Kemenkes berhasil proteksi 7.268 bayi dari penularan hepatitis
Elshinta
Jumat, 27 Juli 2018 - 20:08 WIB |
Kemenkes berhasil proteksi 7.268 bayi dari penularan hepatitis
Ilustrasi. Sumber foto: https://www.bantuanbpjs.com/wp-content/uploads/2017/12/vaksin-bayi.jpg

Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berhasil memproteksi 7.268 bayi dari ancaman penularan vertikal penyakit hepatitis B sang ibu, melalui deteksi dini penyakit tersebut sejak 2016 - Juni 2018.

"Sejak 2016-Juni 2018 sudah dilakukan deteksi dini Hepatitis B pada ibu hamil sebanyak 742.767 dan berhasil memproteksi 7.268 bayi terhadap ancaman penularan vertikal dari ibunya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu, Jakarta, Jumat (27/7).

Hal itu disampaikan Wiendra dalam Temu Media tentang Hepatitis dengan tema "Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa". Selain itu, Wiendra mengungkapkan capaian pengendalian hepatitis di Indonesia, yaitu sosialisasi faktor risiko penyakit hepatitis di 34 provinsi, pelaksanaan imunisasi rutin hepatitis B pada bayi di 34 provinsi pada 244 kabupaten dan kota, serta pengobatan hepatitis C dengan obat Direct Acting Antiviral (DAA) pada 13 provinsi.

Pada 2017, deteksi dini hepatitis B dan C mencakup 30 persen dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia yakni 154 kabupaten dan kota. Pada 2018, implementasi deteksi dini hepatitis B dan C ditargetkan akan mencakup 60 persen kabupaten dan kota di Indonesia atau setara dengan 308 kabupaten dan kota.

Sementara seperti dikutip dari Antara, Kementerian Kesehatan RI menargetkan sebanyak 411 kabupaten dan kota atau mewakili cakupan 80 persen melaksanakan deteksi dini hepatitis B dan C pada 2019. Pemerintah juga menargetkan eliminasi penularan HIV, sifilis dan hepatitis B dari ibu ke anak pada 2022 sesuai dengan amanat di Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2017. Pada 2030 pemerintah menargetkan eliminasi hepatitis B dan C. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat diharapkan bersama-sama memerangi hepatitis.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kader masjid Langkat terima orientasi stunting
Rabu, 20 Oktober 2021 - 18:46 WIB
Sebagai upaya percepatan, pencegahan dan penurunan stunting berbasis masjid, melalui komunikasi anta...
Terus lawan Covid-19, Pemkot Depok gelar semarak Germas Goes to School
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:10 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Goes to School unt...
Tiingkatkan kesehatan tulang dengan senam dan jaga asupan nutrisi
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Banyak cara untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang; mulai dari edukasi asupan nutrisi h...
Tanaman herba ini bisa bantu terapi pasien COVID-19
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:23 WIB
Tanaman hias Gardenia jasminoides (kacapiring) hingga adas ternyata memiliki kemampuan untuk meng...
Proses osteoporosis bisa terjadi di usia 30 tahun
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:11 WIB
Proses osteoporosis bisa menyerang siapa saja bahkan di usia muda dan produktif seperti 30 tahun-an ...
Mengenal kanker kepala dan leher
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Kanker kepala dan leher yang bersifat ganas, dampaknya dapat mengubah bentuk wajah secara fisik baik...
Tindakan bedah minimal invasif untuk koreksi kelainan bentuk tulang
Selasa, 19 Oktober 2021 - 07:30 WIB
Tindakan limb lengthening & reconstruction yang tergolong metode pembedahan minimal invasif bisa m...
Kejar vaksinasi untuk terlindung dari COVID-19
Senin, 18 Oktober 2021 - 11:20 WIB
Pandemi COVID-19 belum bisa diprediksi kapan akan berakhir, namun salah satu cara agar terlindung da...
Strategi unik Inggris bantu warganya berhenti merokok
Senin, 18 Oktober 2021 - 08:59 WIB
Pemerintah Inggris menggunakan pendekatan berbeda untuk mengurangi angka perokok antara lain dengan ...
Tiga vaksin COVID-19 ini tak perlu `booster` hingga 8 bulan
Minggu, 17 Oktober 2021 - 16:19 WIB
Tiga vaksin COVID-19 yakni Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson masih menunjukkan tanda respons imu...