Inilah tren ecommerce yang akan semakin marak di tahun 2019
Elshinta
Jumat, 28 September 2018 - 16:04 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Inilah tren ecommerce yang akan semakin marak di tahun 2019
Sumber foto: https://bit.ly/2Dyp9Pk

Elshinta.com - Belanja secara online tidak lagi hanya sekadar iseng tetapi sudah menjadi sebuah gaya hidup. Orang-orang memanfaatkan ponsel atau komputer mereka untuk memesan apapun dan menerimanya langsung di pintu rumah. Pergeseran perilaku konsumen tersebut turut mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan diri. 

Di sisi lain, perkembangan teknologi juga kian pesat, dan persaingan ecommerce juga semakin kompetitif. Situs website terus diperbarui agar lebih cepat dan lebih pintar sehingga bisa memberikan pengalaman berbelanja online yang lebih menyenangkan. Agar tidak ketinggalan, setiap pelaku usaha ecommerce diharapkan mampu melihat tren yang akan berkembang ke depan. 

Berikut ini, beberapa tren ecommerce yang akan semakin marak di tahun 2019 seperti yang dilansir dari entrepreneur.com. 

Personalisasi

Konsumen menyukai pengalaman berbelanja yang baru di mana mereka bisa mendapatkan produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan mereka. Penjualan secara fisik tidak mampu memastikan apa yang diinginkan oleh setiap konsumen, karena itu teknologi akan membuatnya menjadi lebih mudah.

Personalisasi dilakukan dengan berbagai cara. Perusahaan-perusahaan ecommerce menganalisis riwayat pembelian pengguna dan menawarkan produk yang kemungkinan besar diminati oleh pelanggan. Di saat yang bersamaan, mereka menyingkirkan opsi yang kemungkinan besar tidak diperlukan oleh pelanggan. 

Untuk melakukan personalisasi pada pengalaman belanja online konsumen, perusahaan mulai memasukkan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pembelajaran mesin (machine learning) ke dalam situs ecommerce mereka. 

Augmented reality

Augmented reality (AR) adalah teknologi yang digunakan untuk menempatkan gambar digital dan grafik ke dalam lingkungan yang ada. Meskipun orang-orang biasanya mengenali fitur ini dari video game, teknologi AR juga dapat digunakan untuk belanja online.

Perusahaan-perusahaan furnitur, seperti Magnolia Market, telah menemukan cara menggunakan AR untuk membantu pelanggan memvisualisasikan bagaimana furnitur akan terlihat di ruang unik mereka. 

Aplikasi seluler mereka memungkinkan orang melihat furnitur Magnolia melalui kamera mereka di ruang yang mereka sediakan. Fitur unik ini membuat pengalaman belanja online jauh lebih personal dan memungkinkan pelanggan melihat bagaimana furnitur mereka akan terlihat sebelum mereka membelinya.

Chatbots

Perusahaan terus berupaya untuk mereplikasi bantuan penjualan yang biasanya dirasakan konsumen di toko fisik ke toko online. Chatbots merupakan teknologi yang bisa membuat pengguna merasa bahwa mereka sedang  dilayani atau dibantu "secara fisik" saat membeli online.

Chatbots sebagian besar diimplementasikan dengan tujuan menciptakan komunikasi instan antara pelanggan dan perusahaan. Karena toko online tidak memiliki jam buka dan tutup tertentu, pelanggan dapat berbelanja kapan saja sepanjang hari. Chatbots memungkinkan pelanggan mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban hampir seketika.

Pembayaran Cryptocurrency

Cryptocurrency merupakan sebuah teknologi mata uang digital yang memanfaatkan kriptografi sebagai sistem keamanannya.  Baru-baru ini, ada rumor Amazon mempertimbangkan menerima cryptocurrency sebagai metode pembayaran. Ini bisa mengguncang seluruh dunia ecommerce sepenuhnya. 

Ada beberapa proyek blockchain yang bertujuan untuk memberikan peer-to-peer commerce menggunakan token unik, namun, dibutuhkan raksasa mainstream untuk menetapkan standar baru di lapangan.

Belanja di media sosial

Salah satu cara di mana perangkat mobile digunakan untuk berbelanja adalah melalui media sosial. Facebook dan Instagram telah membuka pasar ecommerce dan mempermudah pengguna untuk berbelanja melalui platform media sosial mereka. Instagram, misalnya, telah mulai menawarkan fitur untuk tautan produk langsung yang akan ditandai di pos yang bahkan menyertakan detail produk dan harga.

Selain itu, perusahaan telah menggunakan media sosial untuk mengiklankan merek dan produk mereka. Pada titik ini, perusahaan yang tidak menggunakan Facebook atau Instagram, akan semakin tertinggal di belakang. 

Pembayaran otomatis

Peningkatan penggunaan perdagangan seluler lainnya adalah pembayaran otomatis seperti Paypal, Amazon Pay, atau Apple Pay. Beberapa situs belanja online telah membuatnya lebih mudah untuk memesan barang secara online. Dengan fitur seperti Apple Pay, pengguna iPhone hanya perlu memasukkan informasi kartu kredit mereka satu kali. 

Dari sana, nomor kartu dan alamat dapat disimpan ke ponsel mereka dan disimpan untuk digunakan nanti. Jika situs web menawarkan Apple Pay, semua yang perlu dilakukan pengguna adalah mengeklik "OK" dan proses checkout selesai. Semudah itu. 

Tanpa perlu memasukkan informasi yang panjang, belanja online menjadi semakin mudah. Pengguna dapat melihat produk hebat di Instagram, mengeklik tautan, dan checkout dengan proses pembayaran otomatis dalam waktu kurang dari lima menit. Dengan menawarkan fitur-fitur ini, perusahaan menghilangkan hambatan dan membuat proses berbelanja menjadi mudah.

Dengan begitu banyaknya tren belanja online, pelaku retail akan sulit menolaknya. Personalisasi belanja online memastikan bahwa pembeli diakui dan memiliki pilihan yang paling sesuai dengan mereka, augmented reality memungkinkan pembeli untuk secara praktis mencoba pembelian baru mereka, chatbots memberikan bantuan tambahan, dan toko-toko beralih ke media sosial dan checkout otomatis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wujudkan pertanian untuk semua, startup pertanian ini gelar TaniHack
Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:18 WIB
TaniHub Group, perusahaan digital rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan t...
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Startup asal Indonesia ini ikuti netpreneur training di markas Alibaba
Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:19 WIB
Program ini merupakan kerja sama dengan Kadin Indonesia dan didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekfraf)...
Hai pelaku startup! Ini 6 tips untuk menggaet dana dari investor
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:05 WIB
Saat membangun sebuah bisnis, termasuk perusahaan rintisan atau startup, tentu harus memikirkan baga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)