Hadapi diskriminasi sawit Uni Eropa, pemerintah siap tempuh jalur litigasi melalui WTO
Elshinta
Sabtu, 13 April 2019 - 08:27 WIB |
Hadapi diskriminasi sawit Uni Eropa, pemerintah siap tempuh jalur litigasi melalui WTO
Staf Khusus Menteri Luar Negeri Peter Gontha. Sumber foto: http://bit.ly/2X7W4z3

Elshinta.com - Pemerintah Indonesia siap menempuh proses litigasi melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dalam menghadapi diskriminasi kelapa sawit yang dilakukan oleh Uni Eropa.

"Jalan yang kita tuju kalau sampai `delegated act` pada 12 Mei 2019 jam 00.00 diberlakukan, Indonesia akan menempuh jalan litigasi kepada WTO," kata Staf Khusus Menteri Luar Negeri Peter Gontha di Jakarta, Jumat (12/4).

Peter mengatakan hal ini diperlukan karena Uni Eropa benar-benar melakukan tindakan diskriminasi terhadap sawit tanpa melihat fakta yang sesungguhnya. Salah satunya adalah penggunaan basis awal  2008 dalam metodologi penghitungan `Indirect Land-Use Change` tanpa alasan yang kuat karena sudah tidak sesuai dengan realita.

"Kita tidak ingin lagi diatur, dan kedaulatan kita merupakan harga mati. Jangan sampai terjadi lagi imperialisme dan neokolonialisme," tegas Peter, dihimpun Antara.

Selain itu, dia menjelaskan, gangguan maupun diskriminasi ini akan berdampak terhadap program pengentasan kemiskinan dan menghambat pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) Indonesia karena jumlah pekerja yang terlibat dalam industri sawit di Tanah Air saat ini mencapai 19,5 juta orang.

Oleh karena itu, mantan duta besar RI untuk Polandia ini menegaskan, tidak hanya proses litigasi yang dilakukan, namun proses kerja sama bilateral dengan Uni Eropa juga akan dikaji kembali. "Kalau tidak ada keseimbangan dalam perdagangan atau masih ada diskriminasi, kita akan melawan, apabila mereka ingin menekan negara kita yang saat ini mau membangun," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
WHO sebut dua warga terinfeksi wabah Ebola baru di Kongo
Kamis, 04 Juni 2020 - 11:15 WIB
Virus Ebola menjangkiti dua warga di Provinsi Equateur, Republik Demokratik Kongo, kata Organisasi K...
Harga minyak melonjak
Rabu, 03 Juni 2020 - 09:15 WIB
Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah harapan bahwa produse...
Harga minyak stabil di tengah ketegangan AS-Tiongkok dan pemotongan produksi
Selasa, 02 Juni 2020 - 09:48 WIB
Harga minyak berjangka cenderung stabil pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika menin...
ASEAN-Tiongkok bangun Jalur Sutra Kesehatan perangi COVID-19
Selasa, 02 Juni 2020 - 09:37 WIB
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Tiongkok akan mengembangkan konsep Jalur Sutra K...
Inggris uji coba 5 obat baru lawan COVID-19
Selasa, 02 Juni 2020 - 09:15 WIB
Inggris akan memulai uji coba lima obat baru sebagai bagian dari upaya melawan virus corona, seperti...
Unjuk rasa di AS, pria bertato peta Indonesia minta maaf
Selasa, 02 Juni 2020 - 08:40 WIB
Rainey A. Backues, pria bertato peta Indonesia yang tertangkap kamera dalam unjuk rasa di Center Cit...
Jepang pertimbangkan terima pelancong asing
Senin, 01 Juni 2020 - 16:10 WIB
Jepang sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali perbatasannya bagi pelancong dari negara-negara...
Kasus COVID-19 turun, Moskow longgarkan karantina wilayah
Senin, 01 Juni 2020 - 15:48 WIB
Warga Moskow pada Senin (1/6) untuk pertama kalinya dalam sembilan minggu dapat meninggalkan rumah m...
Arab Saudi kembali buka masjid dengan aturan ketat
Senin, 01 Juni 2020 - 10:37 WIB
Masjid di Arab Saudi kembali dibuka pertama kalinya untuk jamaah, Minggu (31/5/2020), setelah lebih ...
Michael Jordan turut kecam pembunuhan George Floyd
Senin, 01 Juni 2020 - 08:45 WIB
Legenda bola basket Michael Jordan, Minggu menyuarakan kemarahan terhadap kematian George Floyd, pri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV