Riau siaga darurat kebakaran hingga Oktober 2019
Elshinta
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:21 WIB |
Riau siaga darurat kebakaran hingga Oktober 2019
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2Sb7vTV

Elshinta.com - Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berlaku di Provinsi Riau selama delapan bulan, mulai 19 Februari hingga 31 Oktober 2019. 

Keputusan itu didasari sejumlah pertimbangan, salah satunya untuk menjaga agar pelaksanaan Pemilu serentak 2019, khususnya Pemilu Presiden (Pilpres), tidak terganggu oleh asap karhutla. 

"Ini memang perlu kita perbuat agar lebih optimal, cepat mencegah daripada kesulitan memadamkan kebakaran," kata Gubernur Riau di Pekanbaru, Selasa (19/2).

Keputusan itu disampaikan Wan Thamrin Hasyim pada rapat di kantor Gubernur Riau yang turut dihadiri instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Restorasi Gambut, Manggala Agni, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri dan Kejaksaan Tinggi Riau. 

Penetapan status siaga darurat mempertimbangkan masukan dari BMKG bahwa Riau akan mengalami kemarau sekitar 5-6 bulan, dan kini Karhutla sudah terjadi di daerah pesisir yang luas kebakaran lebih dari 841 hektare (ha). 

Penetapan status tersebut dinilainya akan meringankan upaya pencegahan dari pemerintah daerah, karena akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Secara simultan kita bersatu. Pemerintah pusat juga campur tangan. Kalau sendiri kita kewalahan," katanya, dikutip Antara.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan, penetapan status siaga darurat Karhutla selama delapan bulan juga mempertimbangkan kondisi tahun politik pada tahun ini.

Karena biasanya, status siaga darurat diberlakukan selama tiga bulan dan diperpanjang apabila dibutuhkan. "Memang harus penetapan sampai Oktober karena nanti ada Pilpres, ada Pileg (Pemilu Legislatif), tahun politik ini," ujar dia.

Dengan begitu, ia mengatakan Satuan Tugas Karhutla Riau akan lebih fokus bekerja selama delapan bulan.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki menjelaskan, pemerintah daerah memang harus mewaspadai potensi karhutla di Riau. Kondisi cuaca pada kemarau memang relatif normal karena pengaruh El Nino tahun ini lemah. Namun, di daerah pesisir Riau relatif lebih kering dan curah hujan sedikit.

Pada Februari hingga Juli, lanjutnya, curah hujan diprakirakan akan semakin berkurang, hanya bersifat lokal dengan intensitas hujan ringan ke sedang. "Berdasarkan prakiraan kita, pada Juni kita masuk musim kemarau dan berlangsung sampai Oktober," kata Marzuki. 

Berdasarkan data BPBD Riau, sejak awal Januari hingga pertengahan Februari ini luas kebakaran hutan dan lahan di Riau mencapai 841,71 ha. 

Lahan yang terbakar paling luas terjadi di Kabupaten Bengkalis, yaitu 625 hektare ha. Kemudian di Kabupaten Rokan Hilir seluas 117 ha, Dumai 43,5 ha, Meranti 20,2 ha, Pekanbaru 16 ha, serta Kampar 14 ha.

Citra Satelit Terra-Aqua juga menunjukan jumlah titik panas di kawasan gambut Provinsi Riau pada periode 11-17 Februari meningkat menjadi 231 titik, yang dari 48 titik di periode 4-10 Februari. Titik panas terkonsentrasi di daerah pesisir Riau seperti di Kabupaten Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti dan Pelalawan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seorang warga ditemukan tewas gantung diri dekat rumah orang tuanya
Kamis, 09 Juli 2020 - 15:45 WIB
Adia Winata (40) warga Kampung Samporah RT 04/10 Desa Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor,...
Dua pendaki asal Surabaya dikabarkan hilang di Gunung Penanggungan
Selasa, 07 Juli 2020 - 19:27 WIB
Dua pendaki asal Surabaya dikabarkan hilang di Gunung Penanggungan dari jalur Telogo, Kunjorowesi, K...
Kebocoran gas diduga penyebab kebakaran di kawasan Pondok Rumput
Selasa, 07 Juli 2020 - 15:26 WIB
Kebocoran gas diduga menjadi penyebab kebakaran sejumlah bangunan rumah toko (Ruko) di kawasan Pondo...
13 unit mobil pemadam meluncur ke Pondok Rumput, Jakarta Selatan
Selasa, 07 Juli 2020 - 10:59 WIB
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Jakarta Selatan (Jaksel) mengerahkan s...
Satu keluarga menderita luka bakar akibat gas bocor
Senin, 06 Juli 2020 - 09:25 WIB
Satu keluarga di Lubang Buaya, Jakarta Timur, menderita luka bakar dalam peristiwa tabung gas bocor,...
Kebakaran lahan gambut di Aceh Barat belum padam
Sabtu, 04 Juli 2020 - 14:29 WIB
Peristiwa kebakaran lahan gambut seluas 10,5 hektare di Desa Leuhan dan Lapang, Kecamatan Johan Pahl...
Kebakaran di Cilandak Timur berhasil dipadamkan
Jumat, 03 Juli 2020 - 17:27 WIB
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan berhasil mema...
Sembilan unit mobil damkar atasi kebakaran di SMAN 100 Jakarta
Rabu, 01 Juli 2020 - 17:56 WIB
 Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur berha...
Basarnas evakuasi jenazah mahasiswa tenggelam di Pulau Manuk
Minggu, 28 Juni 2020 - 15:41 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah mahasiswa Politeknik Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor bernama ...
Warga yang tenggelam di Kanal Barat ditemukan dalam keadaan meninggal
Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:14 WIB
Pencarian terhadap seorang warga yang tenggelam menceburkan diri ke Kali Ciliwung akhirnya ditemukan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV