Jemaah umrah Indonesia terbanyak kedua di dunia
Elshinta
Senin, 11 Februari 2019 - 10:27 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
 Jemaah umrah Indonesia terbanyak kedua di dunia
Sumber Foto: https://bit.ly/2GiHhxf

Elshinta.com -Indonesia menjadi negara dengan jumlah jemaah umrah terbanyak kedua di dunia. Indonesia hanya kalah jumlah dengan jemaah Pakistan. Sementara India menempati urutan ketiga.

Demikian disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali saat memberikan laporan pada Penandatangan Nota Kesepahaman tentang Pencegahan, Pengawasan, dan Penanganan Permasalahan Penyelenggaraan Ibadah Umrah di Jakarta, seperti dikutip Infopublik.id.

“Jemaah umrah Indonesia menempati posisi kedua dalam kuantitasnya. Sejak September 2018 hingga 31 Januari 2019, jemaah umrah kita mencapai 508.180 jemaah. Nomor, satu adalah Pakistan dengan 776.326 jemaah. Ketiga, India dengan 343.396 jemaah,” ujar Nizar Ali.

“Karena jemaah haji kita sangat besar, maka kompleksitas pelaksanaan umrah juga perlu dicermati,” lanjutnya.

Menurut Nizar, ibadah umrah saat ini tidak lagi didominasi oleh kalangan masyarakat perkotaan atau segmen orang kaya semata. Minat beribadah umrah hampir dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Perubahan segmen dan karakter jemaah ini mengharuskan pemerintah mengambil langkah reformasi agar negara tetap hadir,” tuturnya.

Sejalan itu, lanjut Nizar, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah peningkatan layanan. Pertama, penguatan regulasi dengan terbitnya PMA 8 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah. Kedua, penguatan kelembagan dengan pembentukan unit eselon II yang secara khusus menangani umrah. Ini sudah dilakukan sejak 2017.

Ketiga, lanjut Nizar, pelayanan perizinan secara online yang terintegrasi dengan PTSP Kementerian Agama. “Kami juga melakukan sertifikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebagai biro perjalanan wisata. Proses sertifikasi ini akan rampung Maret tahun ini,” ujarnya.

Langkah berikutnya, membuat nota kesepahaman dengan Komite Akreditasi Nasional untuk melakukan proses akreditasi terhadap PPIU. “Program ini akan dimulai tahun ini,” jelasnya.

“Kemenag juga sudah melakukan integrasi pengawasan umrah secara elektronik melalui SIPATUH yang dirilis 2018,” lanjutnya.

Nizar menegaskan bahwa upaya perbaikan ini akan terus dilakukan. Bahkan, saat ini tengah dilakukan penguatan kelembagaan di tingkat kanwil dengan menambah seksi pembinaan dan pengawasan haji dan umrah. Juga penambahan staf teknis pada Kantor Urusan Haji di Jeddah. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah juga tengah melakukan penguatan regulasi dan upaya pengintegrasian sistem dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk e-umrah di Saudi.

“Ini semua dilakukan untuk memastikan reformasi umrah akan menghasilkan sistem penyelengaraan umrah yang zero persoalan dan memberi manfaat untuk bangsa,” tandasnya.

Ditambahkan Nizar, penandatanganan nota kesepahaman hari ini akan semakin memperkuat upaya negara dalam memperbaiki penyelenggaraan ibadah umrah. Hal ini penting karena penyelengagraan umrah juga merupakan tugas nasional, sebagaimana haji, sehingga memerlukan partisipasi dan sinergi dengan berbagai pihak.

“Kami berinisiatif merangkul K/L terkait untuk bentuk wadah koordinasi untuk memastikan tugas nasional ini terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dihadiri 9 Kementerian dan Lembaga Negara. Pembahasan materi Nota Kesepahaman ini sendiri telah dilakukan sejak Oktober 2018.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan adalah upaya untuk memberikan kepastian perlindungan serta peningkatan kualitas penyelenggaraan umrah. "Karena memang umrah ini begitu kompleks, kami merasa tidak bisa sendiri memberikan perlindungan jemaah umrah," kata Menag.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mantap, Pemprov DKI bangun `skatepark`berstandar internasional di Pasar Rebo
Minggu, 18 Agustus 2019 - 13:48 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah membangun fasilitas publik skatepark (taman ...
Wapres Kalla hadiri peringatan Hari Konstitusi di MPR RI
Minggu, 18 Agustus 2019 - 11:23 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri peringatan Hari Konstitusi yang diselenggaraka...
Cuaca hari ini, DKI Jakarta diprediksi cerah berawan
Minggu, 18 Agustus 2019 - 09:11 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Ibu Kota Ja...
Istri Kapolri besuk Ipda Erwin di RSPP
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Bhayangkari, Tri Tito Karnavian menjenguk Ipda Erwin Yudha yang masih me...
Kualitas udara Jakarta masih tak sehat di Hari Kemerdekaan
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 08:17 WIB
Elshinta.com - Kualitas udara di DKI Jakarta saat HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8), sudah berada di angk...
Peringati HUT ke-74 RI, Daop Jakarta gratiskan lima KA lokal
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 07:39 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operas...
Cuaca Jakarta diprediksi cerah berawan sambut HUT ke-74 RI
Sabtu, 17 Agustus 2019 - 06:19 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di seluruh ...
Tunjang pengguna MRT, PT Transjakarta buka rute baru
Jumat, 16 Agustus 2019 - 12:47 WIB
Elshinta.com - PT Transjakarta membuka rute baru dari park and ride MRT dan South Quarter Intiland, ...
Jokowi minta izin rakyat Indonesia untuk pindah ibu kota ke Kalimantan
Jumat, 16 Agustus 2019 - 12:18 WIB
Elshinta.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta izin kepada seluruh rakyat Indonesia untuk pi...
Pemprov DKI jalin kerjasama penggunaan ERP dengan Kominfo
Jumat, 16 Agustus 2019 - 10:45 WIB
Elshinta.com - Pemprov DKI Jakarta bersama Dirjen Aplikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once