Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa
Elshinta
Jumat, 22 Juni 2018 - 13:34 WIB | Penulis : Administrator | Editor : Administrator
Setiap tahun dunia kehilangan hutan hampir seluas pulau Jawa
DW Indonesia

Elshinta.com - Laju deforestasi di Bumi antara 2014 dan 2016 mencapai 20 persen lebih cepat ketimbang dekade silam. Artinya dunia kehilangan tutupan hutan hampir seluas pulau Jawa setiap tahunnya. Temuan ini didapat antara lain melalui analisa citra satelit.

Meski upaya menghentikan deforestasi yang telah berlangsung selama beberapa dekade, sejak tahun 2000 hampir 10% hutan alami mengalami fragmentasi, degradasi atau ditebang. Laju kerusakan hutan pada 17 tahun pertama abad ini mencapai 200 kilometer persegi setiap hari.

"Degradasi hutan alami mewakili tragedi global, di mana kita secara sistematis menghancurkan pondasi penting untuk stabilitas iklim," kata Frances Seymour, peneliti World Research Institute (WRI) yang ikut terlibat dalam studi tersebut.

"Hutan adalah satu-satunya infrastruktur paling aman, alami, terjangkau dan sudah terbukti buat menangkap dan menyimpan karbondioksida," imbuhnya.

Temuan ini diumumkan ketika Program Pembangunan PBB (UNDP) dan lima organisasi konservasi lain meluncurkan rencana lima tahun, Nature4Climate, yang membidik pengelolaan penggunaan lahan yang lebih baik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

"37 persen dari jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan kenaikan suhu di bawah dua derajat Celsius, bisa disediakan oleh pengelolaan lahan yang baik," kata Andrew Steer, Direktur WRI.

Ilmuwan mendefinisikan "lanskap hutan alami" sebagai sebuah area, termasuk rawa dan sabana, dengan luas setidaknya 500 kilometer persegi tanpa bukti adanya penggunaan lahan oleh manusia. Artinya lahan tersebut harus terbebas dari jalan, pertanian, pertambangan, rel kereta, kanal air atau jalur transmisi.

Hingga Januari 2017 silam ilmuwan mencatat hanya sekitar 11,6 juta kilometer persegi lahan di Bumi yang bisa dikategorikan hutan alami. "Banyak negara mungkin akan kehilangan luas hutannya di 15 hingga 20 tahun ke depan," kata Peter Potapov, Ilmuwan University of Maryland yang mengepalai studi tersebut.

Dengan laju yang ada saat ini, hutan alami akan menghilang pada 2030 di Parguay, Laos dan Guinea Khatulistiwa, dan pada 2040 di Republik Afrika Tengah, Nikaragua, Myanmar, Kamboja dan Angola.

Jika di negara tropis sektor pertanian dan perhutanan menjadi motor utama deforestasi, di negara-negara maju kerusakan hutan lebih karena diakibatkan oleh kebakaran hutan, pertambangan dan eksplorasi energi. Rusia misalnya kehilangan 90% lebih banyak wilayah hutan antara 2014 hingga 2016, dibandingkan antara tahun 2000-2013.
Sementara Indonesia kerusakannya mencapai 62% dan Brazil 16%.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peneliti sebut pengembangan energi harus sesuai SDGs
Jumat, 11 Oktober 2019 - 13:06 WIB
Elshinta.com - Peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Ropiudin menyebutkan penge...
Pemerintah butuh dana Rp27 triliun untuk capai SDGs hingga 2030
Kamis, 10 Oktober 2019 - 06:39 WIB
Elshinta.com - Pemerintah membutuhkan pembiayaan investasi total sebesar Rp27.835 triliun ...
Usai festival, Bappenas gelar Konferensi Tahunan SDG`s 
Jumat, 04 Oktober 2019 - 14:07 WIB
Elshinta.com - Di awal Oktober ini, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan dua hajat be...
Bambang sebut Indonesia sudah punya upaya yang sistematis dalam SDGs
Senin, 30 September 2019 - 19:37 WIB
Elshinta.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Kementerian PPN/Bappena...
Wapres angkat isu diskriminasi sawit di Konferensi BRF
Minggu, 28 April 2019 - 13:28 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengangkat isu diskriminasi kelapa sawit Indones...
Darmin Nasution: Penurunan harga BBM non subsidi tingkatkan daya beli masyarakat
Jumat, 08 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Pemerintah mengklaim penurunan harga BBM non subsidi akan berdampak pada rendahn...
Provinsi Sumut diminta segera percepat penyelesaian rencana aksi daerah provinsi
Selasa, 12 Februari 2019 - 19:18 WIB
Elshinta.com -Provinsi Sumatera Utara diminta segera mempercepat penyelesaian rencana aksi daer...
Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai
Senin, 17 Desember 2018 - 14:57 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan salah satu Tujuan Pembangun...
Kepala Bappenas: Revolusi Industri 4.0 bisa bantu capai SDGs
Sabtu, 08 Desember 2018 - 06:38 WIB
Elshinta.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonego...
Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs
Jumat, 16 November 2018 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)