Kiri Kanan
Prabowo-SBY sepakat atasi masalah ekonomi
Elshinta
Kamis, 13 September 2018 - 06:58 WIB |
Prabowo-SBY sepakat atasi masalah ekonomi
Pertemuan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno serta AHY di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di, Jakarta Selatan, Rabu malam (12/09). Sumber Foto: https://bit.ly/2QoNmKe

Elshinta.com - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu malam, keduanya sepakat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimulai 23 September mendatang, fokus menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat.

"Kami sepakat untuk fokus kampanye mengutamakan kepentingan rakyat terutama dalam situasi ekonomi yang dirasakan sekarang beban rakyat terutama rakyat kecil karena itu kita akan fokus ke arah itu," kata Prabowo usai menemui SBY di kediamannya di daerah Kuningan, Jakarta, Rabu (12/9) malam.

Dia mengatakan dalam pertemuan yang juga bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno itu, dirinya meminta SBY untuk mengirimkan kader Demokrat yang berpengalaman si bidang ekonomi dan pemerintahan untuk menjadi tim pakar pasangan Prabowo-Sandiaga.

Menurut dia, dirinya dan Sandiaga ingin memiliki tim pakar yang kuat di bidang pengelolaan ekonomi karena masih menjadi bangsa dan sumber dari segala ancaman masa depan bangsa Indonesia. "Lapangan kerja, harga pangan yang harus benar-benar diurus dengan baik, tentu harga itu adalah akibat dari produksi. Kalau produksi tidak ada dan pasokan tidak ada maka harga pasti tinggi, itu hukum ekonomi paling dasar," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan dirinya, Sandiaga, SBY dan tim koalisi Prabowo-Sandiaga sudah keliling Indonesia, mendapatkan kondisi ekonomi masyarakat seperti harga telur tinggi, harga tempe naik bahkan harga ikan asin masih tinggi.

Menurut dia, makanan seperti telur, tempe dan ikan asin merupakan makanan masyarakat sehingga ketika ketiganya masih tinggi maka kondisi itu jangan dianggap remeh. "Untuk itu saya ingin kumpulkan otak-otak terbaik di negara kita, 'the bright and the brightest brain' di republik kita agar menjadi tim pakar untuk memberi nasihat, langkah yang harus diambil," katanya.

Selain itu Prabowo mengatakan pertemuannya dengan SBY juga membahas penyusunan tim sukses kampanye Pilpres 2019, tema-tema kampanye.

Menurut dia, SBY juga menjelaskan langkah-langkah yang harus seimbang antara perjuangan di Pilpres maupun Pileg karena Pemilu 2019 dilaksanakan serentak karena keberhasilan pemerintahan ditentukan dukungan legislatif yang kuat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
NU Kediri gelar audiensi, titip pesan tangkal radikalisme
Minggu, 10 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan audiensi dengan sejumlah kadernya yang maju dalam bursa P...
Ridwan Kamil diundang langsung Surya Paloh hadiri Kongres NasDem
Minggu, 10 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum...
Pilkada Serentak 2020, Kader PPP Sumut diajak rangkul kembali para ulama
Sabtu, 09 November 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara diajak untu...
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 09 November 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah dirinya reaktif menangga...
Tak ada mahar politik dalam pengajuan calon kepala daerah dari PPP
Sabtu, 09 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa...
Bawaslu Jabar tegaskan petahana tak gunakan APBD sebagai modal politik
Jumat, 08 November 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan meneg...
Politik identitas masih akan berlanjut di Pilkada 2020
Kamis, 07 November 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam meyakini politik id...
Pengamat: NasDem tak akan terbuka nyatakan keluar dari kekuasaan
Selasa, 05 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengat...
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Minggu, 03 November 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. I...
NasDem: Surya Paloh tak kecewa Gerindra gabung pemerintah
Sabtu, 02 November 2019 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Willy Aditya menegaskan tidak a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)