Kiri Kanan
Tren kekerasan perempuan dan perkawinan anak semakin mengkhawatirkan
Elshinta
Minggu, 09 Desember 2018 - 13:14 WIB |
Tren kekerasan perempuan dan perkawinan anak semakin mengkhawatirkan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2FSaFKV

Elshinta.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jentera Perempuan Indonesia menilai tren kekerasan yang dialami perempuan serta perkawinan anak semakin meningkat hingga tahap mengkhawatirkan.

"Tren kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Jember cenderung meningkat, namun tidak semua kasus tersebut dilaporkan dan ditangani aparat kepolisian," kata Koordinator LBH Jentera Perempuan Indonesia di Jember Yamini, seperti dihimpun Antara, Minggu (9/12).

Menurutnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan termasuk kasus perkawinan anak yang berdampak pada anak perempuan masih tinggi, bahkan perkawinan anak merupakan fenomena sosial yang banyak terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Jember.

Berdasarkan informasi, setiap tahun di Kabupaten Jember selalu ada pelajar SMP dan SMA yang tidak mengikuti ujian nasional (UN) karena menikah atau dinikahkan oleh orang tuanya, sebelum anak yang bersangkutan mengikuti UN dan dinyatakan lulus oleh pihak sekolah.

"Untuk itu, kami terus gencar untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menekan perkawinan anak dengan berbagai cara karena biasanya terbanyak alasan melakukan pernikahan dini adalah persoalan ekonomi," tuturnya.

"Tren kekerasan yang dialami perempuan dan anak di Jember juga mengalami peningkatan karena saat ini para perempuan mungkin sudah berani berbicara, terutama pada kasus kekerasan terhadap anak," tutup dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Budaya menghargai dan memperlakukan wanita dengan baik perlu ditingkatkan
Selasa, 03 Desember 2019 - 16:15 WIB
Ketua Umum Gerakan Bukti Cinta (Gerbukcin), Aris Wahyudi menyampaikan data mengejutkan, bahwa sebany...
Singkirkan 2.300 karya, tiga designer menangkan ajang design pattern hijab
Senin, 02 Desember 2019 - 12:02 WIB
Setelah berhasil menyisihkan sebanyak 2.300 karya design pattern hijab yang masuk ke pihak panitia, ...
Menlu: Tak ada perdamaian tanpa keterlibatan perempuan
Jumat, 29 November 2019 - 17:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tidak akan ada perdamaian atau stabilitas tanpa keterli...
Komnas Perempuan sambut baik wacana sertifikasi pranikah
Sabtu, 16 November 2019 - 14:14 WIB
Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyambut baik wacana Pemerintah tentang aturan sertifikasi prani...
Kanker Payudara Sebabkan 22.000 Kematian pada 2018
Selasa, 29 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Dr. Terawan Agus Putranto mengatakan kanker payud...
BNPT: Perempuan benteng keluarga cegah radikalisme
Jumat, 11 Oktober 2019 - 09:23 WIB
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BN...
Sarlin Jones akan dikirim ke Miss Grand International 2019 di Venezuela
Sabtu, 05 Oktober 2019 - 17:54 WIB
Miss Grand International merupakan salah satu ajang kontes kecantikan terbesar di dunia yang telah a...
Sarlin Jones dari NTT pemenang Miss Grand Indonesia 2019
Jumat, 30 Agustus 2019 - 14:23 WIB
Sarlin Jones dari NTT berhasil terpilih sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2019, berhak mewakili ...
Donita dan Andi Soraya koleksi berlian untuk investasi
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 18:11 WIB
Berlian selain sebagai perhiasan bisa juga dikoleksi dan untuk investasi. Hal itu diungkapkan artis ...
Cara selamatkan ASI perah saat listrik mati
Senin, 05 Agustus 2019 - 15:17 WIB
Pemadaman listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (4/8) siang yang masih terjadi berg...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)