Mengenal apa itu product life cycle
Elshinta
Rabu, 01 Agustus 2018 - 16:16 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Mengenal apa itu product life cycle
Product life cycle. Sumber foto: https://bit.ly/2vki3qw

Elshinta.com - Pernahkah Anda terpikirkan, mengapa ada sebuah produk yang sejak dahulu ada dan bisa bertahan hingga saat ini, namun ada beberapa produk yang muncul atau bahkan sempat membuat “heboh” di kalangan masyarakat namun tak lama kemudian hilang? Hal itu berhubungan dengan sesuatu yang dinamakan sebagai sebuah siklus hidup produk atau product life cycle. Siklus hidup produk ini berbeda beda untuk setiap produk atau merek.

Seperti makhluk hidup, sebuah produk juga memiliki umur yang berbeda dengan setiap produk lainnya. Ada yang memiliki umur panjang, dan ada juga yang berumur pendek. Secara umum, sebuah produk akan mengalamai beberapa tahapan sampai produk tersebut mati atau hilang di pasaran. Tahapan-tahapan tersebut yaitu tahapan perkenalan (introduction), petumbuhan (growth), kedewasaan (maturity), dan penuruan (decline). Sebuah produk akan mengalami kondisi tertentu di setiap tahapan tersebut. Untuk memahaminya, simak penjelasan berikut ini.

Tahap perkenalan (introduction)

Tahapan perkenalan merupakan tahapan di mana sebuah produk baru saja diluncurkan ke publik. Secara umum, omset yang diraih dari produk ini masih cukup rendah karena belum banyak orang yang tahu produk tersebut. Ini berimbas pada kapasitas produksi yang masih rendah karena permintaan yang belum banyak. Sementara itu modal yang harus dikeluarkan untuk sampai pada tahapan ini sangat besar, dimulai dari riset pasar, melakukan serangkaian uji coba produk, membeli barang untuk kegiatan operasional dan sebagainya.

Dalam tahapan ini, yang harus dilakukan adalah memaksimalkan promosi dengan berbagai cara serta menguatkan branding produk yang Anda miliki. Memperbanyak saluran distribusi dan menjaring sebanyak-banyaknya pelanggan. Pada tahap ini tujuan pemasaran yang dilakukan adalah membangun kesadaran (awareness) konsumen terhadap produk baru kita.

Tahap perkembangan (growth)

Pada tahapan ini, produk sudah mulai dikenal oleh masyarakat melalui soft launching atau grand launching. Hal ini ditandai dengan omset yang kian meningkat secara siginifikan karena permintaan terhadap produk meningkat. Kapasitas produksi secara otomatis juga meingkatkan, begitu juga dengan cash flow yang berubah positif. Perlu diketahu, pada tahapan ini akan mulai muncul kompetitor yang melihat kesuksesan produk Anda.

Strategi yang dilakukan pun harus ditingkatkan dan diperbarui. Bila pada tahapan sebelumnya tujuan pemasaran ditunjukan untuk menciptakan awareness dan trial, pada tahap ini tujuannya untuk memaksimalkan pasar. Untuk bersaing dengan kompetitor, sebaiknya mulai meluncurkan varian-varian baru dari produk Anda.

Tahap kedewasaan (maturity)

Tahapan kedewasaan produk ditandai dengan peningkatan omset yang mulai melambat tetapi kapasitas produksi masih tetap tinggi. Cash flow juga dalam kondisi stabil dan kuat. Sementara itu, bila kompetitor gagal mempertahankan produknya, satu persatu dari mereka akan mulai berguguran. Meskipun berada pada posisi yang relatif “nyaman” perlu diwaspadai bahwa secara teori produk Anda akan mengalami penuruan (decline). Hal ini tidak bisa dicegah, namun Anda bisa memperpanjangnya.

Strategi yang dilakukan dalam tahapan ini bertujuan untuk memaksimumkan laba dan mempertahankan pangsa pasar. Promosi-promosi yang dilakukan sebaiknya ditujukan untuk membuka segmentasi pasar yang baru.

Tahapan penurunan (decline)

Pada tahapan penurunan bisa berkakibat pada hilangnya produk di pasaran bila tidak ditangani dengan startegi yang tepat. Sebab-sebab terjadinya penurunan ini banyak, misalnya konsumen yang mulai jenuh dengan produk yang Anda tawarkan, adanya produk lain yang lebih baik dari produk Anda. Penurunan ditandai dengan cash flow yang menunjukkan angkat negatif dan kapasitas produksi yang turun.

Jika sudah berada dalam tahapan ini, yang bisa dilakukan adalah mengefisienkan sebisa mungkin biaya yang tidak perlu untuk mengurangi kerugian. Strategi yang dilakukan untuk mempertahankan pelanggan yang setia. Hal lain yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan membuat gebrakan dengan inovasi baru baik dari sisi produk, desain atau brandingnya itu sendiri.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Anggota DPR ingin BSN beri kemudahan bagi pelaku industri usaha kecil
Senin, 29 Juni 2020 - 09:31 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah menginginkan agar Badan Standarisasi Nasional (BSN) dapat be...
Tips bertahan di tengah pandemi bagi UMKM
Senin, 15 Juni 2020 - 11:32 WIB
Pandemi corona membawa dampak besar di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Namun, dampak ini juga dap...
Dear UKM! Ini lima strategi bertahan di tengah pandemi COVID-19
Selasa, 28 April 2020 - 18:11 WIB
Tidak dapat dipungkiri, wabah COVID-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian Indonesi...
Catat, Kemenkop UKM rilis e-form untuk pendataan UMKM terdampak corona
Selasa, 14 April 2020 - 19:11 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM merilis e-form untuk kepentingan pendataan pelaku koperasi dan UMKM yan...
Cegah penyebaran COVID-19, ini prosedur yang bisa diterapkan pelaku UKM
Senin, 23 Maret 2020 - 09:30 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengimbau dan mengajak seluruh pelaku UKM untuk turut menerap...
Dongkrak jumlah penerap SNI, BSN gandeng industri bina UKM
Selasa, 10 Maret 2020 - 18:27 WIB
Dalam 5 tahun terakhir, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah melakukan pembinaan penerapan Stand...
Jika bisnis gagal, bertahan atau harus beralih bisnis? Ungkap jawabannya disini…
Selasa, 18 Februari 2020 - 10:06 WIB
Jika bisnis Anda gagal, segeralah lakukan evaluasi. Sebab dari sinilah Anda dapat menentukan: Anda b...
UKM kuliner! mana yang utama nih, produk atau kemasan?
Senin, 17 Februari 2020 - 13:50 WIB
Produk Anda akan disukai pertama-tama karena bagus, dalam arti berkualitas dan enak. Itu poin utaman...
Cara menetapkan kesepakatan dasar dengan mitra bisnis
Rabu, 12 Februari 2020 - 12:14 WIB
Bagaimana mengelola dan menetapkan kesepakatan dasar untuk bermitra khususnya dalam kaitan permodala...
Harga bahan baku tidak stabil, ini cara aman menyiasati modal bisnis
Selasa, 11 Februari 2020 - 14:21 WIB
Risiko fluktuasi harga adalah hal yang alamiah untuk semua bahan baku pada semua jenis bisnis. Sanga...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV