Foto lubang hitam pertama akan dirilis ke publik
Elshinta
Minggu, 07 April 2019 - 15:33 WIB |
Foto lubang hitam pertama akan dirilis ke publik
Sumber Foto: https://bit.ly/2YTJIwh

Elshinta.com -National Science Foundation dari Amerika Serikat menjadwalkan konferensi pers di Washington, guna memamerkan `hasil proyek Event Horizon Telescope` berupa foto terkini lubang hitam atau black hole.

EHT, dikutip dari Reuters, Minggu (7/4), merupakan kerja sama internasional yang dibentuk pada 2012. Ilmuwan yang terlibat dalam proyek tersebut mengobservasi lubang hitam dan lingkungan di sekitarnya.

"Ini merupakan proyek visioner, mengambil foto pertama lubang hitam. Kami tim kolaborasi lebih dari 200 orang secara global," kata astrofisikawan Shepherd Doeleman, direktur EHT dari Pusat Astrofisika, Harvard & Smithsonian.

Event horizon, cakrawala peristiwa, merupakan salah satu tempat terkeras di dunia. Cakrawala peristiwa merupakan titik nol dari segala benda langit - bintang, planet, gas, debu dan segala bentuk radiaso elektromagnetik termasuk cahaya - akan tersedot.

Konferensi pers ini juga akan berlangsung di Brussel, Santiago, Shanghai, Taipei dan Tokyo pada saat yang bersamaan, pada Rabu, 10 April.

Lubang hitam supermasif

Para ilmuwan menargetkan dua lubang hitam yang sangat besar. Lubang hitam pertama bernama "Sagittarius A", berlokasi di pusat Galaksi Bima Sakti.

Sagittarius A berukuran empat juga kali massa matahari, jaraknya 26.000 tahun cahaya dari bumi. Jarak satu tahun cahaya mencapai 9,5 triliun kilometer.

Lubang hitam kedua dinamai M87, letaknya di dekat pusat Galaksi Virgo, berukuran 3,5 miliar kali matahari dan jaraknya 54 juta tahun cahaya.

Lubang hitam atau black hole, adalah ruang yang terbentuk ketika bintang-bintang besar hancur di akhir masa hidup mereka. Ukuran lubang hitam bervariasi, lubang hitam supermasif merupakan yang terbesar, melahap material dan radiasi dan juga bergabung dengan lubang hitam lainnya.

Astrofisikawan dari University of Arizona, Dimitrios Psaltis, mengartikan lubang hitam sebagai "lengkungan ekstrim dalam ruang waktu". Istilah ini mengacu kepada tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu yang digabung menjadi empat dimensi continuum.

Menurut Doeleman, data pertama mereka dapatkan dari jaringan teleskop global pada April 2017. Teleskop itu disebar di negara bagian AS, Arizona dan Hawaii, juga negara lain yaitu Meksiko, Chile, Spanyol dan Antartika. Setelah itu, mereka juga memasang teleskop di Prancis dan Greenland.

Para ilmuwan, dalam proyek tersebut, juga akan meneliti untuk pertama kalinya dinamika di seputar lubang hitam, antara lain orbit dekat kecepatan cahaya sebelum dihisap ke ruang hampa.

Penelitian ini sangat sulit karena lubang hitam tidak mengeluarkan cahaya. Ilmuwan akan mencari lingkaran cahaya, yaitu radiasi yang melingkari event horizon dalam kecepatan tinggi, di sekitar kegelapan lubang hitam.

Area ini dikenal sebagai bayangan lubang hitam atau siluet lubang hitam.

Teori Einstein, jika benar, akan memberikan bentuk dan ukuran yang akurat dari sebuah lubang hitam. Teori tersebut juga menyatakan bayangan lubang hitam berupa lingkaran yang sempurna. "Jika temuan kami berbeda dari prediksi teori yang sudah ada, kami akan kembali ke nol, dan berkata 'tidak ada sesuatu yang tepat'," kata Psaltis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Universitas Negeri Malang ditunjuk sebagai tuan rumah KMHE 2019
Sabtu, 27 Juli 2019 - 21:42 WIB
Elshinta.com - Setelah berhasil menjadi Juara I pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018...
Asteroid lebih tinggi dari Menara Big Ben dekati bumi, apa berbahaya?
Rabu, 24 Juli 2019 - 21:25 WIB
Elshinta.com - Asteroid yang lebih tinggi dari Menara Jam Big Ben di London, Inggris, meluncur ...
Bakteri genus baru ditemukan di Sukabumi
Jumat, 19 Juli 2019 - 13:19 WIB
Elshinta.com - Para dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas I...
Planetarium Jakarta rutin ajak warga teropong bulan 72 kali setahun
Rabu, 17 Juli 2019 - 06:01 WIB
Elshinta.com - Planetarium dan Observatorium Jakarta menggelar secara rutin peneropongan malam ...
Mahasiswa UB manfaatkan limbah RPH hasilkan energi listrik
Senin, 08 Juli 2019 - 19:47 WIB
Elshinta.com - Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) berkolaborasi dengan mah...
Mahasiswa UB ciptakan obat kumur natural
Kamis, 04 Juli 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur berhasil menci...
Tiga Mahasiswa UB ciptakan biopal dari limbah
Selasa, 14 Mei 2019 - 21:17 WIB
Elshinta.com - Tiga mahasiswa asal Universitas Brawijaya (UB) Malang berhasil menorehkan presta...
Balai Arkeologi Yogyakarta teliti bata Situs Sekaran
Minggu, 14 April 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian terhadap bata yang ada di S...
PCBM lanjutkan riset dan penelitian Situs Sekaran
Kamis, 11 April 2019 - 08:51 WIB
Elshinta.com - Pihak Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Ditjen Kebudayaan Kem...
Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Purwakarta
Senin, 08 April 2019 - 18:57 WIB
Elshinta.com - Situs batu berbentuk benteng keraton ditemukan di Kampung Ciputat, Desa Kutamana...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)