Anies: Tim tata kelola air mengawal pengambilalihan pengelolaan air
Senin, 11 Februari 2019 - 20:56 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat memberikan keterangan di Balaikota DKI Jakarta, Senin (11/2). Sumber foto: https://bit.ly/2SHF8B0

Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menugaskan tim tata kelola air untuk bertugas mendampingi dan mengawal proses pengambilalihan tata kelola air dari swasta.
   
"Nanti yang akan melakukan proses ini nanti PDAM atau PAM Jaya. Karena memang selama ini, perjanjian kerjasamanya pun adalah antara PDAM Jaya dengan pihak swasta, tapi policy kita adalah mengambil alih seluruhnya," kata Anies di Balaikota DKI Jakarta, Senin (11/2).
   
Enam bulan yang lalu pihaknya sudah membentuk tim tata kelola air yang berisikan kalangan profesional, kalangan aktivis, juga birokrat. Dia menjelaskan bahwa tim tata kelola air, meskipun tugas mereka tidak berhenti bahkan diperpanjang. "Sekarang, tugas mereka adalah mendampingi, mengawal proses pengambilalihan. Dan nanti tim tata kelola juga Dirut PDAM secara berkala akan melaporkan kepada Gubernur," kata Anies
   
Proses ini akan dilakukan secara transparan, terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Ini adalah sesuatu yang terang benderang dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Gubernur menjelaskan, beberapa aspek pengambilalihan pengelolaan air diantaranya adalah perjanjian dengan swasta ini bermasalah ada hak esklusivitas. 
   
Jadi investasi terkait dengan pengelolaan air ini di dalam perjanjian kerja sama harus seizin pihak swasta. "Kita, tahun lalu berkeinginan menambah jaringan, dan (itu) tidak dimungkinkan oleh peraturan karena hak itu ada pada pihak swasta. Negara mau nambah saja harus minta izin kepada swasta," kata Gubernur.
   
Kemudian pengelolaan seluruh aspek seluruhnya ada pada pihak swasta. Dari mulai air baku kemudian pengelolaannya, pengolahannya, lalu distribusinya dan pelayanannya. Keempatnya ada di swasta dan sama sekali tidak punya kontrol di sana. "Ini yang problematik, negara di dalam perjanjian itu, memberikan jaminan keuntungan 22 persen, targetnya tidak tercapai. Tapi keuntungannya wajib dibayarkan oleh negara," kata Anies.
   
Dikatakannya, bila membiarkan perjanjian ini sampai tahun 2023, tapi kalau membiarkan sampai tahun 2023, artinya rakyat DKI tidak akan merasakan penambahan yang serius karena dengan waktu yang habis tahun 2023. "Hampir pasti swasta tidak mau melakukan investasi lagi. Karena tahun 2023 akan selesai (kontraknya)," kata Gubernur, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 15:41 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo mengajak Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Tohir...
Sabtu, 20 April 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai, tidak...
Jumat, 19 April 2019 - 18:26 WIB
Elshinta.com - Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dalam pernyataan yang disampaikan ...
Jumat, 19 April 2019 - 17:11 WIB
Elshinta.com - Petugas pengamanan gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP dibantu Banser Pemud...
Kamis, 18 April 2019 - 13:41 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) d...
Kamis, 18 April 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafru...
Kamis, 18 April 2019 - 13:29 WIB
Elshinta.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI dan Polri akan menjaga...
Kamis, 18 April 2019 - 12:59 WIB
Elshinta.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan, ...
Kamis, 18 April 2019 - 09:38 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah ...
Senin, 15 April 2019 - 18:58 WIB
Elshinta.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menyatakan, hingga saat in...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)