Tokopedia raih pendanaan baru sebesar Rp14,5 Triliun?
Elshinta
Kamis, 01 Januari 1970 - 07:00 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Tokopedia raih pendanaan baru sebesar Rp14,5 Triliun?
Sumber foto: https://bit.ly/2QcfrYe

Elshinta.com - Perusahaan marketplace Indonesia, Tokopedia dikabarkan telah meraih pendanaan sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp14,5 triliun. Pendanaan didapatkan dari beberapa investor Tokopedia terdahulu termasuk Softbank. 

Berdasarkan CB Insight yang dikutip dari Tech in Asia, melalui pendanaan ini Tokopedia menjadi unicorn dengan valuasi tertinggi di Indonesia. Valuasi Tokopedia saat ini diperkirakan mencapai US$7 miliar (sekitar Rp102 triliun). 

Namun, sejauh ini belum ada keterangan resmi baik dari Softbank maupun  Tokopedia terkait kabar ini. "Kami tidak berkomentar untuk sementara ini," kata CEO Office Manager Tokopedia, Priscilla Anais, saat yang dikutip dari Kumparan Rabu (21/11).

Tokopedia telah mendapatkan pendanaan di tahun 2014 dari Softbank dan Sequoia Capital senilai $100 juta yang membawanya untuk mendapatkan pendanaan-pendaan baru. Sejak saat itu, Tokopedia menjelma menjadi perusahaan ecommerce raksasa di Indonesia yang memiliki lebih dari 2,7 juta merchant. 
Sebelumnya, Tokopedia meluncurkan fitur pembayaran OVO milik Grup Lippo yang menggantikan sistem TokoCash yang sebelumnya dipakai oleh Tokopedia. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR ingin BSN beri kemudahan bagi pelaku industri usaha kecil
Senin, 29 Juni 2020 - 09:31 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah menginginkan agar Badan Standarisasi Nasional (BSN) dapat be...
Tips bertahan di tengah pandemi bagi UMKM
Senin, 15 Juni 2020 - 11:32 WIB
Pandemi corona membawa dampak besar di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Namun, dampak ini juga dap...
Dear UKM! Ini lima strategi bertahan di tengah pandemi COVID-19
Selasa, 28 April 2020 - 18:11 WIB
Tidak dapat dipungkiri, wabah COVID-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesi...
Catat, Kemenkop UKM rilis e-form untuk pendataan UMKM terdampak corona
Selasa, 14 April 2020 - 19:11 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM merilis e-form untuk kepentingan pendataan pelaku koperasi dan UMKM yan...
Cegah penyebaran COVID-19, ini prosedur yang bisa diterapkan pelaku UKM
Senin, 23 Maret 2020 - 09:30 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengimbau dan mengajak seluruh pelaku UKM untuk turut menerap...
Dongkrak jumlah penerap SNI, BSN gandeng industri bina UKM
Selasa, 10 Maret 2020 - 18:27 WIB
Dalam 5 tahun terakhir, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah melakukan pembinaan penerapan Stand...
Jika bisnis gagal, bertahan atau harus beralih bisnis? Ungkap jawabannya disini…
Selasa, 18 Februari 2020 - 10:06 WIB
Jika bisnis Anda gagal, segeralah lakukan evaluasi. Sebab dari sinilah Anda dapat menentukan: Anda b...
UKM kuliner! mana yang utama nih, produk atau kemasan?
Senin, 17 Februari 2020 - 13:50 WIB
Produk Anda akan disukai pertama-tama karena bagus, dalam arti berkualitas dan enak. Itu poin utaman...
Cara menetapkan kesepakatan dasar dengan mitra bisnis
Rabu, 12 Februari 2020 - 12:14 WIB
Bagaimana mengelola dan menetapkan kesepakatan dasar untuk bermitra khususnya dalam kaitan permodala...
Harga bahan baku tidak stabil, ini cara aman menyiasati modal bisnis
Selasa, 11 Februari 2020 - 14:21 WIB
Risiko fluktuasi harga adalah hal yang alamiah untuk semua bahan baku pada semua jenis bisnis. Sanga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV