Kiri Kanan
Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs
Elshinta
Jumat, 16 November 2018 - 19:35 WIB |
Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2OJgGZT

Elshinta.com - Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin mengatakan perkawinan anak membawa dampak buruk bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

"Perkawinan anak bisa berdampak pada pencapaian pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ujungnya berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia," kata Lenny di Jakarta, Jumat (16/11).

Lenny mengatakan anak perempuan yang dikawinkan memiliki risiko terhadap kesehatan reproduksinya yang bisa berujung pada peningkatan angka kematian ibu. Ditambah lagi, anak yang dikandung oleh anak perempuan yang dikawinkan juga berisiko kekurangan gizi karena harus berebut dengan ibunya yang juga masih dalam usia pertumbuhan.

"Risikonya adalah kematian bayi, bayi berat lahir rendah, bayi gizi rendah dan kurang, `stunting` dan lain-lain," jelasnya, dilansir Antara.

Anak yang kawin juga terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan atau putus sekolah. Menurut Lenny, tidak lebih dari dua persen anak yang kawin bisa kembali melanjutkan sekolah, dan harus bertanggung jawab menghidupi keluarganya sehingga harus bekerja yang pada akhirnya menimbulkan banyak masalah.

"Akibatnya, berujung pada kemiskinan karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang baik," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peneliti sebut pengembangan energi harus sesuai SDGs
Jumat, 11 Oktober 2019 - 13:06 WIB
Elshinta.com - Peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Ropiudin menyebutkan penge...
Pemerintah butuh dana Rp27 triliun untuk capai SDGs hingga 2030
Kamis, 10 Oktober 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Pemerintah membutuhkan pembiayaan investasi total sebesar Rp27.835 triliun ...
Usai festival, Bappenas gelar Konferensi Tahunan SDG`s 
Jumat, 04 Oktober 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Di awal Oktober ini, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan dua hajat be...
Bambang sebut Indonesia sudah punya upaya yang sistematis dalam SDGs
Senin, 30 September 2019 - 19:37 WIB
Elshinta.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Kementerian PPN/Bappena...
Wapres angkat isu diskriminasi sawit di Konferensi BRF
Minggu, 28 April 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengangkat isu diskriminasi kelapa sawit Indones...
Darmin Nasution: Penurunan harga BBM non subsidi tingkatkan daya beli masyarakat
Jumat, 08 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Pemerintah mengklaim penurunan harga BBM non subsidi akan berdampak pada rendahn...
Provinsi Sumut diminta segera percepat penyelesaian rencana aksi daerah provinsi
Selasa, 12 Februari 2019 - 19:18 WIB
Elshinta.com -Provinsi Sumatera Utara diminta segera mempercepat penyelesaian rencana aksi daer...
Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai
Senin, 17 Desember 2018 - 14:57 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan salah satu Tujuan Pembangun...
Kepala Bappenas: Revolusi Industri 4.0 bisa bantu capai SDGs
Sabtu, 08 Desember 2018 - 06:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonego...
Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs
Jumat, 16 November 2018 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)