Riau minta bantuan BNPB cegah perluasan karhutla
Elshinta
Rabu, 20 Februari 2019 - 15:34 WIB |
Riau minta bantuan BNPB cegah perluasan karhutla
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2V6rm8v

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau meminta bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pasca penetapan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

"Kita mengajukan bantuan ke BNPB. Bantuan yang dibutuhkan kita minta peralatan, pompa, helikopter untuk `water bombing` dan pendampingan," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, di Pekanbaru, Rabu (20/2), seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan saat ini sudah ada bantuan helikopter dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan helikopter Super Puma dari perusahaan APP Sinar Mas. Namun, karena lokasi kebakaran jauh dari jalan dan berada di daerah pesisir, maka bantuan helikopter masih sangat diperlukan.

Sebelumnya, mantan Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim telah menetapkan status siaga darurat karhutla berlaku di Provinsi Riau mulai 19 Februari hingga 31 Oktober 2019. Keputusan itu didasarkan sejumlah pertimbangan, salah satunya untuk menjaga agar pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, khususnya Pilpres agar tidak terganggu oleh asap.

"Ini memang perlu kita perbuat agar lebih optimal, cepat mencegah daripada kesulitan memadamkan kebakaran," ujar dia.

Penetapan status tersebut dinilainya akan meringankan upaya pencegahan dari pemerintah daerah, karena akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB. "Secara simultan kita bersatu, (pemerintah) pusat juga campur tangan. Kalau sendiri kita kewalahan," tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Uji coba B30 selesai pada Oktober, dilaksanakan 2020
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:14 WIB
Elshinta.com - Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto men...
Sekda: Hanya 23 persen kawasan pesisir pantai Jateng yang masih bagus
Jumat, 18 Oktober 2019 - 17:04 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan sekitar 77 persen kawas...
Normalisasi tiga setu, Pemkot Depok terima dana hibah Rp25 miliar dari Pemprov DKI Jakarta 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 20:25 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Depok menerima dana hibah Rp25 miliar dari Pemerinta Provinsi DK...
Sungai Cilamaya tercemar, IPAL Komunal bisa jadi solusi 
Kamis, 17 Oktober 2019 - 19:26 WIB
Elshinta.com - Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menegaskan bahwa hasil...
BPBD Yogyakarta segera tambah alat pemantau kondisi sungai
Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta berencana segera...
Kamis pagi, kualitas udara Jakarta terburuk keenam di dunia
Kamis, 17 Oktober 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Kualitas udara di wilayah DKI Jakarta, Kamis (17/10) pagi menempati peringk...
Waduh...DAS Cilamaya tercemar
Rabu, 16 Oktober 2019 - 17:55 WIB
Elshinta.com - Tim Laboratorium Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur menegaskan bahwa hasil...
Sekolah diliburkan, Kadiknas: Asap di Palembang membahayakan
Selasa, 15 Oktober 2019 - 07:49 WIB
Elshinta.com - Melihat kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Palembang dan beberapa kabupat...
Sempat terganggu akibat kabut asap, operasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II kembali normal
Senin, 14 Oktober 2019 - 14:04 WIB
Elshinta.com - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan kembali normal, sete...
BNPB siapkan 10.000 bibit pohon laban yang tahan api
Minggu, 13 Oktober 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan 10.000 bibit pohon ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV