Kiri Kanan
Ilmuwan temukan bukti baru asteroid yang musnahkan dinosaurus
Elshinta
Selasa, 02 April 2019 - 20:46 WIB |
Ilmuwan temukan bukti baru asteroid yang musnahkan dinosaurus
Tim ilmuwan internasional telah menemukan kuburan fosil yang berisi bukti bahwa asteroid yang menghantam Bumi 65 juta tahun lalu. Sumber Foto: https://bit.ly/2D0icUL

Elshinta.com -Sekelompok ilmuwan dari Universitas Kansas dan Universitas Manchester, menemukan bukti baru mengenai jatuhnya asteroid raksasa ke bumi dan memusnahkan dinosaurus dan makhluk hidup lainnya pada 65 juta tahun lalu.

Sebagaimana telah diterima secara luas, dampak meteorit Chicxulub merupakan penyebab utama punahnya kehidupan puluhan juta tahun lalu.

Hal itu dibuktikan oleh kawah seluas 93 mil di Semenanjung Yucatan, yang paling dikenal dari lima peristiwa kepunahan massal terbesar yang memengaruhi Bumi.

Dampak lain runtuhnya asteroid seperti itu adalah gelombang tsunami besar yang sejauh ini buktinya baru diketahui dari sedimen di laut.

Satu tim ilmuwan internasional, yang dipimpin Robert Depalma (seorang mahasiswa PhD di Universitas Kansas) bersama Prof. Phil Manning (Universitas Manchester) mempublikasikan temuannya di situs baru sisa ledakan asteroid.

Situs ini telah ditemukan di 'tanah tandus' yang kaya dinosaurus di Hell Creek Formation North Dakota, di negara bagian yang terletak di utara Amerika Serikat.

Ejecta Chicxulub (mikrotektit, impact-melt glass) ditemukan di situs yang tertutup lapisan kaya iridium yang mengungkapkan bahwa itu waktunya bertepatan dengan peristiwa dampak Chicxulub.

Situs ini memiliki serangkaian kehidupan terestrial (reptil, dinosaurus, dll) dan kehidupan laut (ammonit, hiu, mikrofauna, dll), bukti langsung pertama organisme besar yang terbunuh oleh dampak Chicxulub, demikian jurnal yang diterbitkan Universitas Manchester, dikutip Selasa (2/4).

Phil Manning merupakan rekan penulis dalam penelitian itu, mengatakan bahwa Robert selaku deputi direktur merupakan inisiator dalam studi luar biasa tentang harta karun geologi dan palaeontologi yang unik ini.

Sedimen, fosil, dan puing dari dampak terkait, merupakan bukti atas peristiwa yang memusnahkan dinosaurus karena Chicxulub, sebagai dampak asteroid terbesar di Bumi.

Peristiwa itu terkait erat dengan kepunahan global atau "massal", yang tidak diragukan lagi begitu penting dalam sejarah Bumi, serta banyak spesies yang menghuni planet saat itu.

Manning melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemahaman tentang kepunahan dinosaurus dikaburkan oleh waktu, kemudian disamarkan lebih lanjut oleh catatan geologis.

Dampak Chicxulub adalah kepunahan global yang masif, yang mematikan lebih dari 75 persen kehidupan di Bumi dalam rentang waktu yang pendek secara geologis.

Tim melaporkan dalam jurnal PNAS bahwa situs Tanis akan memberikan gambaran kronologi 24 jam pertama dari peristiwa Chicxulub.

Situs itu menyimpan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya dari salah satu momen paling penting dalam sejarah geologi Bumi, dan memberikan catatan paling penting tentang peristiwa dampak Chicxulub yang paling jelas.

Banyak material termasuk fosil dalam sedimen di situs itu memberikan peluang unik untuk meneliti organisme yang terawetkan secara luar biasa.

Lapisan sedimen bersama dengan fosil luar biasa yang dikandungnya, dikombinasikan dengan bukti geokimia, memberikan wawasan unik tentang salah satu peristiwa kepunahan massal yang paling banyak dipelajari di Bumi.

Akhirnya, Prof Manning menambahkan, "Ini hanyalah awal dari studi panjang di situs Tanis. Makalah PNAS menyediakan kerangka kerja geologis dari mana pekerjaan paleontologis yang lebih luas akan terjadi di masa depan."

Dapat dikatakan bahwa situs Tanis tidak tertimbun oleh padang pasir dalam badai pasir yang berlangsung sepanjang tahun' (seperti dalam Raiders of the Lost Ark), tetapi tentu saja itu adalah batu roset yang mungkin membantu kita membaca dan memahami dengan lebih baik peristiwa pada hari terakhir dinosaurus, tambahnya, demikian dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BATAN: Dukungan pemerintah dapat tingkatkan kontribusi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 19:29 WIB
Pakar Teknik Analisis Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Diah Dwiana mengungkapkan dukunga...
Bantu turunkan stunting, BATAN akan manfaatkan teknologi nuklir
Jumat, 06 Desember 2019 - 16:22 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ikut berkontribusi dalam usaha pemerintah mengurangi angka stun...
BATAN jadi pusat kolaborasi teknologi nuklir dunia satu-satunya
Selasa, 03 Desember 2019 - 08:06 WIB
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) saat ini menjadi satu-satunya institusi di dunia yang ditunjuk ...
ITN Malang miliki profesor di bidang Ilmu Arsitektur
Jumat, 22 November 2019 - 16:05 WIB
Institut Teknologi Negeri (ITN) Malang memiliki seorang profesor di bidang Ilmu Arsitektur, khususny...
LIPI nyatakan Indonesia berperan tentukan iklim dunia
Senin, 18 November 2019 - 14:57 WIB
Pejabat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan keberadaan Indonesia di persimpangan...
Kajian BPPT: Kekuatan gempa Maluku setara 30-40 kali bom atom Hiroshima
Sabtu, 16 November 2019 - 06:30 WIB
Kajian awal yang dilakukan Kepala Seksi Program dan Jasa Teknologi Balai Teknologi Infrastruktur dan...
Lapan bercita-cita jadikan Biak sebagai `space island`
Jumat, 15 November 2019 - 08:59 WIB
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berharap dengan adanya pembangunan bandar antarik...
Balitbang Kementan kembangkan inovasi bunga Krisan dataran rendah
Selasa, 12 November 2019 - 20:18 WIB
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian melalui Pusat Penelitian dan Penge...
Setelah tiga tahun, Transit Merkurius terjadi lagi malam ini
Senin, 11 November 2019 - 15:32 WIB
Setelah tiga tahun berselang, peristiwa Transit Merkurius melintasi piringan Matahari dan sejajar de...
Wajah sains Indonesia ada di Cibinong dan Serpong
Jumat, 08 November 2019 - 11:30 WIB
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro men...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)