Karhutla Riau meluas capai 2.719 hektare
Elshinta
Senin, 25 Maret 2019 - 08:20 WIB |
Karhutla Riau meluas capai 2.719 hektare
Ilustrasi kebakaran hutan. (ABC). Sumber foto: https://bit.ly/2HQJ9NN

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menyatakan, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di 12 kabupaten dan kota di wilayah tersebut terus meluas hingga mencapai 2.719 hektare, atau bertambah lebih dari 700 hektare dalam sepekan terakhir.

"Luas lahan yang terbakar sampai dengan hari ini sejumlah lebih kurang 2.719,69 hektare," kata Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru, Senin (2/3).

Kondisi itu berpotensi terus meluas karena hingga hari ini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan masih mendeteksi titik-titik panas atau indikasi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terpantau melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua.

Sementara itu, berdasarkan laporan harian siaga darurat bencana asap akibat Karhutla Provinsi Riau 2019, dari total 2.700 hektare lahan terbakar, mayoritas terjadi di Kabupaten Bengkalis. Di wilayah pesisir Riau tersebut, tercatat luas lahan terbakar mencapai 1.263,83 hektare.

Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bengkalis dilanda kebakaran sepanjang awal 2019 ini. Namun, kebakaran terparah tercatat di Pulau Rupat, Bengkalis. Pulau yang mayoritas berkontur gambut tersebut sepanjang Februari kemarin terbakar hebat dan menyebabkan asap tebal hingga meluas ke Kota Dumai.

Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di tiga wilayah lainnya di pesisir timur Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Diantaranya Rokan Hilir dengan luas 407 hektare, Meranti 222,4 hektare serta Dumai 192,25 hektare.

Lebih jauh, Edwar merincikan kebakaran juga terpantau meluas di Kabupaten Siak yang mencapai 314,5 hektare, Indragiri Hilir 107,1 hektare serta Indragiri Hulu 64,5 hektare. Selanjutnya, di Pekanbaru tercatat 37,75 hektare lahan terbakar, Kampar 26,6 hektare, Rokan Hulu dua hektare, dan Kuantan Singingi lima hektare.

Hingga hari ini, upaya pemadaman Karhutla dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat masih terus berlangsung. Pemadaman tidak hanya dilakukan oleh tim darat, melainkan juga diperkuat operasi pengeboman air dengan melibatkan belasan helikopter, baik dari pemerintah maupun bantuan pihak swasta.

Edwar Sanger menjelaskan, saat ini Satgas Karhutla Riau telah diperkuat dengan tiga unit helikopter pengebom air atau "waterbombing" bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter terakhir tiba di Pekanbaru pada Kamis medio kemarin dengan jenis MI X dari Palembang.

Dengan bertambahnya satu unit heli dari BNPB tersebut, maka saat ini ada 10 unit heli yang siap melakukan waterbombing di lokasi kebakaran lahan di Riau.

"Sekarang kita sudah punya tiga heli dari BNPB. Kemudian dari dunia usaha ada 3 unit, dari KHLK, Polisi, TNI AU, TNI AD masing-masing satu unit dan akan masuk satu unit lagi dari dunia usaha," katanya, dikutip Antara. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Hutan negara di kawasan Gunung Gandul Wonogiri terbakar
Rabu, 16 Oktober 2019 - 09:53 WIB
Elshinta.com - Hutan negara di kawasan Gunung Gandul, lingkungan Gardu Kelurahan Giripurwo, Kec...
Tanggap darurat kebakaran, 250 personel gabungan padamkan Gunung Arjuna
Minggu, 13 Oktober 2019 - 21:16 WIB
Elshinta.com - Polres Malang melibatkan sedikitnya 250 personel gabungan dari TNI, Polri, ...
Kebakaran di basement Gedung PELNI berhasil dipadamkan
Minggu, 13 Oktober 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Api yang sempat membakar sebagian dari ruang basement Gedung PELNI di Petoj...
6 rumah dan 1 sekolah di Purwakarta hancur tertimpa batu-batu `raksasa`
Rabu, 09 Oktober 2019 - 09:32 WIB
Elshinta.com - Sebanyak enam rumah warga dan satu sekolah di Kampung Cihandeuleum RT 09/ 05 Des...
Petugas terus berjibaku padamkan kebakaran hutan Gunung Papandayan
Senin, 07 Oktober 2019 - 13:16 WIB
Elshinta.com - Sejumlah petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar areal hutan di G...
Kapal barang terbakar di Pelabuhan Tulehu
Jumat, 04 Oktober 2019 - 19:57 WIB
Elshinta.com - Kapal barang Taman Pelita tujuan Pulau Seram yang baru saja kembali dari pelayar...
Apresiasi upaya pemadaman, Presiden sebut karhutla berkurang
Jumat, 04 Oktober 2019 - 14:43 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo memuji kerja keras para Manggala Agni, jajaran TNI dan...
Tiga WNI meninggal dunia akibat jembatan ambruk di Taiwan
Kamis, 03 Oktober 2019 - 10:29 WIB
Elshinta.com - Tiga warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia akibat jembatan ambruk di...
Luas kebakaran hutan dan lahan Gunung Semeru capai 97,3 hektare
Kamis, 03 Oktober 2019 - 07:42 WIB
Elshinta.com - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo atau area Taman Nasi...
Gawat, kabut asap tebal kembali selimuti Palembang
Rabu, 02 Oktober 2019 - 09:39 WIB
Elshinta.com - Kabut asap tebal disertai bau menyengat kembali mengepung Kota Palembang, Sumate...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 214
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once