Pengda IFI DKI siapkan aksi tolak aturan BPJS
Elshinta
Senin, 30 Juli 2018 - 12:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pengda IFI DKI siapkan aksi tolak aturan BPJS
Pengda IFI DKI siapkan aksi tolak aturan BPJS. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Gelombang protes Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) terkait aturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terus bergulir. Pembatasan tindakan fisioterapi merupakan satu dari tiga layanan yang masuk dalam Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan.

Setelah IFI Pusat dan beberapa daerah tanpa lelah, kali ini protes keras datang dari Pengurus Daerah DKI Jakarta. Mereka bersama PC IFI se-Jakarta dan Ketua Komisariat Fisioterapi di RSUP/RSUD/RS Swasta yang terdampak layanan BPJS, meyatakan keberatan dan menolak penerapan peraturan tersebut dalam pemberian pelayanan/tindakan fisioterapi kepada masyarakat. 

"Kita kumpulkan fisioterapi se-Jakarta  ingin beritahu jika layanan fisioterapi yang kita berikan ke masyarakat ini tidak betul. Karena tidak efektif dan efisien. Sebab dalam pelayanan harus melewati dokter spesialis rehabilitasi medik. Sehingga ada dobel cas atau dua kali pembayaran. Kita ingin membantu supaya pemerintah mendapat input pelayanan BPJS jika selama ini banyak yang tidak tepat guna, tidak efektif karena diperaturan BPJS disebutkan untuk pelayanan rehabilitasi harus dilakukan dokter spesialis rehabilitasi," kata Ari Sudarsono, Ketua Pengda IFI DKI Jakarta, usai melakukan rapat koordinasi di Klinik Bains Physio, Cilandak KKO Komplek Vico, Jakarta Selatan, Minggu (29/7) siang.

"Padahal direhabilitasi ada pelayanan psikologi, harusnya psikolog yang melakukan. Pelayanan fisio, maka fisioterapi yang melakukan, ada juga pelayanan pembuatan alat palsu atau ganti, harusnya yang melakukan seorang astetik, bukan semuanya dokter rehabilitasi. Peraturan BPJS mengatakan jika semua itu dilakukan dokter spesialis rehabilitasi. Akhirnya yang terjadi di lapangan, dokter yang dapat jasa pelayanan tanpa melaukan apa-apa. Artinya kita juga ingin menyelamatkan uang negara. Kita ingin memberitahu ke pemetintah kalau pelayanan BPJS tidak tepat guna. Utamanya terkait Permenkes No 28 tahun 2014 dan Peraturan Direktur Jampelkes BPJS No 5 tahun 2018," ujarnya didamping Ketua Umum IFI Pusat, Ali Imron dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (30/7). 

Lebih jauh dikatakan Ari, pemerintah sangat dirugikan karena boros, rakyat juga dirugikan karena harus antri dari subuh untuk dapat pelayanan tapi sayangnya itu tidak maksimal. "Kita ingin bantu menyelamatkan BPJS yang berdasarkan audit tahun 2017 terlilit utang Rp9 triliun dan kerugiannya akan terus membengkak kalau tidak ditata," urainya.

Akibat peraturan BPJS Kesehatan yang tidak mengakomodasi fisioterapi dan prosedur dipersulit, fisioterapis di seluruh Indonesia tidak melayani pasien BPJS Kesehatan. Hal tersebut berdasarkan instruksi penghentian pelayanan fisioterapi bagi pasien dengan jaminan BPJS Kesehatan N0.161/SUM/PP-IFI/VII/2018.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Cuci tangan dengan benar demi cegah penularan penyakit
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 12:01 WIB
Bertepatan dengan peringatan Global Hand Washing Day oleh Global Handwashing Partnership sejak 2008 ...
Respirator bisa bantu kurangi risiko terkena pajanan polusi udara
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:06 WIB
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), FAPSR, FISR, ...
Tangani dini AMD agar penglihatan tak semakin memburuk
Jumat, 15 Oktober 2021 - 11:34 WIB
Sama seperti penyakit lainnya yang membutuhkan pengobatan dini, begitu juga AMD atau degenerasi maku...
Terapi atasi kecemasan remaja pada masa pandemi
Kamis, 14 Oktober 2021 - 20:17 WIB
Aktivitas fisik dan latihan fisik bisa menjadi strategi terapi yang efektif mengatasi gejala depresi...
Trigeminal neuralgia bisa disembuhkan dengan tindakan PRFR
Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:01 WIB
Dokter spesialis bedah saraf dr. Mustaqim Prasetya, Sp.BS FINPS mengatakan trigeminal neuralgia-kon...
Olahraga dua jam sebelum tidur dapat membantu lebih nyenyak
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:58 WIB
 Olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan dua jam sebelum tidur dapat membantu tidur lebih ...
Mengenal hipoglikemia, penyakit yang diderita Dorce Gamalama
Senin, 11 Oktober 2021 - 11:56 WIB
Lemas, pusing, bahkan susah konsentrasi merupakan ciri-ciri dari seseorang mengalami hipoglikemia, p...
Mengenal `toxic positivity` dari sudut pandang `mindfulness`
Senin, 11 Oktober 2021 - 09:52 WIB
Praktisi Mindfulness dan Emotional Healer Adjie Santosoputro mengingatkan bahwa seseorang perlu ...
Psikolog: Mitos dan stigma kendala tangani masalah kesehatan mental
Senin, 11 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Psikolog Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati Jakarta, Widya S. Sari, M.Psi mengatakan permasalah...
Jaga kualitas udara dari paparan asap rokok di dalam rumah
Minggu, 10 Oktober 2021 - 16:30 WIB
Menjaga kualitas udara di dalam hunian merupakan hal penting guna meningkatkan kualitas kesehatan, t...
Live Streaming Radio Network