Kiri Kanan
Bawaslu Tidore Kepulauan temukan 80 pemilih ganda
Elshinta
Kamis, 13 September 2018 - 10:04 WIB |
Bawaslu Tidore Kepulauan temukan 80 pemilih ganda
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2NBQIeC

Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut) menemukan sekitar 80 pemilih ganda dan 19 jiwa pemilih yang sudah meninggal, tetapi masih termuat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga (Plh) Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Iriyani A Kadir, di Ternate, Kamis, mengatakan dari 80 pemilih ganda dan 19 jiwa pemilih yang telah meninggal dunia ini tersebar di Kecamatan Tidore, Tidore Timur, Tidore Selatan, dan Oba Tengah.

"Dari hasil temuan kami ini sudah disampaikan ke Bawaslu Provinsi Maluku Utara, ke Bawaslu RI maupun ke KPU Kota Tidore Kepulauan melalui bidang data dan akan mereka tindaklanjuti, jadi dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan pleno DPT, namun untuk waktunya ditetapkan oleh KPU," kata Iriyani.

Iriyani berharap, dari laporan yang telah disampaikan pihaknya, hendaknya dapat ditindaklanjuti secara cepat oleh KPU, mengingat batas waktu penyempurnaan data ditetapkan pada 15 September 2018. "Jadi, data awal DPT yang ditetapkan itu untuk jiwa pilih di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 70.412 jiwa, namun setelah kami kroscek terdapat pemilih ganda serta ada yang sudah meninggal, sehingga jumlahnya menurun menjadi 70.393 jiwa," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Sebelumnya, KPU Kota Tidore Kepulauan menggugurkan 35 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) tahun 2019 melalui pleno penetapan Daftar Calon Sementara (DCS).

Koordinator Pokja Pencalonan DPRD KPU Kota Tidore Kepulauan Jainul Yusup ketika dihubungi secara terpisah mengatakan, 35 daftar calon sementara (DCS) terpaksa digugurkan atau dicoret karena Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Menariknya, dari sejumlah caleg yang dicoret 14 orang di antaranya berasal dari Partai Berkarya, di antaranya 7 calon dari Daerah Pemilihan (Dapil) Satu, dan 7 orang calon lainnya dari Dapil III. Kondisi yang sama juga terjadi di Partai PKPI yang dicoret sebanyak 11 orang, di antaranya 5 caleg dari Dapil I, 3 caleg dari Dapil II, dan 3 orang caleg lainnya dari Dapil III.

Sedangkan, dari Partai PBB, 4 orang caleg turut dicoret, di antaranya 3 orang dari Dapil Satu dan 2 caleg lagi dari Dapil III, begitu juga caleg dari Partai Garuda, dan PSI dua calegnya turut dicoret, serta Partai PAN dan PPP, masing-masing dicoret satu orang caleg.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
NU Kediri gelar audiensi, titip pesan tangkal radikalisme
Minggu, 10 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan audiensi dengan sejumlah kadernya yang maju dalam bursa P...
Ridwan Kamil diundang langsung Surya Paloh hadiri Kongres NasDem
Minggu, 10 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum...
Pilkada Serentak 2020, Kader PPP Sumut diajak rangkul kembali para ulama
Sabtu, 09 November 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara diajak untu...
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 09 November 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah dirinya reaktif menangga...
Tak ada mahar politik dalam pengajuan calon kepala daerah dari PPP
Sabtu, 09 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa...
Bawaslu Jabar tegaskan petahana tak gunakan APBD sebagai modal politik
Jumat, 08 November 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan meneg...
Politik identitas masih akan berlanjut di Pilkada 2020
Kamis, 07 November 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam meyakini politik id...
Pengamat: NasDem tak akan terbuka nyatakan keluar dari kekuasaan
Selasa, 05 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengat...
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Minggu, 03 November 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. I...
NasDem: Surya Paloh tak kecewa Gerindra gabung pemerintah
Sabtu, 02 November 2019 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Willy Aditya menegaskan tidak a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)