McDonald's akan menghentikan pemakaian sedotan plastik
Elshinta
Sabtu, 16 Juni 2018 - 12:09 WIB | Penulis : Administrator | Editor : Administrator
McDonald's akan menghentikan pemakaian sedotan plastik
Courtesy of BBC

Elshinta.com - McDonald's akan menggantikan sedotan plastik dengan kertas di semua jaringan restorannya di Inggris dan Irlandia, mulai bulan September.

McDonald's menambah panjang daftar perusahaan yang meninggalkan penggunaan produk plastik sekali pakai yang memerlukan ratusan tahun agar bisa terurai, jika tidak didaur ulang,

Jaringan rumah makan ini menggunakan 1,8 juta sedotan setiap hari di Inggris.

"Mewakili perdebatan masyarakat yang lebih luas, pelanggan mengatakan kepada kami keinginan mereka terkait dengan penggunaan sedotan," kata perusahaan itu.

Keputusan ini diambil setelah uji coba di sejumlah restoran pada permulaan tahun ini dianggap berhasil. Langkah ke sedotan kertas akan rampung pada tahun depan.

Menteri Lingkungan Inggris Michael Gove mengatakan hal ini sebagai "sumbangan penting" untuk membantu lingkungan, dan menambahkan ini adalah "contoh yang baik untuk bisnis yang lebih besar".

Larangan ini tidak diperluas pada bagian lain dari jaringan raksasa makanan ini, tetapi percobaan sejenis akan dimulai di sejumlah gerainya di AS, Perancis dan Norwegia.

Di beberapa negara lain, sedotan hanya diberikan jika diminta pelanggan.

Pada bulan April, pemerintah mengusulkan larangan sedotan plastik dan pembersih dari kapas di Inggris. Tetapi banyak kalangan dunia usaha, seperti Waitrose, Costa Coffee, dan Wagamama, sudah beraksi sebelumnya.

Semua pub JD Wetherspoon berhenti menggunakan sedotan plastik pada permulaan tahun. Pizza Express menyatakan akan menggantikan semua sedotan plastik dengan bahan yang dapat didaur ulang secara alamiah pada musim panas tahun 2018.

Image caption Setiap tahun, sekitar delapan juta metrik ton sampah plastik masuk ke lautan.

Dan lebih dari 60 acara di Inggris - termasuk Boardmasters dan Bestival - telah melarang sedotan plastik sebagai bagian dari janji membuang plastik sekali pakai di tempat acara pada tahun 2021.

Kebanyakan sedotan plastik terbuat dari polypropylene dan polystyrene, yang kecuali didaur ulang akan memerlukan ratusan tahun agar dapat terurai.

Sebagian besar dari plastik ini berakhir di TPA dan laut. Program Blue Planet II BBC menggarisbawahi kerusakan yang ditimbulkan plastik bagi kehidupan laut.

Tetapi tidak semua orang memandang pelarangan total sebagai jawaban.

Sedotan plastik memungkinkan banyak orang cacat di dunia dapat minum tanpa bantuan, kata Baroness Tanni Grey-Thompson. Dia mengatakan sedotan kertas tidak selalu cocok dan aman.

Tetra Pak, perusahaan bungkus makanan, menyatakan sedotan plastik memerankan fungsi "penting" dan seharusnya tidak dilarang.

Mereka memandang sedotan dapat didaur ulang bersama-sama dengan karton jika ditaruh kembali ke dalam kotak.

Transcend Packaging di Wales, dan Huhtamaki di Belfast, akan memasok sedotan ke 1.361 rumah makan McDonald's.

Sedotan akan menggunakan kertas dari sumber berkelanjutan, perusahaan tersebut menyatakan.

"Rencana ambisius pemerintah, bersama-sama dengan kuatnya opini masyarakat, telah membantu peningkatan usaha meninggalkan plastik dan saya bangga kami mampu berperan," kata Paul Pomroy, pimpinan McDonald's Inggris dan Irlandia.

 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Peneliti sebut pengembangan energi harus sesuai SDGs
Jumat, 11 Oktober 2019 - 13:06 WIB
Peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Ropiudin menyebutkan pengembangan energi di Tanah A...
Pemerintah butuh dana Rp27 triliun untuk capai SDGs hingga 2030
Kamis, 10 Oktober 2019 - 06:39 WIB
Pemerintah membutuhkan pembiayaan investasi total sebesar Rp27.835 triliun untuk mencapai seluruh tu...
Usai festival, Bappenas gelar Konferensi Tahunan SDG`s 
Jumat, 04 Oktober 2019 - 14:07 WIB
Di awal Oktober ini, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan dua hajat besar. Keduanya dilangsungk...
Bambang sebut Indonesia sudah punya upaya yang sistematis dalam SDGs
Senin, 30 September 2019 - 19:37 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Kementerian PPN/Bappenas akan menggela...
Wapres angkat isu diskriminasi sawit di Konferensi BRF
Minggu, 28 April 2019 - 13:28 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengangkat isu diskriminasi kelapa sawit Indonesia oleh sejumlah negara, ...
Darmin Nasution: Penurunan harga BBM non subsidi tingkatkan daya beli masyarakat
Jumat, 08 Maret 2019 - 17:46 WIB
Pemerintah mengklaim penurunan harga bbm non subsidi akan berdampak pada rendahnya inflasi, dan dapa...
Provinsi Sumut diminta segera percepat penyelesaian rencana aksi daerah provinsi
Selasa, 12 Februari 2019 - 19:18 WIB
Provinsi Sumatera Utara diminta segera mempercepat penyelesaian rencana aksi daerah Provinsi Sumater...
Wapres: Pengurangan kesenjangan belum tercapai
Senin, 17 Desember 2018 - 14:57 WIB
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustain...
Kepala Bappenas: Revolusi Industri 4.0 bisa bantu capai SDGs
Sabtu, 08 Desember 2018 - 06:38 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan Revolusi I...
Perkawinan anak bawa dampak buruk terhadap SDGs
Jumat, 16 November 2018 - 19:35 WIB
Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV