Sayurbox, inovasi teknologi potong rantai suplai produk pertanian
Elshinta
Jumat, 21 September 2018 - 10:38 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Dewi Rusiana
Sayurbox, inovasi teknologi potong rantai suplai produk pertanian
Amanda Cole, pendiri Sayurbox. Sumber foto: https://bit.ly/2xECpfe

Elshinta.com - Sebuah survey yang dilakukan oleh Nielsen dalam laporan Nielsen’s New Global Health and Ingredient-Sentiment Survey tahun 2016 menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pola hidup sehat meningkat. Survey tersebut mengatakan bahwa masyarakat Indonesia semakin peduli dengan kandungan gizi pada makanan yang mereka konsumsi. Meningkatnya kesadaran pola hidup sehat tersebut mendorong semakin tingginya permintaan terhadap sayuran atau bahan makanan yang segar. 

Namun, untuk mendapatkan bahan makanan terutama sayuran yang masih segar bukanlah perkara yang mudah. Terlebih lagi bagi masyarakat perkotaan yang punya kesibukan tinggi sehingga tidak bisa setiap hari datang ke pasar atau supermarket yang menjual sayuran segar. Hal itulah yang tampaknya dilihat oleh sebuah startup bernama Sayurbox sebagai peluang bisnis. Sayurbox merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan setiap orang bisa memesan sayuran dan buah-buahan dan diantarkan langsung ke rumah setiap hari. 

Menurut Pratiwi Woro Riesandhini Kepala Operasional Sayurbox, ide mendirikan startup ini berasal dari keserahan salah satu foundernya Amanda Cole saat pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan studi di luar negeri. Amanda yang hobi bercocok tanaman tersebut mencoba menanam kale, sejenis sayuran berwarna hijau yang sekilas mirip dengan sawi. Saat panen, Amanda bingung di mana ia harus memasarkannya.

Memotong rantai suplai

Pada saat itu ia akhirnya tahu, bahwa untuk bisa sampai di dapur, sayuran telah melewati rantai suplai yang cukup panjang. Mulai dari petani, tengkulak, pasar, kemudian baru ke tangan konsumen. Dari sana, muncul ide untuk memotong rantai suplai sayur yang panjang dari petani ke konsumen sehingga pembeli bisa mendapatkan sayur yang benar-benar masih segar. “Jadi kita bikin inovasi yang motong supplay chain dari petani ke konsumen.” ujar Pratiwi atau yang akrab disapa Tiwi tersebut. 

Sayurbox bekerjasama dengan petani secara langsung dan memudahkan konsumen mengakses sayuran dan buah segar melalui website dan aplikasi. Sayurbox menggunakan sistem pre order di mana konsumen yang menginginkan sayuran segar bisa memesannya satu hari sebelum sayur tersebut dikirim. Namun, ada juga item produk pertanian seperti salad yang bisa dipesan pada hari yang sama meski masih terbatas.

Sistem pre order yang diterapkan oleh Sayurbox, selain memungkinkan konsumen mendapat sayuran segar, juga meminimalisasi produk segar yang terbuang. Saat jumlah pesanan pada satu hari terlihat , Sayurbox akan melakukan agregasi jumlah pesanan konsumen dan menginformasikan kepada petani mitra tentang jumlah bahan segar yang harus dipanen. Bahan panen segar tersebut kemudian dikirim ke hub milik Sayurbox. 

Tiwi mengakui bahwa pihaknya memang tidak bisa seratus persen memotong rantai suplai sehingga produk pertanian dari petani bisa langsung ke konsumen. Produk pertanian berbeda dengan produk barang yang kapasitas produksinya sudah bisa dipastikan.
Sayurbox dalam hal ini berperan sebagai perantara tunggal di mana hasil pertanian dari petani dikirim ke Sayurbox lalu langsung ke rumah konsumen. Hal ini sudah cukup efisien dalam memotong rantai suplai yang sebelumnya cukup panjang.  Selain itu, Sayurbox juga berperan dalam memastikan kualitas hasil pertanian yang akan dikirim ke konsumen melalui tim yang dibentuk oleh Sayurbox. 

Meningkatkan pendapatan petani

Menurut Tiwi, harga produk pertanian yang dijual saat ini lebih banyak ditentukan oleh para tengkulak. Itu membuat keuntungan petani seringkali lebih kecil karena dibandingkan keuntungan di tingkat tengkulak maupun di tingkat pedagang di pasar. “Dengan bekerjasama sama Sayurbox, petani bisa mendapat keuntungan yang lebih besar karena enggak ada tengkulak” ujarnya. 

