Dinkes: Capaian imunisasi MR Jayawijaya-Papua sudah 47,5 persen
Elshinta
Jumat, 05 April 2019 - 08:17 WIB |
Dinkes: Capaian imunisasi MR Jayawijaya-Papua sudah 47,5 persen
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2KhQMPU

Elshinta.com - Dinas Kesehatan menyatakan capaian imunisasi Measles dan Rubela (MR) di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, hingga 4 April 2019 sudah berada pada angka 47,5 persen dari keseluruhan 40 distrik yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jayawijaya, dr Willy Mambieuw di Distrik Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (4/4) mengatakan setelah diberikan sosialisasi yang gencar kepada masyarakat, mereka mulai mengizinkan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi. "Memang belum setengahnya, tetapi kami lihat trennya ada peningkatan pada dua hingga tiga bulan terakhir," katanya, dikutip Antara.

Willy Mambieuw mengatakan hingga kini belum dilakukan tahap kedua imunisasi karena belum seluruh anak mendapatkan imunisasi pada tahap pertama.

Menurut dia, tahap kedua baru akan dilakukan setelah semua anak di Jayawijaya sudah disuntik vaksin MR. "Persoalan yang menghambat itu terkait kejadian sebelumnya dan juga yang dipikirkan masyarakat pada tahap kedua adalah mungkin penyuntikan, padahal tidak, kita hanya fokus untuk tetes polio saja," katanya.

Terkait angka imunisasi yang belum di atas 50 persen itu, Kadinkes mengatakan pihak Kementerian Kesehatan sudah memberikan beberapa rekomendasi kepada seluruh puskesmas di Jayawijaya, dan rekomendasi itu segera diteruskan. "Misalnya rekomendasi tentang menjadikan polio dalam program rutin pelayanan," katanya.

Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi saat kunjungan kerja ke tiga distrik dalam rangka pembagian rastra, juga melakukan sosialisasi MR kepada warga,dengan langsung meneteskan polio kepada sejumlah anak.

Wabup yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa daerah, mengajak warga untuk melindungi anak-anak asli Jayawijaya dari serangan penyakit.

"Kadang saya pakai bahasa daerah supaya masyarakat lebih paham. Saya sampaikan kepada mereka bahwa polio ini diibaratkan membuat pagar seperti tradisi masyarkat di sini, agar kebun mereka terhindar dari serangan hama, seperti ternak babi," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perhatikan empat hal ini agar daging kurban Anda awet
Minggu, 11 Agustus 2019 - 06:17 WIB
Elshinta.com - Cara menyimpan daging yang baik dan benar agar tak mudah busuk sering kali ...
Perkosmi harapkan dukungan pemerintah untuk pengembangan kapasitas dan perizinan
Jumat, 12 Juli 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) berharap pemerintah memberikan du...
Aroma parfum bisa memberikan perasaan positif
Jumat, 05 Juli 2019 - 10:30 WIB
Elshinta.com Tak sekadar membuat tubuh harum, aroma parfum ternyata juga mampu menstimulasi perasaan...
DPRD Kota Palangka Raya dorong produk UMKM jadi parsel Lebaran
Senin, 27 Mei 2019 - 10:37 WIB
Elshinta.com - Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Nenie A Lambung m...
Penyebab berat badan bisa naik usai berpuasa
Jumat, 17 Mei 2019 - 12:28 WIB
Elshinta.com - Bagi Anda yang kerap mengeluhkan berat badan yang melonjak naik usai berpuasa di...
Tips memilih kurma berkualitas
Selasa, 07 Mei 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com - Mengkonsumsi buah kurma mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan, namun untuk ...
Benarkah bau mulut saat berpuasa dapat dicegah dengan obat kumur?
Sabtu, 27 April 2019 - 20:27 WIB
Elshinta.com - Jelang Ramadan, obat kumur seakan menjadi solusi bagi orang-orang yang akan...
Cara membagi perhatian pada anak agar adil
Sabtu, 20 April 2019 - 21:42 WIB
Elshinta.com - Banyak orang tua yang memiliki putra-putri lebih dari satu merasa kesulitan...
Kesalahan yang sering dilakukan orang tua saat bersama anak
Sabtu, 20 April 2019 - 20:14 WIB
Elshinta.com - Terkadang kelekatan (bonding) dengan anak bisa tak terbangun karena kesalah...
Psikiater: Gadget membuat anak tidak produktif
Senin, 08 April 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com - Psikiater Anak dan Remaja Universitas Hasanuddin Rinvil Renaldi mengatakan berma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once