Kiri Kanan
Cerita mantan TKW yang sukses membuka usaha tenun ikat
Elshinta
Selasa, 25 September 2018 - 18:58 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Cerita  mantan TKW yang sukses membuka usaha tenun ikat
Foto: Fendi Lesmana.

Elshinta.com - Bekerja selama dua tahun menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi membuat mental Siti Ruqoyah (49) warga Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi lebih tangguh. Betapa tidak, hanya dengan modal uang 25 juta hasil jerih payahnya bekerja disana ia kini sudah memiliki empat  tempat usaha Tenun Ikat Tradisional Khas Kediri. 

Dikisahkan ibu dua anak ini, semula sejak tahun 1989 dirinya sudah merintis usaha tenun Ikat. Namun seiring berjalanya waktu,menginjak tahun 1998 Indonesia diguncang krisis moneter sehingga usahanya tersebut terpaksa ditutup. Selama itu, timbul keinginannya untuk adu peruntungan mencari nafkah di negeri orang.

"Ketika itu, sebenarnya berat karena suami sempat melarang. Tetapi karena keadaan saya akhirnya nekat berangkat," ujar Siti Ruqoyah Selasa (25/9) kepada Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana.

Selepas masa krisis Moneter, pasca  dua tahun merantau di luar negeri, terbesit keinginannya untuk kembali ke kampung halaman sekaligus  merintis kembali usahanya tersebut. 

"Sisa uang hasil kerja saya saat itu cuman 25 juta," tuturnya. 

Berbekal tekad dan kemauan yang sangat tinggi, perlahan ia merintis kembali usahanya tersebut bersama sang suami bernama Munawar (68). Lambat laun hasil ketelatenan dan kerja keras Siti Ruqoyah membuahkan hasil. 

Awal kembali buka usaha, saat itu Siti Ruqoyah hanya mampu menghidupi hanya lima orang karyawan. Namun saat ini jumlah pekerjanya terus bertambah hingga bisa mempekerjakan sembilan puluh delapan orang dan memiliki alat tenun bukan mesin sebanyak 60 unit. 

"Dulu waktu awal bikin, alat tenunya cuma tiga unit," kenangnya. 

Secara komulatif, Siti Ruqoyah mengaku dalam waktu satu hari ia bisa memproduksi enam puluh pesanan diantaranya baju jenis katun,sarung tenun, syal dan kain sutera. 

Tarifnya bervariatif untuk baju jenis katun satu potong, dihargai Rp315 ribu. Kain Sutra Rp440 ribu, semi sutra Rp320 ribu, syal Rp90 ribu, sarung kualitas A agak lebih mahal dibanderol Rp225 ribu. Sementara sarung kualitas B Rp 185 ribu. 

"Kalau pesan 100 potong, pengerjaanya butuh waktu satu bulan. Paling cepat tiga minggu. Pesanan paling banyak terutama, ketika mendekati momentum Lebaran. Kalau sudah gitu, numpuk pengerjaanya baru selesai setelah lebaran," ceritanya. 

Karena produksi tenun ikat garapannya dinilai konsumen  memiliki kualitas sangat baik, ia sering mendapat order dari dalam mau pun luar kota Kediri. "Dari Papua, mau pun NTT juga pernah pesan disini," imbuhnya. Bahkan ia juga sering diundang pameran UMKM di berbagai daerah mewakili pemda setempat. Tidak hanya itu,  ia juga acap kali menerima piagam penghargaan dan memenangkan lomba.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Budaya menghargai dan memperlakukan wanita dengan baik perlu ditingkatkan
Selasa, 03 Desember 2019 - 16:15 WIB
Ketua Umum Gerakan Bukti Cinta (Gerbukcin), Aris Wahyudi menyampaikan data mengejutkan, bahwa sebany...
Singkirkan 2.300 karya, tiga designer menangkan ajang design pattern hijab
Senin, 02 Desember 2019 - 12:02 WIB
Setelah berhasil menyisihkan sebanyak 2.300 karya design pattern hijab yang masuk ke pihak panitia, ...
Menlu: Tak ada perdamaian tanpa keterlibatan perempuan
Jumat, 29 November 2019 - 17:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tidak akan ada perdamaian atau stabilitas tanpa keterli...
Komnas Perempuan sambut baik wacana sertifikasi pranikah
Sabtu, 16 November 2019 - 14:14 WIB
Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyambut baik wacana Pemerintah tentang aturan sertifikasi prani...
Kanker Payudara Sebabkan 22.000 Kematian pada 2018
Selasa, 29 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Dr. Terawan Agus Putranto mengatakan kanker payud...
BNPT: Perempuan benteng keluarga cegah radikalisme
Jumat, 11 Oktober 2019 - 09:23 WIB
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BN...
Sarlin Jones akan dikirim ke Miss Grand International 2019 di Venezuela
Sabtu, 05 Oktober 2019 - 17:54 WIB
Miss Grand International merupakan salah satu ajang kontes kecantikan terbesar di dunia yang telah a...
Sarlin Jones dari NTT pemenang Miss Grand Indonesia 2019
Jumat, 30 Agustus 2019 - 14:23 WIB
Sarlin Jones dari NTT berhasil terpilih sebagai pemenang Miss Grand Indonesia 2019, berhak mewakili ...
Donita dan Andi Soraya koleksi berlian untuk investasi
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 18:11 WIB
Berlian selain sebagai perhiasan bisa juga dikoleksi dan untuk investasi. Hal itu diungkapkan artis ...
Cara selamatkan ASI perah saat listrik mati
Senin, 05 Agustus 2019 - 15:17 WIB
Pemadaman listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu (4/8) siang yang masih terjadi berg...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)