Kementerian ESDM tetapkan harga jual eceran BBM non subsidi
Sabtu, 09 Februari 2019 - 18:52 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2RQdD3y

Elshinta.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan ketentuan terkait harga jual eceran BBM umum yang mencakup non subsidi, seperti Pertalite, Pertamax series, Solardex, Dexlite, serta BBM umum yang dijual di SPBU Shell, Total, AKR, Exxonmobil, Vivo dan lainnya.

"Formulanya ada di dalam Permen (Peraturan Menteri) tersebut, untuk menentukan harga jenis bahan bakar umum ini. Dengan begitu para pelaku usaha lebih nyaman, dan konsumen terlindungi, untuk pelaku usaha juga lebih mudah. Fairness-nya ada," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Agung Pribadi kepada Antara di Surabaya, Sabtu (9/2).

Aturan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) Umum Jenis Bensin Dan Solar yang Disalurkan lewat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan. 

Kebijakan ini diambil demi menjaga kestabilan dan kepastian harga BBM umum, melindungi konsumen serta agar praktek usaha lebih fair.

Dia menjelaskan, untuk jenis bensin dibawah RON 95 dan jenis minyak solar CN 48, batas bawahnya, yaitu Mean of Platts Singapore (MOPS) + Rp952 per liter + Margin (5 persen dari harga dasar). Sedangkan batas atasnya, yaitu MOPS + Rp2.542 per liter + Margin (10 persen dari harga dasar).

Sementara untuk BBM jenis Bensin di atas RON 95 dan Solar CN 48, batas bawahnya yaitu MOPS + Rp1.190/liter + Margin (5 persen dari harga dasar). Sedangkan batas atasnya, yaitu MOPS + Rp3.178 per liter + Margin (10 persen dari harga dasar).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 22 April 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Sen...
Senin, 22 April 2019 - 18:34 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (22/4) ...
Senin, 22 April 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Bel...
Senin, 22 April 2019 - 11:14 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (...
Senin, 22 April 2019 - 10:42 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/4)...
Senin, 22 April 2019 - 08:56 WIB
Elshinta.com - Harga minyak naik di perdagangan Asia pada Senin pagi, dengan minyak mentah...
Minggu, 21 April 2019 - 17:51 WIB
Elshinta.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memproyeksikan industri makanan da...
Minggu, 21 April 2019 - 11:27 WIB
Elshinta.com - PT Angkasa Pura I melakukan uji coba teknis pernerbangan dengan pesawat kal...
Jumat, 19 April 2019 - 14:02 WIB
Elshinta.com - New Yogyakarta International Airport (NYIA) merupakan bandar udara internasional...
Jumat, 19 April 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 18 perusahaan nasional maupun multinasional nampaknya tertarik inv...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)