Kiri Kanan
Pantun nasihat UAS untuk Sandiaga Uno
Elshinta
Selasa, 04 September 2018 - 21:45 WIB |
Pantun nasihat UAS untuk Sandiaga Uno
Ustaz Abdul Somad. Sumber foto: https://bit.ly/2IfnVd8

Elshinta.com - Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan pantun nasihat kepada Sandiaga Salahuddin Uno saat prosesi adat Tepuk Tepung Tawar di Balat Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Selasa (4/9).

"Manusia boleh buat tipu daya, apalah susah bermain kata, apalagi bermain citra. Tapi ada Yang Maha Kuasa, bila dia berkehendak semua nyata. Detak jantungmu dalam kuasanya, bila Dia katakan Kun kau pun sirna," kata dai bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu.

Kepada Sandiaga, dia juga menyampaikan pantun nasihat kepada penguasa.

Kalau mentari duduk di istana, tentulah kaki akan melangkah
Kalau Allah titipkan kuasa, jangan angkuh semena-mena
Kalau Allah titipkan kuasa, kaya dan miskin dipandang sama
Kalau Allah titipkan kuasa, cerdik mulia bodoh dibina
Kalau Allah titipkan kuasa jangan asyik bersolek rupa
Kalau Allah titipkan kuasa, padi disemai dipetik serta
Kalau Allah titip kuasa, bagilah minyak itu merata-rata.

Selain itu dia berpantun tentang pekerja Indonesia yang berada di luar negeri.

"Pahlawan devisa negara meninggalkan sanak saudara hanya mencari pelepas dahaga. Negeri kaya tiada terkira, mengapa tiada dibina serta. Akhirnya apa yang terkata, menjadi kuli di rumah saudara, mereka tiada hina".

Tidak hanya pantun serius, UAS juga menyampaikan pantun jenaka.

"Anambas di tengah samudera, pipa gas di pelupuk mata. Untaian zamrud khatulistiwa, budak melayu duduk menyapa. HP mahal tiada berguna tak ada signal kata mereka."

Pantun jenaka lainnya dia sampaikan membalas Ketua Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Syahril Abu Bakar, yang mengibaratkan UAS dan Sandiaga Uno bagaikan mentari dan rembulan.

"Kata Datuk Syahril Abu Bakar, dia dikirimkan mentari dan bulan purnama. Entah siapa mentari siapa purnama, akulah agaknya purnama karena gelap gulita," katanya, disambut derai tawa pendengar, seperti dikutip Antara.

Prosesi Tepuk Tepung Tawar untuk Sandiaga dihadiri oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Al Azhar, Ketua DPH LAM Datuk Syahril Abu Bakar, mantan gubernur Riau Saleh Djasit dan Wan Abu Bakar. Ada juga Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani dan Anggota DPR RI asal Riau Eddy Tanjung dan Sayyed Abu Bakar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
NU Kediri gelar audiensi, titip pesan tangkal radikalisme
Minggu, 10 November 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com - Setelah melakukan audiensi dengan sejumlah kadernya yang maju dalam bursa P...
Ridwan Kamil diundang langsung Surya Paloh hadiri Kongres NasDem
Minggu, 10 November 2019 - 14:26 WIB
Elshinta.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku diundang langsung oleh Ketua Umum...
Pilkada Serentak 2020, Kader PPP Sumut diajak rangkul kembali para ulama
Sabtu, 09 November 2019 - 20:56 WIB
Elshinta.com - Seluruh kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara diajak untu...
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 09 November 2019 - 16:49 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah dirinya reaktif menangga...
Tak ada mahar politik dalam pengajuan calon kepala daerah dari PPP
Sabtu, 09 November 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa...
Bawaslu Jabar tegaskan petahana tak gunakan APBD sebagai modal politik
Jumat, 08 November 2019 - 09:07 WIB
Elshinta.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, Abdullah Dahlan meneg...
Politik identitas masih akan berlanjut di Pilkada 2020
Kamis, 07 November 2019 - 20:06 WIB
Elshinta.com - Dosen Ilmu Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam meyakini politik id...
Pengamat: NasDem tak akan terbuka nyatakan keluar dari kekuasaan
Selasa, 05 November 2019 - 11:57 WIB
Elshinta.com - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi mengat...
3 November 1945: Tonggak demokrasi dalam sebuah maklumat 
Minggu, 03 November 2019 - 08:11 WIB
Elshinta.com - 3 November 1945 bisa disebut sebagai tonggak demokrasi di Indonesia. I...
NasDem: Surya Paloh tak kecewa Gerindra gabung pemerintah
Sabtu, 02 November 2019 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) Willy Aditya menegaskan tidak a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)