Sudah Mendarat di Melbourne, Visa Novak Djokovic Dibatalkan
Elshinta
Kamis, 06 Januari 2022 - 09:50 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sudah Mendarat di Melbourne, Visa Novak Djokovic Dibatalkan
ABC.net.au - Sudah Mendarat di Melbourne, Visa Novak Djokovic Dibatalkan

Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic akan dideportasi dari Australia setelah visanya dibatalkan pagi ini.

Pria 34 tahun itu mendarat di bandara Tullamarine Melbourne, malam kemarin (5/01) dan ditahan oleh petugas perbatasan atau Australian Border Force (ABF).

Sebelum terbang ke Melbourne, Djokovic mengumumkan di akun Instagram-nya jika ia akan berangkat untuk kejuaraan 'Australia Open' setelah mendapat pengecualian.

Saat ini Australia hanya memberikan pengecualian kepada warga asing yang tidak bisa menunjukkan bukti sudah divaksinasi untuk bisa mendapat visa, dengan sejumlah persyaratan.

Dalam sebuah pernyataan, ABF mengonfirmasi bahwa Djokovic tidak memenuhi persyaratan dan visanya dibatalkan.

"Non-warga negara yang tidak memiliki visa masuk yang sah atau yang visanya dibatalkan akan ditahan dan dikeluarkan dari Australia," kata pernyataan itu.

Di akun Twitter-nya, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan "aturan adalah aturan, terutama ketika menyangkut perbatasan kita."

Djokovic berhak untuk naik banding atas keputusan ini di pengadilan, tetapi Pengadilan Federal mengatakan belum menerima aplikasi apa pun dari pengacaranya.

ABC memperoleh informasi bahwa Djokovic akan dibawa ke hotel karantina sementara banding hukum akan diproses.

Tiba tengah malam

Petenis Serbia itu mendarat di Melbourne sekitar pukul 23:30 waktu Melbourne, setelah penerbangan 14 jam dari Dubai.

Pelatih dan tim pendukungnya diizinkan masuk ke negara itu, tetapi Djokovic ditahan selama beberapa jam saat aplikasi visanya ditinjau.

Ayah Djokovic, Srdjan, mengatakan kepada media Serbia jika putranya sedang menunggu sendirian di sebuah ruangan di bandara Tullamarine dengan penjagaan petugas bersenjata.

Srdjan mengatakan para pendukungnya akan "turun ke jalan" jika situasinya tidak segera diselesaikan.

"

"Ini adalah pertarungan bagi dunia bebas, ini bukan hanya pertarungan untuk Novak, tapi pertarungan untuk seluruh dunia."

"

Pelatih Djokovic, Goran Ivanisevic, mengunggah foto dirinya dan anggota tim pendukung Serbia lainnya ke akun Instagram-nya, memperlihatkan mereka sedang menunggu di Bandara Melbourne dengan tulisan "bukan perjalanan yang biasa ke belahan bumi selatan".

Perebutan gelar yang terancam

Drama visa Djokovic telah mengancam upayanya meraih gelar tunggal ke-10 di Turnamen Australia Terbuka dan gelar 'Grand Slam' ke-21 secara keseluruhan.

Djokovic saat ini sejajar dengan Roger Federer dan Rafael Nadal dengan 20 gelar 'Grand Slam'.

Mantan pemain tenis Sam Groth mengatakan apa yang dialami Djokovic membayangi persiapan menuju pertandingan Australia Terbuka.

"Ini menimbulkan reaksi, tidak hanya di sini di Australia, karena saya merasa sepertinya perasaan penduduk Australia dan orang-orang Victoria sangat, sangat vokal tentang bagaimana ia pada awalnya bisa diizinkan datang ke Australia," katanya kepada media Channel Nine.

"Pertanyaannya adalah bagaimana kita akan melihat dunia dan negara-negara lain. Ini [tampaknya] berubah menjadi sedikit tidak baik."

Penggemar di bandara 'kecewa'

Beberapa penggemar petenis nomor satu dunia ini berkumpul di Bandara Melbourne untuk menunjukkan dukungan sambil menyatakan frustrasi atas pembatalan visa.

"Ini cukup mengecewakan. Saya tadinya pikir Pemerintah sudah memperhitungkannya," kata Slobodan, salah satu penggemar Djokovic.

"Saya mengontak anggota komunitas Serbia lainnya, mereka semua kecewa dan saya mendengar keluarga mereka juga kecewa dengan keputusan ini."

Sebelumnya, Pemerintah Victoria mengatakan Djokovic telah mendapat pengecualian vaksinasi COVID-19 untuk berkompetisi di Australia Terbuka, setelah "proses peninjauan yang ketat".

Kemarin, keputusan itu mendapat kecaman luas, tetapi lembaga Tennis Australia dan Victoria mengatakan Djokovic tidak diberi perlakuan khusus.

Permohonan pengecualian Djokovic dinilai oleh dua panel terpisah yang tidak mengetahui nama, usia, atau negara asal orang yang mengajukan permohonan.

Tennis Australia mengatakan 26 petenis mengajukan permohonan pengecualian untuk bisa masuk Australia tanpa menunjukkan bukti sudah divaksinasi dan "hanya segelintir" yang diberikan.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Australia Menduga Ada Keterkaitan Penemuan Kokain di Indonesia dan Australia
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Polisi Australia sedang menyelidiki apakah penyitaan kokain terbesar di Indonesia ada hubungannya d...
Korban COVID-19 di AS Tembus Satu Juta Jiwa, Korea Utara Umumkan Kematian Pertama karena Omicron 
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan warganya untuk tetap waspada COVID, setelah tingkat kematia...
Para Supir Trem Akan Unjuk Gigi dan Adu Kemampuan Mereka Mengemudi di Kejuaraan Eropa
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:29 WIB
Melbourne dianggap sebagai ibu kota trem Australia, tetapi bagaimana kemahirannya di panggung intern...
 Bagaimana Hubungan Filipina dengan AS dan China di Bawah Pemerintahan Bongbong Marcos ?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr hampir dipastikan akan menjadi presiden Filipina berikutnya...
Penyakit Mulut dan Kuku: Australia Tawarkan Vaksin untuk Indonesia di Tengah Kurangnya Dokter Hewan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Pemerintah Australia telah menawarkan bantuan dana kepada Indonesia untuk mendapatkan vaksin guna m...
Ribuan Alpukat Dibiarkan Membusuk di Australia karena Kelebihan Pasokan
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Gambar alpukat dibuang dari bak sebuah truk dan dibiarkan membusuk di utara negara bagian Queensland...
Kebijakan Plin-Plan Larangan Ekspor Sawit Indonesia Menguntungkan Malaysia
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Kebijakan ekspor minyak sawit mentah Indonesia yang masih tidak jelas membuat Malaysia sekarang munc...
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Meninggal karena Kecelakaan Mobil Menjelang Pemilu 2022
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Wakil Perdana Menteri Papua Nugini, Sam Basil, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di bagian utar...
Mengapa Kemenangan Anak Diktator Filipina Sebagai Presiden Disambut Gegap Gempita?
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Dalam beberapa minggu lagi, Faye Faustino akan berulang tahun ke-53, dan ia mengatakan hasil pemilih...
WHO Mempertanyakan Kebijakan Pemberantasan COVID ke Titik Nol yang Dijalankan China
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:34 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kebijakan ...
InfodariAnda (IdA)