Facebook blokir iklan soal Referendum Aborsi Irlandia
Elshinta
Kamis, 10 Mei 2018 - 09:26 WIB |
Facebook blokir iklan soal Referendum Aborsi Irlandia
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2wnClmy

Elshinta.com  - Facebook mengatakan mereka akan memblokir iklan dari asing yang bermuatan referendum aborsi di Irlandia yang akan berlangsung akhir bulan ini.

Keputusan pemblokiran ini diambil untuk menyikapi kekhawatiran ada organisasi atau individu dari luar yang akan mempengaruhi hasil jajak pendapat pada 25 Mei mendatang.

Di bawah amendemen kedelapan, aborsi dinyatakan ilegal di Irlandia kecuali jika ada risiko nyata dan besar terhadap nyawa sang ibu. Mencabut amendemen itu akan memudahkan UU yang mengizinkan aborsi untuk kehamilan hingga 12 minggu. “Ini adalah masalah yang sudah lama kami pikirkan,” kata Facebook dalam sebuah pernyataan, dikutip Antara dari AFP.

“Sebagai bagian dari upaya kami untuk membantu melindungi integritas pemilu dan referendum dari pengaruh yang tidak semestinya, kami akan mulai menolak iklan yang berhubungan dengan referendum jika itu dijalankan pengiklan yang berbasis di luar Irlandia”.

“Pendekatan perusahaan kami adalah membuat alat untuk meningkatkan transparansi seputar periklanan politik sehingga orang-orang tahu siapa yang membayar iklan yang mereka lihat, dan untuk memastikan setiap organisasi yang membuat iklan politik ada di negara tersebut”.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kementerian ESDM tepis gangguan mesin akibat B30, dipastikan aman
Rabu, 29 Januari 2020 - 09:17 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahan bakar campuran nabati atau B30 am...
Pakar sebut HP BM terancam terblokir per 18 April 2020
Sabtu, 25 Januari 2020 - 16:49 WIB
Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha menyebut handphone black market (BM) atau ...
Ilmuwan ciptakan drone mirip burung
Jumat, 24 Januari 2020 - 12:07 WIB
Para peneliti dari Stanford University berhasil mengembangkan drone eksperimental yang dapat terbang...
Ini strategi Pemerintah untuk dukung ekosistem ekonomi digital di WEF Davos
Kamis, 23 Januari 2020 - 16:40 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, menjadi narasumber pada diskusi semipanel dengan...
Begini strategi Indonesia hadapi industri 4.0
Senin, 20 Januari 2020 - 15:28 WIB
Kemenperin juga sedang mendirikan Digital Capability Center di Jakarta sebagai pusat inovasi dan p...
Masyarakat Jayawijaya dapat bantuan 138 Wifi Nusantara gratis
Minggu, 19 Januari 2020 - 14:47 WIB
Masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mendapat bantuan sebanyak 138 perangkat untuk jaring...
Atasi karhutla, TNI AU kembangkan teknologi `water bombing`gunakan bola-bola air
Jumat, 17 Januari 2020 - 19:36 WIB
Untuk melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan pihak TNI AU berhasil ...
Kata `banjir` ternyata disebut puluhan kali dalam manuskrip kuno. Apa artinya?
Jumat, 10 Januari 2020 - 17:17 WIB
Banjir ternyata bukan hal baru yang terjadi di Indonesia khususnya di Jakarta. Menurut catatan Prof....
Konflik Iran-AS disebut akan berlarut ke wilayah siber, hindari pakai `VPN`
Jumat, 10 Januari 2020 - 08:10 WIB
Pakar keamanan siber, Pratama Persadha mengatakan, bahwa serangan Iran - Amerika Serikat berpotensi ...
Hyundai dan Uber pamerkan taksi terbang
Kamis, 09 Januari 2020 - 19:26 WIB
Perusahaan ridesharing Uber dan perusahaan otomotif asal Korea Selatan Hyundai baru saja mengumumkan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV