Pemerintah Lebanon akan Mengundurkan Diri Pasca Ledakan di Beirut
Elshinta
Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:07 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemerintah Lebanon akan Mengundurkan Diri Pasca Ledakan di Beirut
VOA Indonesia - Pemerintah Lebanon akan Mengundurkan Diri Pasca Ledakan di Beirut
Perdana Menteri Lebanon diperkirakan akan mengumumkan pengunduran diri pemerintah dalam sebuah konferensi pers Senin malam (10/8) di Beirut. Menteri Kesehatan Hamad Hassan mengatakan kepada para wartawan setelah sidang Kabinet bahwa Perdana Menteri Hassan Diab sedang dalam perjalanan menuju istana kepresidenan untuk memberitahu Presiden Michel Aoun. Keputusan itu muncul setelah beberapa menteri mengundurkan diri pasca ledakan besar di pelabuhan ibukota pekan lalu. Sementara itu, sedikitnya delapan anggota Kongres telah mengumumkan bahwa mereka mengundurkan diri dari Parlemen yang akan bersidang pekan ini. Di New York, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan suara-suara rakyat Lebanon harus didengar. "Penting untuk dilakukan penyelidikan yang kredibel dan transparan untuk menentukan penyebab ledakan dan memberi akuntabilitas yang dituntut rakyat Lebanon," kata Guterres dalam pengarahan mengenai ledakan itu. Dia tidak merinci apakah penyelidikan itu harus dilakukan oleh pihak berwenang Lebanon atau komisi internasional independen. Hari Minggu (9/8), para pemimpin dunia menjanjikan hampir 300 juta dolar untuk Lebanon guna membantunya pulih dari ledakan besar pekan lalu di Beirut. Lebih dari 30 pemimpin, yang melakukan pertemuan telekonferensi atas permintaan Presiden Perancis Emmanuel Macron, mengatakan "bantuan itu harus segera, memadai dan konsisten dengan kebutuhan rakyat Lebanon ... dan disalurkan langsung kepada penduduk Lebanon, secara efisien dan transparan." [uh/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Protes Merebak di Belarus Setelah Lukashenko Dilantik Secara Diam-Diam
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Ribuan warga Belarus menggelar demonstrasi massal, Rabu malam (23/9) untuk mengecam pelantikan Presi...
AS Kecam WHO di Dewan Keamanan PBB 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Partai...
Pengunjuk Rasa Thailand Marah Setelah Parlemen Tunda Reformasi Konstitusi 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Anggota parlemen Thailand, Kamis (24/9) menunda keputusan tentang reformasi konstitusi sehingga memi...
Facebook akan Luncurkan Dewan Pengawas Jelang Pemilihan AS 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Dewan pengawas Facebook, yang ditugaskan untuk memutuskan apa yang perlu dihapus atau diizinkan untu...
Ajudan Navalny Klaim Rusia Bekukan Asset Navalny Setelah Diracun 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Juru bicara Navalny, Kamis (24/9) mengatakan Pengadilan Rusia membekukan aset pemimpin oposisi Alexe...
Pembicaraan Damai Afghanistan: Meski Hadapi Kesulitan, Ada Harapan bagi Perdamaian
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Meskipun Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menegaskan kembali tuntutannya untuk gencatan senjata, be...
Uni Eropa Serukan Langkah untuk Cegah Lonjakan Virus Corona
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Pejabat kesehatan Uni Eropa, Kamis (24/9) mendesak negara-negara anggota untuk "bertindak tegas" mem...
AP: Banyak Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Malaysia, Indonesia Alami Eksploitasi
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Penyelidikan yang dilakukan kantor berita Associated Press (AP) mendapati, banyak pekerja di Malaysi...
Perselisihan AS, Cina, Rusia Mengemuka di PBB 
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Hubungan yang semakin retak antara Amerika Serikat dan China dan Rusia sangat tampak di sela-sela Si...
Vatikan-Cina akan Lanjutkan Kerja Sama Meskipun Dikritik AS
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB
Vatikan dan China diperkirakan memperbarui kesepakatan tentang pengangkatan uskup Katolik di China, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV