Kabut asap kebakaran lahan-hutan meliputi Pekanbaru
Elshinta
Minggu, 03 Maret 2019 - 17:23 WIB |
Kabut asap kebakaran lahan-hutan meliputi Pekanbaru
Sumber Foto: https://bit.ly/2NEmxRr

Elshinta.com -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah pesisir Provinsi Riau mulai menyelimuti Kota Pekanbaru, Minggu (3/3).

Staf analis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Bibin Sulyanto di Pekanbaru, Minggu, mengatakan kabut asap tipis yang sejak pagi meliputi Pekanbaru berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti, yang dalam dua hari terakhir sebagian lahan dan hutannya terbakar. "Memang asap. Tapi kiriman dari Meranti," katanya.

Dia menyatakan kabut asap yang meliputi Kota Pekanbaru belum sampai mengganggu pandangan. Jarak pandang di kota itu masih delapan kilometer. Kabut asap juga tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Visibility masih delapan kilometer. Masih asap tipis, dan belum mengganggu penerbangan," ujarnya, dikutip Antara.

Namun beberapa warga Pekanbaru mengaku mulai merasakan gangguan seperti mata pedih akibat kabut asap. "Cuaca memang tidak seperti biasa. Mata juga seperti pedih saat kita mengendarai motor. Saya baru sadar kalau ini kabut asap," kata Muhammad Halimi, warga Panam, Pekanbaru.

BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi puluhan titik panas sepanjang akhir pekan ini di pesisir Riau. Berbeda dengan sebelumnya, saat titik panas terpusat di Pulau Rupat, Bengkalis, kali ini BMKG mendeteksi titik panas menyebar di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pada Minggu, BMKG mendeteksi total 43 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan di seluruh Riau. Dari 43 titik panas itu, 27 titik di antaranya terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu, ada 13 titik panas di Pelalawan, dua titik di Bengkalis dan satu lainnya di Indragiri Hilir.

Sebanyak 31 dari 43 titik panas itu, menurut BMKG, merupakan titik api yang merupakan indikasi kuat kebakaran hutan dan lahan. Menurut BMKG, 22 dari titik api itu ada di Meranti, delapan di Pelalawan serta satu di Bengkalis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jemaah haji khusus mulai kembali ke Tanah Air, Direktur Bina UHK pantau langsung di Bandara Jeddah
Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - Jemaah haji khusus mulai dipulangkan ke Tanah Air sejak Jumat (16/8) lalu. Direktur...
BNPB sosialisasi perangkat dan penilaian ketangguhan kabupaten/kota
Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:34 WIB
Elshinta.com - BNPB sosialisasikan penilaian ketangguhan kabupaten atau kota dalam menghadapi benc...
Keracunan hidangan malam Tirakatan, sejumlah warga masih dirawat
Selasa, 20 Agustus 2019 - 20:09 WIB
Elshinta.com - Puluhan warga Desa Tambakboyo RT 1/1 Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, diduga keracu...
Wabup Jayawijaya minta aparat tindak pengucap rasisme
Selasa, 20 Agustus 2019 - 19:33 WIB
Elshinta.com - Wakil Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, Marthin Yogobi minta aparat penegak hukum ...
Pendaftaran CPNS akan dibuka usai pelantikan Presiden
Selasa, 20 Agustus 2019 - 19:12 WIB
Elshinta.com - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 akan kembali dibuka setelah pela...
Sat Sabhara Polres Majalengka asah kemampuan Dalmas
Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka meningkatkan kemampuan anggota, Satuan Sabhara Polres Majalengka mengg...
Menlu: Indonesia bangun ikatan kuat dengan Afrika di berbagai bidang
Selasa, 20 Agustus 2019 - 17:47 WIB
Elshinta.com - Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah menjadikan Afrika sebag...
Gubernur Jabar resmikan rumah singgah untuk pasien RSHS
Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:57 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat  M Ridwan Kamil atau Emil meresmikan Rumah Singgah Humanis ali...
Wapres minta Somad klarifikasi ceramah tentang salib
Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:46 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Abdul Soman menjelaskan yang sebenarnya terkait ...
Jusuf Kalla: Pentingnya tenggang rasa di kericuhan Papua
Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:32 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan sikap tenggang rasa antarmasyarakat penting d...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)