Daging merah picu kanker usus besar pada wanita
Elshinta
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Administrator
Daging merah picu kanker usus besar pada wanita
Sumber Foto: https://bit.ly/2Hrd2SE
<p>Konsumsi daging merah ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar pada wanita, menurut sebuah studi dalam International Journal of Cancer.  </p><p>Para peneliti dari Universitas Leeds memeriksa penelitian kohort untuk mengetahui apakah daging merah, daging unggas, ikan berhubungan dengan risiko kanker kolon dan rektum. Mereka menemukan, konsumsi daging merah secara teratur berkaitan dengan tingkat kanker usus besar distal yang lebih tinggi. </p><p>National Cancer Institute mendefinisikan kolon distal sebagai bagian terakhir kolon yang meliputi kolon desendens (sisi kiri organ) dan kolon sigmoid (bagian kolon yang menghubungkan ke rektum). "Dampak dari berbagai jenis daging merah dan pola diet di lokasi kanker adalah salah satu tantangan terbesar dalam studi diet dan kanker kolorektal," kata penulis utama Dr. Diego Rada Fernandez de Jauregui. </p><p>Dalam studi itu, peneliti mengumpulkan data dari studi kohort perempuan di Inggris yang melibatkan sekitar 32.147 orang wanita dari Inggris, Wales dan Skotlandia. Para partisipan ini direkrut antara 1995 dan 1998 dan dilacak selama rata-rata 17 tahun.</p><p>Secara total, ada 462 kasus kolorektal didokumentasikan. Dari jumlah itu, 335 kasus adalah kanker usus besar dan 119 lainnya adalah kanker kolon distal.  Analisis ini menunjukkan penurunan risiko kanker kolon distal terjadi pada wanita yang mengonsumsi makanan tanpa daging merah.  "Studi kami tidak hanya membantu menjelaskan bagaimana konsumsi daging dapat mempengaruhi bagian-bagian kolerektum secara berbeda, tetapi juga menekankan pentingnya pelaporan makanan dari kelompok besar orang," kata Janet Cade, kepala NEG dan Profesor dari Epidemiologi Gizi dan Kesehatan Masyarakat di Sekolah Ilmu Pangan dan Nutrisi, Leeds, seperti dilansir Medical Daily. (Ant)</p>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kelima aktivitas ini adalah olahraga terbaik untuk tubuh anda
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Siapa sih yang tidak menginginkan bentuk tubuh yang ideal dan proporsional? Banyak di antara kita ya...
Menkes resmikan dua puskesmas perbatasan di Kalimantan Barat
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek meresmikan dua puskesmas di daerah perbatasan Kalimantan Barat, Ra...
Metanol minuman keras oplosan sebabkan kebutaan-kematian
Kamis, 12 April 2018 - 01:00 WIB
Kandungan metanol atau alkohol industri yang terdapat dalam minuman keras (miras) oplosan dan telah ...
Penelitian: Konsumsi makanan cepat saji seperti memberi tubuh infeksi bakteri
Rabu, 11 April 2018 - 01:30 WIB
Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi makanan cepat saji seperti memberi tubuh Anda infeksi ...
Dinkes: Pengidap penyakit HIV di Kolaka meningkat
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyatakan bahwa jumlah pengidap penyakit HIV d...
Khasiat buah beri, turunkan berat badan hingga tangkal kanker
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Buah beri mengandung antioksidan dan polifenol yang bagus untuk sistem pencernaan dan membantu menur...
Jus jeruk kurang baik untuk sarapan
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Jus jeruk sepertinya tidak cocok untuk sarapan, karena hasil studi menunjukkan konsumsi fruktosa bua...
Daging merah picu kanker usus besar pada wanita
Selasa, 10 April 2018 - 06:12 WIB
Konsumsi daging merah ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar pada wanita, ...
IDI: Metode cuci otak dr Terawan harus diuji klinis lagi
Senin, 09 April 2018 - 06:16 WIB
Ketua Umum PB IDI Prof Ilham Oetama Marsis, SpoG mengatakan bahwa metode cuci otak dr Terawan harus...
Terapi otak dr Terawan tak perlu testimoni
Senin, 09 April 2018 - 06:16 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Ilham Oetama Marsis, SpOG menyatakan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV