Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Elshinta
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder | Editor : Administrator
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
(Courtesy: AustraliaPlus) Migran yang datang ke Australia lebih banyak yang membayar pajak dibandingkan menerima tunjangan sosial.
<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu akan mempengaruhi pertumbuhan lapangan kerja, dan menurunkan standar hidup di sini.</p><p>Laporan yang dibuat oleh Departemen Keuangan dan Dalam Negeri tersebut mengatakan bahwa jumlah migran yang datang di tahun 2014/2015 akan memberikan sumbangan sekitar $AUD 10 miliar ke dalam anggaran negara selama 50 tahun ke depan.</p><p>"Migran memberikan sumbangan bagi perekonomian Australia karena kebijakan yang ada sekarang mementingkan migran yang masih berusia kerja yang memiliki ketrampilan untuk memberikan sumbangan kepada ekonomi." kata laporan tersebut.</p><p>"Dan karenanya meningkatkan GDP Australia dan juga GDP masing-masing orang, dengan dampak lanjutan pada standar kehidupan pada umumnya."</p><p>Laporan ini muncul di tengah perdebatan hangat di kalangan pemerintah saat ini mengenai kebijakan penerimaan migran dan juga kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai cepatnya pertumbuhan penduduk di Australia karena kedatangan migran.</p><p>Australia menerima 190 ribu permanen migran setiap tahun - sebagian besar memiliki ketrampilan - namun mantan perdana menteri Tony Abbott ingin mengurangi jumlah menjadi setengahnya.</p><p>Dengan itu, akan menurunkan biaya hidup di Australia dan juga mengurangi tekanan terhadap infrastruktur.</p><p>Laporan tersebut mengakui bahwa jumlah penduduk yang semakin besar membawa tantangan tersendiri seperti lebih tinggi kepadatan di jalan, dan meningkatnya permintaan akan rumah.</p><p>Laporan mengatakan investasi di bidang infrastruktur harus sejalan dengan pertumbuhan penduduk.</p><p>Menurunnya tingkat migrasi menurut laporan tersebut bisa mengurangi adanya tenaga kerja baru.</p><p>Dan dampaknya kemudian adalah menurunkan GDP secara keseluruhan dan per orang.</p><p>"Migrasi sudah menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tenaga kerja di Australia selama beberapa tahun terakhir." tulis laporan tersebut.</p><p>Menurut laporan, migran yang datang mengisi 65 persen dari lapangan kerja yang diciptakan selama 5 tahun terakhir.</p><h3>Migran tidaklah mencuri lapangan kerja dari warga yang sudah ada</h3><p>Laporan tersebut juga membantah pendapat bahwa migran yang datang ke Australia banyak menjadi beban karena mendapatkan tunjangan sosial.</p><p>Menurut laporan, migran yang datang lebih besar kemungkinan membayar pajak dibandingkan mendapatkan tunjangan sosial.</p><p>Dan juga mengatakan pasar tenaga kerja yang ada tidaklah 'terbantu atau dirugikan' oleh migrasi, sehingga membantah pendapat bawha migran 'mencuri' pekerjaan dari warga Australia yang sudah ada.</p><p>"Migrasi menggantikan populasi Australia yang semakin menua, meningkatkan partisipasi tenaga kerja dan membantu bisnis mendapatkan tenaga trampil yang susah dibangun dalam waktu yang pendek." katanya.</p><p>Pemberian visa bagi migran yang trampil di tahun 2014/2015 diperkirakan memberikan sumbangan sekitar $ 7 miliar ke anggaran negara, dengan mereka yang datang dengan visa 457 memberikan kontribusi sekitar $ 4 miliar.</p><p>Migran yang menjadi beban bagi anggaran mereka adalah mereka yang datang dengan visa pengungsi atau visa kemanusiaan.</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2018-04-17/budget-would-suffer-if-australia-cut-immigration-report-shows/9666232" target="_blank" title="">Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini </a></p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda m...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pr...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 1...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat ...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh g...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pert...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
<p>Di Indonesia banyak orang terobsesi pada makanan pedas -namun cabe paling pedas sedunia jus...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once