningkatan elektabilitas sejak Mei 2018. Elektabilitas PKB mencapai 8,3 persen, mendekati Golkar sebesar 8,5 persen. Berkebalikan dengan PKB, elektabilitas Golkar terus mengalami penurunan. Sedangkan Demokrat yang mengalami fluktuasi kini mencapai titik terendah, sebesar 4,9 persen.

Di bawah kelompok lima besar, terdapat sejumlah parpol papan tengah yang cenderung meningkat elektabilitasnya. Beberapa di antaranya berhasil menembus ambang batas, yaitu Nasdem (4,3 persen) dan PKS (4,1 persen). Menyusul kemudian adalah Partai Solidaritas Indonesia (3,8 persen), PAN (3,5 persen), PPP (2,9 persen), dan Perindo (1,9 persen).

Pada kelompok parpol papan bawah, Hanura diprediksi bakal gagal mengirim wakil ke Senayan dengan elektabilitas hanya 1,0 persen. Demikian pula dengan parpol lama lainnya yang tidak memiliki kursi, yaitu PBB (0,9 persen) dan PKPI (0,6 persen). Sisanya adalah parpol baru, yaitu Berkarya (0,4 persen) dan Garuda (0,3 persen).

Y-Publica melakukan survei nasional berbasis yang dilakukan pada 1-7 April 2019, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) di setiap dapil dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PWI dan IDI gelar pemeriksaan dan pengobatan gratis
Sabtu, 29 Februari 2020 - 06:57 WIB
Masih dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka b...
Menteri Agama kecam perlakuan India kepada umat Islam
Sabtu, 29 Februari 2020 - 06:39 WIB
Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi Batubara mengecam keras perlakuan tidak adil Pemerint...
Pererat silaturahmi, Kapolda Sumut kunjungi Warkop jurnalis
Sabtu, 29 Februari 2020 - 06:27 WIB
Kapolda Sumut, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si didampingi Wakapolda Sumut, Karo Ops, Kabid Huma...
Bakar ban bekas, aktivis minta kejagung ungkap kasus burung walet
Jumat, 28 Februari 2020 - 17:02 WIB
Aksi jilid 10 Gerakan Aktivis Indonesia (GAI) kembali digelar di depan Kejaksaan Agung Jumat (28/2) ...
 Anggota DPR nilai tepat, kebijakan Arab Saudi hentikan umroh sementara
Jumat, 28 Februari 2020 - 14:47 WIB
Anggota Komisi I DPR yang membidangi masalah luar negeri, Syaiful Bahri Anshori, mengapresiasi sikap...
WNI terdampak kebijakan penghentian umrah akan dipulangkan dari Turki
Jumat, 28 Februari 2020 - 11:59 WIB
Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebijakan penghentian penerimaan jemaah umrah ol...
Pemeriksaan klinis, 188 WNI kru World Dream tidak terindikasi COVID-19
Jumat, 28 Februari 2020 - 09:20 WIB
Pemeriksaan klinis terhadap 188 warga negara Indonesia (WNI) kru Kapal World Dream yang dilakukan ol...
Kesiapan Pulau Sebaru untuk Observasi WNI sudah capai 85 persen
Jumat, 28 Februari 2020 - 08:25 WIB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manu...
Evakuasi WNI di Diamond Princes, Pemerintah sedang negosiasi slot penerbangan ke Jepang
Jumat, 28 Februari 2020 - 08:10 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menyampaikan, bahwa saat ini baru dilakukan negosi...
Sebulan, RSUD Salatiga sudah tangani lebih dari 10 pasien demam berdarah
Jumat, 28 Februari 2020 - 07:53 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga, Jawa Tengah, mulai awal bulan Februari 2020 hingga sekarang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)