Tiwi menambahkan, petani juga bisa melakukan diversifikasi produk pertanian dengan melihat tren pembelian yang ada saat ini. Petani tidak fokus pada satu produk pertanian saja dengan mencoba produk pertanian yang sedang diminati dan harganya lebih tinggi. “Jadi mereka bisa belajar dan  berkembang bersama dengan Sayurbox.” ujar Tiwi. 

Tiwi menyontohkan, ada salah satu mitra petaninya yang dahulu hanya menanam singkong dan ubi. Setelah bekerja sama dengan pihaknya, Sayurbox menyarankan untuk menanam Kale yang harganya cukup tinggi di Jakarta. Dari hasil menanam Kale tersebut, hasil yang didapatkan oleh petani ternyata 10 kali lebih besar daripada ketika ia menanam dua komoditas tadi.

Dari sini, Tiwi menyimpulkan bahwa selain petani tidak mendapat keuntungan besar dari harga pasar yang sesungguhnya, pengetahun petani terhadap produk yang sedang diminati dan bernilai tinggi masih lemah. Ini lah beberapa faktor yang menyebabkan kesejahteraan petani di Indonesia masih rendah. 
Sementara itu, Sayurbox menerapkan strategi monetisasi dari persentase laba atau margin dari setiap penjualan produk. Selain itu, Sayurbox mendapatkan keuntungan dari sistem konsinyiasi dengan mitra produsen yang menjual sayurannya di platform Sayurbox. 

Tiwi mengaku optimis untuk mengembangkan layanannya ke berbagai wilayah di Indonesia dari sekarang yang masih terbatas di Jabodetabek. Selain itu, sebagai sebuah layanan teknologi, Sayurbox juga berusaha meningkatkan sistemnya agar semakin terotomatisasi. 

Dari segi prospek bisnisnya, pertanian merupakan salah satu industri yang tidak akan pernah mati karena merupakan produk yang dibutuhkan sehari-hari. Terlebih lagi bagi produk pertanian sehat yang semakin diminati. “Kalau kita lihat emang pertanian itu jadi our future. Soalnya makin kedepan orang juga makin tinggi kesadarannya untuk hidup sekarang. Apalagi sekarang perkembangan teknologi semakin pesat, jadi kita tinggal kawinkan saja.” tutup Tiwi. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wujudkan pertanian untuk semua, startup pertanian ini gelar TaniHack
Sabtu, 14 Maret 2020 - 09:18 WIB
TaniHub Group, perusahaan digital rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan t...
Kerja sama RI-Korea diharapkan dongkrak pertumbuhan startup
Senin, 02 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kementerian Perindustrian mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang ekono...
4 tips sederhana untuk sukses memulai bisnis startup
Jumat, 25 Oktober 2019 - 14:36 WIB
Para milenial ramai-ramai terjun ke bidang bisnis startup. Potensi yang besar membuat sejumlah kalan...
Ini minuman dan kuliner khas inovasi anak Presiden
Selasa, 22 Oktober 2019 - 15:32 WIB
Tren ragam kuliner mancanegara mulai menjadi santapan sehari-hari hingga gaya hidup masyarakat urban...
Startup asal Jerman ini bernama Kontool, warganet Indonesia geger
Selasa, 03 September 2019 - 17:55 WIB
Jagat maya kembali heboh. Kali ini lantaran kehadiran startup asal Jerman yang dinamai Kontool. Kare...
BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T
Selasa, 03 September 2019 - 16:14 WIB
Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika me...
Ngampooz, startup besutan anak bangsa untuk segala masalah di kampus
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:25 WIB
Satu lagi aplikasi yang hadir untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Kali ini aplikasi ini mampu men...
Dapat kucuran Rp71 M, startup Goola milik Gibran siap ekspansi ke Asia Tenggara
Senin, 19 Agustus 2019 - 16:30 WIB
Perusahaan rintisan bidang kuliner Goola, yang memproduksi kreasi minuman tradisional Indonesia, men...
Startup asal Indonesia ini ikuti netpreneur training di markas Alibaba
Selasa, 13 Agustus 2019 - 10:19 WIB
Program ini merupakan kerja sama dengan Kadin Indonesia dan didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekfraf)...
Hai pelaku startup! Ini 6 tips untuk menggaet dana dari investor
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:05 WIB
Saat membangun sebuah bisnis, termasuk perusahaan rintisan atau startup, tentu harus memikirkan baga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)